@VIVITDN | VIVITDNBOICE

My Fangirling World

Where You Are

Author            : @VIVITDN

Rating             : G

Length            : One Shoot

Genre              : Tragedy, Angst

Cast                :

1. Jung YongHwa

2. Seo Joohyun

Disclaimer      : My own plot

Note                     : Saya membuat fic ini dengan cast yang lain ( Minhyuk-Krystal) bagi readers yang mau membaca Where You Are versi (HyukStal) silahkan baca di sini: http://ffcnblueindo.wordpress.com/2013/03/27/where-you-are/

@@@@@

Where You Are (YongSeo)

Pagi ini tampak begitu cerah, suara burung-burung terdengar merdu berkicau dibalik jendela kamar. Tetapi Yonghwa enggan membuka matanya, walau sinar matahari sudah masuk melalui celah-celah jendela kamarnya dan mulai menyinari kamarnya tetapi tetap saja dia enggan membuka matanya. Dia malah menarik selimutnya, menutupi seluruh tubuhnya.

“Yonghwa oppa” terdengar suara lembut seorang wanita memanggilnya dari balik pintu kamarnya yang hanya terbuka separuh. Yonghwa masih saja tidak mau bangun dari tempat tidurnya.

“Oppa, ayo bangun. Ini sudah siang, kau harus bangun, mandi dan sarapan” suara lembut itu terdengar kembali, dan Yonghwa sangat mengenali suara ini. Dia langsung membuka selimutnya dan melihat kearah pintu, dan dia langsung duduk ketika melihat wanita itu.

“Joohyun-ah?”

“Ne oppa. Ini aku, cepat bangun” dia bicara dengan senyum manis yang selalu Yonghwa suka.

“Joohyun-ah itu benar kau? Aku benar-benar merindukanmu, jangan pergi lagi dariku” Yonghwa langsung bangun dan setengah berlari menghampiri gadis yang bernama Joohyun itu, dia membuka pintunya lebar-lebar, tetapi tiba-tiba gadis itu menghilang.

“Joohyun-ah, kau pergi kemana? Kumohon jangan tinggalkan aku” Yonghwa langsung duduk dengan lemas bersandar pada pintu ketika gadis itu menghilang. Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, mencoba menahan tangis. Dia langsung berdiri  dan masuk ke kamarnya kembali dan berdiri di depan kaca besar dikamarnya, dia melihat refleksi dirinya dikaca. Dia terlihat seperti orang depresi, wajahnya masih terlihat kusam, lingkaran hitam dimatanya masih terlihat. Rambut yang acak-acakan, menandakan sipemilik rambut tidak menyisir rambutnya selama beberapa hari ini. Dia melihat sekeliling kamarnya, dan kamarnya tampak berantakan, debu yang mulai menebal di meja kecil yang ada didepan kasur. Kasur yang teramat sangat berantakan sekali. Buku-buku dan bantal yang berserakan dilantai. Yonghwa menghela nafas panjangnya, tidak habis pikir kenapa semuanya bisa jadi seperti ini, padahal dulu dia terkenal sebagai yang paling bersih diantara teman-temannya, bahkan teman-temannya menjuluki dia Mr. Perfect.

“Aku akan membereskan semua ini nanti”

Dan dia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, menyegarkan kembali tubuhnya yang sudah seperti mayat hidup, mungkin dinginnya air yang menjalar ditubuhnya akan menenangkan dan menyegarkan kembali pikirannya dan tubuhnya. Dia keluar dari kamar mandi dan mengganti bajunya yang kusam, dia berdiri di depan kaca lagi melihat refleksi dirinya, dia tersenyum melihat refleksi dirinya, sekarang terlihat lebih segar dari sebelumnya.  Saat dia ingin memulai membersihkan kamarnya,perutnya berbunyi memberikan sinyal bahwa perutnya harus di isi. Dia langsung keluar menuju dapur, membuka kulkas, mencari sesuatu yang bisa dimakan, dia menemukan roti tawar dan selai strawberry.

“Oppa apa kau beberapa hari ini tidak makan nasi atau roti? Pantas saja tubuhmu sekarang lebih kurus” Yonghwa mendengar suara gadis itu lagi, dia menoleh kebelakang dan menemukan Joohyun sedang tersenyum manis.

“Joohyun-ah? Apa benar itu kau? Kenapa tadi kau pergi?” Suara Yonghwa sedikit bergetar.

“Ne oppa”

“Kau, kau kenapa tadi kau pergi?”

“Aniyo. Aku disini menjagamu”

“Jeongmal?”

“Ne jeongmalyo” Yonghwa langsung memeluk tubuh Joohyun erat sekali, seakan takut dia akan pergi meninggalkannya.

“Oppa, lepaskan aku, sekarang saatnya kau makan. Aku akan membuatkan susu untukmu”

“Ne” Yonghwa melepaskan pelukannya, dan langsung duduk sambil memakan rotinya dan kadang-kadang tersenyum sambil melirik Joohyun yang sedang membuat susu.

Ting Tong suara bel berbunyi

“Oppa buka pintunya” Yonghwa langsung menuju ke depan dan membuka pintu. Minhyuk, Jonghyun dan Jungshin saling melirik satu sama lain ketika melihat Yonghwa membukakan pintu dengan senyum sumringah.

“Hai dongsaengie. Apa kalian hanya akan diam saja di luar? Tidak mau masuk?”

“ah, ne” ada perasaan aneh ketika mereka melihat Yonghwa. Mereka tidak menyangka Yonghwa akan menyambut mereka dengan wajah segar dan penuh senyum seperti itu. Terakhir mereka mengunjungi Yonghwa, dia tidak mau beranjak dari tempat tidurnya dan bahkan tidak mau berbicara dengan mereka.

“Yonghwa-hyung kau baik-baik saja kan?”

“tentu saja aku baik Jonghyun-ah, kalian kenapa dari tadi melihatku dengan tatapan aneh seperti itu? Apa ada yang aneh denganku”

“Ani, kita senang melihat kau kembali seperti dulu lagi. Tidak lagi mengurung diri di kamar.”

“Oh itu. Itu karna Joohyun”

“Joohyun???” Tanya mereka bersama.

“Ne Joohyun. Dia membangunkanku pagi ini. Bahkan dia sekarang membuatkanku susu di dapur”

Minhyuk, Jonghyun dan Jungshin saling berpandangan heran.

“Aku rasa Yonghwa hyung semakin parah” bisik Jungshin.

“ehem, Yonghwa hyung, ku mohon jangan seperti ini, kau harus melupakan Joohyun. Joohyun sudah..”

“Aniyo Minhyuk-ah, dia ada di sini di rumah ini. Dia bilang dia menjagaku. Ayo ikut aku ke dapur” Yonghwa menarik teman-temannya menuju dapur.

“Joohyun-ah, Joohyun-ah Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin datang, sudah lama kau tidak bertemu dengan mereka kan?”

“Yonghwa-hyung hentikan ini” Minhyuk berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Yonghwa, tetapi tidak berhasil.

“Joohyun-ah, mereka da—“ Yonghwa tidak bisa melanjutkan ucapannya ketika di dapur ternyata tidak ada siapa-siapa. Joohyun menghilang (lagi).

“Joohyun-ah, kau kemana? Kau tidak boleh meninggalkan aku lagi” Yonghwa berlari mencari Joohyun di rumahnya, di kamar, di kamar mandi, dia tidak bisa menemukan Joohyun.

“Joohyun-ah. JOOHYUN-AH KAU KEMANA? INI TIDAK LUCU, BERHENTILAH BERSEMBUNYI” Yonghwa berteriak karena frustasi tidak bisa menemukan Joohyun. Minhyuk  menghampiri Yonghwa.

“Yonghwa hyung, hentikan ini. Joohyun sudah tidak ada, kau harus menerima kenyataan itu hyung” Minhyuk mencoba menenangkan Yonghwa, dan menepuk pelan punggungnya. Tetapi Yonghwa malah menangis.

“Minhyuk-ah aku tidak berbohong, dia benar-benar ada di sini. Dia membuatkan aku susu sebelum aku membukakan pintu untuk kalian”

“HYUNG HENTIKAN. Berhentilah berhalusinasi,  Joohyun tidak ada” Jonghyun tidak bisa menahan emosinya, melihat Yonghwa seperti ini.

“Aku tidak berbohong, dia membuatkan aku susu barusan, bahkan aku sempat memeluknya, aku TIDAK BERHALUSINASI” Yonghwa langsung berdiri.

“Susu apa? Tidak ada susu di sini. Berhentilah hyung, lupakan Joohyun”

“Hyung tenagkanlah dirimu, kau tidak bisa berbicara seperti ini kepada Yonghwa hyung, dia sedang dalam keadaan depresi. Kita harus berbicara dengan pelan-pelan” Jungshin berusaha menenangkan Jonghyun. Jonghyun hanya bisa menarik nafas panjang, menyesal kenapa dia tidak bisa menahan emosinya.

“Yonghwa- hyung Mianhae”

“JOOHYUN?” Yonghwa melihat Joohyun berdiri di depan pintu. Tanpa pikir panjang dia langsung menghampiri dia.

“Joohyun-ah”

“Hyung kau mau kemana?” Teman-temannya mencoba mencegah Yonghwa.

“Tidak ada Joohyun. Aku tidak melihat dia” kata Jungshin. Yonghwa tidak mendengarkan ucapan temannya dan terus berjalan menghampiri Joohyun, tetapi Joohyun malah keluar, dan Yonghwa terus mengejarnya. Joohyun setengah berlari dan sekali-kali menoleh kebelakang sambil tersenyum pada Yonghwa, seolah berkata ‘oppa ikuti aku’.

“Joohyun-ah?kau mau kemana? Jangan pergi”

Tetapi Joohyun tidak mendengar dan terus berlari. Dia berlari hingga ke jalan. Yonghwa melihat dengan horror ketika dia melihat dari arah kanan sebuah mobil merah dengan kecepatan yang lumayan tinggi

“JOOHYUN-AH, AWAS ADA MOBIL”  Yonghwa terus berlari tetapi dia terlambat, Joohyun berlari menyebrang jalan dan mobil itu menabrak tubuh Joohyun. Tubuh Yonghwa seketika membeku dan dia berjalan dengan lunglai menuju jalan raya. Mobil yang menabrak Joohyun sudah pergi, seolah tidak terjadi apa-apa. Yonghwa mencari tubuh Joohyun di jalan, tetapi tidak ditemukan, darahpun tidak ada.

“Joohyun, Joohyun-ah, Seo Joohyun kau kemana?”

“Hyung” Minhyuk, Jonghyun dan Jungshin menghampiri Yonghwa dengan nafas terengah-terengah.

“AAAAA SEO JOOHYUN” Yonghwa duduk ditengah jalan, dimana barusan dia melihat tubuh Joohyun tertabrak. Teman-temannya langsung menghampirinya dan mengajaknya untuk duduk dipinggir jalan.

“Joohyun, dia kecelakaan, gara-gara aku” jawab Yonghwa dengan lemas, dan tatapannya kosong”

“Hyung jangan menyalahkan dirimu”

“Ini karena aku. Sekarang dia pergi, dan tidak akan kembali. Aku harus menyusulnya”

“Hyung jangan seperti itu. Joohyun akan sedih jika dia melihatmu seperti ini. Dia ingin kau bangkit, melanjutkan hidupmu, dia tidak ingin kau larut dalam kesedihan. Dia ingin kau menerima kenyataan dan tidak menyalahkan dirimu sendiri” Jonghyun memeluk tubuh Yonghwa, sedangkan tubuh Yonghwa terasa kaku, dia tidak menggerakkan tubuhnya, tatapannya terlihat kosong. Teman-temannnya hanya bisa menangis melihat Yonghwa seperti ini.

“Hyung, ku mohon jangan seperti ini. Menangislah sekencang-kencangnya, jangan diam membisu seperti ini, kau membuat kami khawatir”

Yonghwa melihat Joohyun dibalik pohon besar diujung jalan, dia bisa melihat Joohyun menangis sambil tersenyum manis

‘saranghae oppa’ dan dia langsung menghilang. Ketika melihat Joohyun menghilang dibalik pohon besar, air matanya mengucur deras dan dia tidak bisa menahan air matanya untuk keluar, dia menangis histeris, dan menguburkan wajahnya dibalik dada Jonghyun, menumpahkan semua kesedihannya selama beberapa hari ini yang dia pendam.

“Mianhae, mianhae Joohyun-ah. Berbahagialah di sana, aku akan melanjutkan hidupku di sini, seperti yang kau mau, walau ini susah bagiku dan terasa tidak mungkin untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan”

“Saranghae, neomo saranghae.”

 

-4 HARI YANG LALU”

Hari ini adalah hari jadi Yonghwa dan Joohyun, sudah 3 tahun mereka berpacaran. Yonghwa sudah mempersiapkan pesta kecil dirumahnya. Dia memasak makanan kesukaan Joohyun, dia juga sudah menyiapkan cake, dan tentunya kado untuk Joohyun.

“Morning cantik. Happy 3rd anniversary”

“Happy 3rd anniversary too oppa”

“Kau sudah sampai di kampus? Maaf aku tidak bisa mengantarmu ke kampus hari ini, aku sedang sibuk mempersiapkan kejutan untukmu”

“Ey, Gomawo oppa”

“Kau pulang jam 12 kan hari ini? Cepat datang kerumahku setelah kau selesai kuliah”

“Ehm soal itu oppa, mianhae”

“Ne? ada apa? Jangan bilang kau tidak bisa merayakan 3rd anniversary kita?”

“Bukan begitu oppa. Tiba-tiba Hara tadi minta tolong padaku untuk menemaninya ke toko buku, dan dia meminta bantuanku untuk membantunya membuat laporan. Aku tidak bisa menolaknya oppa”

“MWO? Jadi kau lebih memilih  temanmu dibanding aku?”

“Bu-bukan seperti itu oppa, tapi Hara benar-benar membutuhkanku”

“Apa kau pikir aku tidak membutuhkanmu? Aku sudah mempersiapkan semuanya Joohyun-ah. Dan kau menghancurkannya”

“Oppa, bukan seperti itu, nanti malam kita masih bisa merayakannya. Aku akan ke rumahmu”

“Tidak usah”

Tut Tut Tut. Yonghwa langsung mematikan telefonnya, mengeluarkan baterainya dan melemparnya ke atas sofa.

Joohyun menghela nafas panjang.

“Joohyun-ah apa Yonghwa marah padamu?”

“Ani, sebentar lagi pasti dia akan menelepon aku lagi”

“Jangan bohong. Maafkan aku Joohyun-ah. Kau bisa membantuku mengerjakan laporan nanti malam saja, sekarang kau pergi menemui Yonghwa saja, dia sudah menyiapkan pesta kecil untukmu”

“Tapi, tapi bagaimana denganmu?”

“Tenang, aku bisa pergi ke toko buku sendiri”

“Benar, tidak apa-apa?”

“Ne. sekarang cepatlah temui Yonghwa”

“Terima kasih Hara-ya. Mianhae. Aku janji lain kali aku akan menemanimu”

@@@@@

Joohyun mencoba menelpon Yonghwa, tetapi nomernya tidak aktif. Di dalam bus dia tetap mencoba menelepon Yonghwa tetapi tetap saja, handphonenya tidak aktif.

Di sisi lain Yonghwa begitu kesal, dan emosi karena Joohyun tidak bisa merayakan 3rd anniversary mereka siang ini. Dia tau dia sedikit egois, tetapi menurutnya ini hari special mereka, dia harus menolak semua permintaan temannya, dan harus menghabiskan hari ini bersamanya. Dia butuh udara segar, jadi dia mencoba keluar rumah, karena jika dia berada di dalam rumah, mungkin dia akan melempar barang-barang yang ada dirumahnya.

@@@@

Joohyun sudah sampai dipiggir jalan depan rumah Yonghwa. Dia tetap mencoba menghubungi Yonghwa dan menyebrang tanpa menoleh. Di saat yang bersamaan Yonghwa baru keluar dari rumahnya dan melihat Joohyun sedang menyabrang. Dari arah kanan dia melihat sebuah mobil merah melintas. Reflek dia berlari dan berteriak memanggil nama Joohyun.

“JOOHYUN-AH AWAS ADA MOBIL?”

Joohyun mendengar orang berteriak memanggil namanya, dan dia tersenyum ketika tau orang itu Yonghwa. Dia melambai-lambaikan tangannya, dan sedikit aneh melihat Yonghwa berlari kearahnya dengan  ekspresi ketakutan. Di saat Joohyun  menoleh ke kanan, dia melihat mobil merah, dan dia hanya bisa terdiam, dan beberapa detik kemudian dia merasakan mobil itu menabrak tubuhnya dan tubuhnya terpental 2 meter.

BAM

Tubuh Yonghwa seakan membeku, dia melihat pacarnya ditabrak dihadapan matanya sendiri, dengan langkah gontai dia menghampiri tubuh Joohyun yang berlumur darah, dia langsung memeluk tubuh itu dengan erat.

“Joohyun-ah, Joohyun-ah bangun”

“Op- oppa. Mianhae” dia masih bisa tersenyum

“Stop, kau tidak salah. Aku yang salah, aku yang harus minta maaf. Kau tidak harus datang ke sini. Aku tidak harus egois” kata Yonghwa dengan suara yang mulai bergetar.

“Hush, oppa, jangan menyalahkan dirimu atas semua ini. Ini sudah takdir Tuhan, kau harus melanjutkan hidupmu walau tanpa aku. oppa… sa.. sarang.. saranghae” Joohyun menghembuskan nafas terakhirnya.

“ANDWEEEE, JOOHYUN-AH BANGUN”

“SEO JOOHYUN, JANGAN PERGI”

“Tolong, tolong, tolong panggil ambulans, tolong selamatkan Joohyun ku”

“ AAAAA Joohyun bertahanlah. Jebal”

 

THE END

Semoga kalian tidak bingung dengan ceritanya. dan maaf jika endingnya seperti ini. Saya gak suka sad ending, tetapi pengen buat FF sad ending. Ini terinspirasi ketika saya mendengar lagu Hoobastank – So Close So Far, ide ini sudah setahun yang lalu, tetapi karena otak saya miskin ide, jadi bingung mau nulisnya gimana. Alhasil baru hari ini ini FF jadinya. Jangan lupa Komen ^^

 

 

 

 

2 Comments

  1. ociii

    hiks sedih. udh nebak pst yong halusinasi huaaaa.😦
    yonghwa sampe depresi gitu ya. kasian pengen peluk yong huhu

    jangan buat sad ending deh vit. huhu
    kan pengennya yongseo bahagia terus hehe. tp cukup deh buat ngobatin kangen aku ke yongseo.

    keep writing🙂

  2. Makasih udah dibaca🙂 .

    Gak tega sebenarnya mau buat ff yongseo sad ending, makanya aslinya ff ini aku buat cast hyukstal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: