@VIVITDN | VIVITDNBOICE

My Fangirling World

MY EVERYTHING

Author            : @VIVITDN

Rating             : PG-13

Length            : One Shoot

Genre              : Romance, Fluff

Cast                :

1. Jung Yonghwa

2. Seohyun

Disclaimer      : My own plot

@@@@@@

Mempunyai seorang kekasih tidak pernah ada dalam bayanganku sebelumnya. Jangankan memiliki pacar, begitu akrab dengan pria saja tidak pernah. Aku Seo Joohyun atau Seohyun adalah seorang gadis bisaa yang hanya tertarik pada buku, belajar dan belajar. Apakah aku memiliki sahabat? Tentu aku memiliki sahabat, aku bukan tipe penyendiri yang sampai menolak berteman dengan siapa saja. Tetapi tentu saja sahabatku adalah perempuan. Tetapi semuanya berubah ketika aku mulai kuliah, ada seorang pria, dia seniorku di kampus, dia mulai mendekatiku mengajakku untuk menjadi temannya, membuatku yang pendiam menjadi sedikit lebih sering berbicara. Semuanya bermula ketika aku duduk sendiri di kantin, bisaanya aku bersama dengan sahabatku Nicole, tetapi hari ini dia ada kelas jadi aku sekarang duduk sendiri di kantin ini. Lalu tiba-tiba saja senior yang bernama Jung Yonghwa itu menghampiriku.

“Anyeyong haseyo, bolehkah aku duduk di sini?”

“Ne” jawabku sedikit gugup.

“Kenapa kau sendiri? Mana temanmu?” tanyanya ramah.

“Ne?”

“Bukankah bisaanya kau makan bersama temanmu yang berambut pendek itu?”

“Nicole?”

“Ne”

“Dia sedang ada kelas jadi aku sendiri. Tetapi, sunbaenim bagaimana kau tau kami?”

“Aku setiap hari di sini dan sering melihat kalian, jadi aku tidak asing dengan wajah kalian, walaupun sebenarnya aku tidak tau kalian.”

Aku hanya mengangguk mendengar penjelasannya. Siapa yang tidak kenal Jung Yonghwa di kampus ini? Semuanya tau dia, mahasiswa business faculty, pintar bermain music dan sering tampil dengan teman bandnya yang bernama CNBLUE. Dia anak seorang pengusaha terkenal, dia sangat kaya tetapi dia sangat sederhana, dan kalau boleh aku jujur dia good looking, senyumnya sangat manis, gigi gingsulnya membuatnya terlihat cute kalau tersenyum, jadi tidak heran jika dia punya banyak fans dan banyak yang mengantri untuk jadi pacarnya. Dan aku sangat heran bahkan tidak pernah membayangkan jika seorang Jung Yonghwa akan datang menghampiriku dan mengajakku berbicara. Aku pikir orang seperti dia hanya akan mengabaikanku, karena aku adalah mahasiswi bisaa yang bahkan tidak termasuk dalam jejeran mahasisiwi terkenal di kampus ini, jika kau Tanya pada mereka ‘Siapa Seohyun?’ mungkin mereka akan menjawab tidak tau.

“Hey, aku belum tau namamu,siapa namamu?”

“Ehm, Seohyun”

“Oh. Namaku Jung Yonghwa” katanya penuh senyum, pria ini senang sekali menebar senyum.

“Ne, saya sudah tau sunbaenim, kau sangat terkenal di kampus ini, jadi aku sudah tau namamu”

“Jeongmal? Aku tidak menyangka jika aku sangat terkenal di kampus ini”

“Ehm, kau kuliah di jurusan apa?”

“Performing arts”

“Maukah kau berteman dengan ku?”

“Ne?” aku kaget mendengar ucapannya, pria ini benar-benar tidak terduga, tiba-tiba datang mengajakku berbicara, dan sekarang dia memintaku menjadi temannya, apa aku sedang bermimpi?.

“Hey Seohyun-ah, kau mau apa tidak?”

Apa? Dia bahkan memanggilku dengan sapaan informal, dia memanggilku Seohyun-ah, bukan Seohyun-ssi ,padahal kita baru pertama kali bertemu.

“Kenapa kau diam? Maaf jika menurutmu aku tidak sopan, aku hanya memanggilmu dengan sapaan informal agar kita terlihat lebih akrab, bukankah kita akan menjadi teman?”

“Oh mianhaeyo sunbaenim, aku hanya sedikit kaget, tentu saja aku mau berteman denganmu, aku bahkan tidak pernah membayangkan bahwa seorang Jung Yonghwa akan berteman dengan gadis bisaa seperti ku?”

“Ya! Seohyun-ah aku juga pria bisaa sepertimu, aku bukan putra presiden.”

“Bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu sunbaenim?”

“tentu”

“Kenapa tiba-tiba sunbaenim memintaku menjadi temanmu? Dari sekian banyak orang di tempat ini, kenapa sunbaenim mendatangi mejaku, mengajakku berbicara dan memintaku menjadi teman sunbaenim?” aku bertanya sedikit ragu, aku takut pertanyaanku membuatnya tersinggung. Tetapi dia hanya tersenyum, lagi dan lagi dia menebar senyumnya.

“Karena aku ingin”

“Ne?”

“Karena aku ingin menjadi temanmu. Menurutku kau unik, aku sering melihatmu sendiri. Kau tidak seperti kebanyakan gadis yang suka berkumpul dengan teman-temannya membahas tentang liburan mereka, barang-barang yang ingin mereka beli dan macam-macam. Menurutku kau unik, dan aku ingin menjadi temanmu”

“Gamshamnida sunbaenim”

“Bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan sunbaenim? Panggil aku dengan panggilan akrab, misalkan oppa, Yonghwa oppa”

“Andweyo”

“Wae?”

“Aku merasa tidak sopan, kita baru saja bertemu sunbaenim”

“Tetapi kita sekarang adalah teman, aneh rasanya jika kita teman tetapi kau memanggilku sangat formal seperti itu”

“Ne, o-o-op-oppa” dengan ragu aku mulai memanggilnya dengan sebutan oppa. Dan lagi-lagi dia tersenyum, tersenyum sangat lebar.

“Gomawo”

Dan sejak saat itulah kita lumayan akrab, bahkan Yonghwa oppa juga akrab dengan Nicole juga. Dia sangat baik dan mood maker, dia selalu mengeluarkan candaan-candaannya, membuatku tertawa. Dia lebih aktif dari pada aku, aku sangat pendiam jarang sekali berbicara, dan Yonghwa oppa yang akan mulai pembicaraan, terkadang dia Tanya hal-hal random. Dan dia berhasil membuatku sedikit lebih aktif berbicara, aku bahkan tidak sungkan untuk mengomel padanya karena dia suka minum kopi dan itu tidak terlalu baik bagi kesehatannya jika dia sering meminumnya.

“Oppa, kenapa kau pesan ice coffee lagi? Itu tidak sehat untukmu, kenapa kau tidak pesan jus saja?”

“Ini minuman favoritku Hyun”

“Tapi oppa itu tidak sehat, aishhh”

“Cerewet, kalau begitu buatkan aku jus atau minuman apalah yang menurutmu itu sehat”

“Mwoya?”

“Buatkan aku minuman sehat setiap paginya”

“Ne?”

“Aku akan datang ke rumahmu setiap pagi dan buatkan aku minuman yang sehat”

“Mwoya?”

“Baiklah kalau begitu jangan cerewet kalau aku masih minum ice coffee, karena kau tidak mau membuatkan minuman untukku”

“Aniyo. Oppa aku tidak bermaksud seperti itu. Baiklah kau bisa datang ke rumahku setiap pagi”

“Jeongmal? Gomawo” dia tersenyum lebar dan tanpa sadar dia mencubit pipi kiriku.

“Aww appoyo”

@@@@@@

Pertama kali Yonghwa oppa datang ke rumahku itu rasanya aneh, aku sering mengundang teman-temanku main ke rumahku tapi semuanya adalah wanita, dan Yonghwa adalah pria pertama yang datang ke rumahku, aku dapat melihat keanehan di mata eomma saat dia melihat ada seorang pria bertamu di rumah kami, tetapi eomma tidak berkata apa-apa padaku, walau tidak mengatakannya padaku secara langsung tetapi aku bisa tau dengan jelas bahwa eomma senang melihat Yonghwa oppa datang ke rumah kami, mereka sempat bicara sebentar, entahlah apa yang mereka bicarakan karena aku sedang di dapur membuatkan minuman untuk oppa. Dan saat aku kembali eomma sudah tidak ada.

“Ini jus herbal untuk oppa, silahkan di minum”

“Gomawo. Apa ini?”

“Itu jus apel yang aku campur dengan susu”

“Mashita. Kau harus sering membuatkan minuman ini untukku”

“Oppa, ayo cepat habiskan minumanmu lalu kita segera ke kampus. 20 menit lagi aku ada kelas”

“Ne”

Semakin hari kita semakin akrab, dia sering datang ke rumahku, sering menjemput dan mengantarku kuliah, dia membuatku nyaman. Aku bahkan tidak sungkan meminta dia memainkan gitarnya sambil bernyanyi untukku, suara dia benar-benar bagus dan permainan gitarnya juga keren.

“Seohyun-ah ayo bernyanyi bersamaku”

“Aniyo. Suaraku jelek”

“Ayo kita bernyanyi bersama. Aku tidak peduli jika suaramu jelek”

“Aniyo, aku malu”

“Seohyun-ah, please”

Dan akhirnya aku menuruti keinginannya, aku ikut bernyanyi bersamanya,kita menyanyikan lagu Lucky milik Jason Mraz.

“Huwaaa, bagaimana kau bisa bilang suaramu jelek. Suaramu sungguh indah Seohyun-ah”

“Aniyo”

“Sungguh, suaramu indah sekali. Bagaimana bisa selama ini kau menyembunyikan suara indahmu itu” wajahku memerah mendengar pujiannya.

“Oppa, apa kau mau menemaniku ke took buku besok?”

“NE?”

Aku tidak mengerti pasti, dia kaget karena aku mengajaknya ke took buku atau kaget karena tiba-tiba saja aku mengajaknya keluar.

“Oppa tidak mau? Baiklah aku akan berangkat sendiri, aku rencananya mau mengajak Nicole tetapi besok dia kencan dengan Jinwoon”

“Ani, ani, ani, aku mau, sangat mau sekali”

“Jeongmalyo? Gamshamnida, aku besok akan membelikan sebuah buku self improvement buat oppa, sebagai rasa terimakasih ku”

“Buku self improvement?? It’s ok, aku akan dengan senang hati menerima hadiah apapun yang akan kau beri padaku”

@@@@@@

Aku begitu senang ketika sudah masuk ke took buku

“Oppa, ini salah satu buku favoritku dan aku ingin kau membacanya. Aku akan membelikan buku ini untukmu”

“Within The Dream Of The Attic”

“Ne, buku ini bagus, aku harap oppa akan menyukainya”

“Tentu, apapun yang kau berikan untukku aku akan senang menerimanya”

“Ehm, Seohyun-ah apakah kau ingin membaca buku jenis lain selain Self Improvement?”

“Hum? Selama ini yang aku baca adalah buku jenis self improvement dan buku-buku kuliah. Apa oppa ingin merekomendasikan buku jenis lain?”

“Bagaimana dengan buku tentang cinta atau dating? Maukah kau mencoba membacanya?”

“Ehmmm, baiklah, buku mana yang akan oppa rekomendasikan untukku?”

“Ini”

“Even With Love Be Smart” aku membaca sedikit review tentang buku ini, dan aku lumayan tertarik.

“Aku akan membacanya. Gamshamnida”

@@@@@@@

Mengenal Yonghwa oppa adalah anugrah buatku, pria ini benar-benar membuatku berubah, dari Seohyun yang pemalu menjadi Seohyun yang ceria dan bahkan aku juga sekarang lumayan akrab dengan teman-teman nya, walau tidak seakrab seperti aku dengan Yonghwa oppa. Malam itu tiba-tiba Yonghwa oppa mengirimkan pesan singkat.

‘sekarang aku tunggu kau di taman dekat rumahmu. Cepat, karena aku kedinginan menunggumu’

Aku melihat jam dinding dan ini sudah jam 9 malam. Kenapa mendadak sekali mengajakku bertemu malam-malam seperti ini. Aku langsung mengambil jaketku dan segera keluar menemuinya.

“Oppa ada apa? Kenapa malam-malam kau mengajakku bertemu? Tidak bisakah kau menunggu hingga besok?”

“Aku tidak bisa. Aku tidak bisa tidur sebelum aku bisa mengatakannya padamu”

“Ada apa? Kau membuatku takut, apa ada sesuatu yang buruk?”

Aku benar-benar tidak bisa berfikir dengan jernih sekarang, aku khawatir apa terjadi hal baru hingga dia tidak bisa tidur. Tiba-tiba saja oppa memegang kedua tanganku. Aku bisa merasakan tangannya dingin sekali.

“Oppa gwenchanayo? Kenapa tanganmu dingin sekali”

“Seohyun-ah, aku sungguh takut mengatakan ini padamu, aku harap kau tidak marah padaku”

“katakan saja oppa. Ada apa? Kau membuatku khawatir”

“Seohyun-ah, aku begitu sulit untuk mengatakannya, karena ini adalah kau”

“Ne?” aku semakin tidak mengerti dengan apa yang dia ucapkan.

“Seohyun-ah apapun yang aku katakan padamu, ku mohon jangan marah, dan berjanjilah kau akan tetap menjadi temanku”

“ayo oppa cepat katakan apa yang terjadi”

“Berjanjilah”

“Ne aku berjanji tidak akan marah padamu. Memangnya ada apa? Apa kau melakukan sebuah kejahatan?”

“Apa itu sebuah kejahatan jika aku jatuh cinta padamu?”

“Ne?” butuh beberapa detik bagiku untuk mencerna apa yang dia katakan barusan.

“Jangan bercanda”

“Aku serius Seohyun-ah. Aku mencintaimu. Kau terlalu polos untuk menyadari bahwa selama ini aku mencintaimu. Selama ini aku mengatakan pada diriku sendiri ‘tahan perasaanmu Yonghwa, jangan katakan perasaan sesungguhmu pada Seohyun, karena mungkin dia akan meninggalkanmu, dan kau akan kehilangan dia’, aku selalu mengatakan hal itu pada diriku sendiri setiap hari, tetapi hari ini aku tidak bisa lagi menahannya. Aku mencintaimu Seohyun, aku ingin menjadi lebih dari sekedar temanmu”

Aku hanya diam tidak mampu mengungkapkan kata-kata apapun. Aku mendengar dia menghela nafas ketika melihat aku masih terdiam tidak berkata apa-apa.

“Mianhae”

“Aniyo, jangan minta maaf. Aku yang harusnya minta maaf karena selama ini aku tidak pernah menyadarinya. Nicole pernah berkata padaku bahwa oppa mencintaiku dan itu terlihat dari cara oppa memperlakukanku,tetapi aku mengabaikannya, karena menurutku itu tidak mungkin”

“Lalu, maukah kau menjadi pacarku?”

“Aku tidak tau oppa, aku bingung, apa itu cinta? Dan kau tau aku tidak pernah punya pengalaman menjalani hubungan dengan pria manapun, aku takut bahwa aku akan mengecewakanmu. Dan aku sangat membosankan”

“Apa kau nyaman berada disampingku selama ini?”

“ye”

“Apa kau merindukanku jika aku tidak ada di sisimu?”
“Ye”

“apa kau sedih jika aku terkadang mengabaikanmu di kampus saat kita bertemu?”

“ye”

“Apa kau bahagia setiap kali aku menelfonmu dan mengirimu pesan tiap hari”

“Ye”

“Maka secara tidak langsung itu bias disebut kau sudah mencintaiku. Aku tidak peduli kau membosankan apa tidak, aku sudah menyukaimu sejak awal aku mengenalmu, kau begitu menarik, unik. Aku akan mengajarimu setahap demi setahap ”

“ye”

“Lalu, maukah kau menjadi pacarku” aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku

“YESSSSSS” dia berteriak dan reflek memelukku, aku bingung apa yang harus aku lakukan jadi aku hanya diam saja, jujur saja ketika dia memelukku aku merasakan ketenangan dan kehangatan.

“Ah mianhae, aku tidak bermaksud, aku hanya terlalu senang” dia salah tingkah dan langsung melepaskan pelukannya ditubuhku.

“Gwenchanayo. Aku yang harus minta maaf, karena aku tidak tau apa yang harus aku lakukan”

“apa kau menyukainya saat aku memelukmu?” aku menganggukkan kepalaku dan menunduk malu.

“Jika kau suka, maka peluklah aku balik.”

“ba-bagaimana caranya?” Dia langsung memelukku, menempatkan tangannya dipunggungku, lalu tangan kanannya menuntun tangan-tanganku ke punggungnya.

“Jika kau menyukainya maka peluklahyang erat” aku melakukan yang dia katakan, sungguh nyaman sekali memeluknya seperti ini. Aku bisa merasakan dia membenamkan wajahnya dirambutku, menghirup aroma rambutku.

“Saranghae” ucapnya tepat ditelinga kananku, membuatku merasakan sensasi geli.

Dia mengantarkan aku pulang, kami bergandengan tangan, malam ini dingin tetapi kenapa aku merasa hangat sekali.

“Good Night”

“Seohyun-ah” dia memanggilku sebelum aku membuka pintu rumahku.

“Ne?”

“Bolehkan aku men-mencium keningmu?”

“Tentu” Dia lalu berjalan pelan kearahku, kedua tangannya meraih wajahku dan dia memberikan ciuman di keningku.

“Gomawo, selamat malam” pipiku memerah karena ciumannya, aku hanya mengangguk dan segera masuk ke dalam rumah, aku malu dia akan menyadari wajah merahku.

@@@@@@@

Sudah 3 bulan hubungan kami berjalan, banyak hal-hal baru yang aku alami bersama Yonghwa oppa. Aku sungguh bahagia bersamanya. Aku bahkan tidak henti-hentinya memegang bibirku ketika aku mengingat kejadian di ruang music saat itu. Saat itu kelas sepi dan kita bermain piano bersama, bercanda bersama sambil tetap memainkan piano bersama, tetapi tiba-tiba saja mata kami bertatapan tajam, ruangan ini terasa sepi sekali, wajahnya mulai mendekati wajahku, dan aku hanya bisa menahan nafasku ketika wajahnya semakin mendekat.

“Bolehkah?” aku hanya mengangguk dan aku langsung menutup mataku, dan selanjutnya yang aku rasakan adalah bibirnya yang sudah menyentuh bibirku. Aku tetap menutup mataku, dan aku bisa merasakan sebuah tangan memegang kepalaku. Dan dia semakin menghisap bibir bawahku. Tangan lainnya memegang pinggangku dan menarik tubuhku agar lebih dekat dengan tubuhnya. Tangannya mulai meraba punggungku, membuatku reflek berpegang pada bahunya. Dia mengubah posisi wajahnya dan mulai mencium bibirku lagi, menghisapnya lebih dalam, semakin dia menghisap bibirku, reflek tanganku memeras bahunya. Lalu dia melepaskan ciumannya dan menatapku. Wajah kita memerah, dan aku mengatur nafasku. Beberapa menit kita hanya berpandangan tanpa berbicara sepatah katapun. Lalu selanjutnya yang aku tau, bibir kita kembali bertemu, entah siapa yang memulainya kali ini. Tiba-tiba saja aku sudah merasakan tangannya masuk ke dalam kaosku meraba punggungku. Aku hanya membiarkan tangannya bergerak naik turun. Ciumannya mula berpindah dari bibirku menuju daguku lalu turun keleher putihku. Aku tidak bisa menahan desahan muncul dari bibirku ketika dia menghisap leherku. Aku menutup bibirku dengan tanganku agar tidak mengeluarkan suara aneh iyu lagi.

“Jangan tahan Seohyun-ah” dia berbisik di telingaku lalu menjilat telingaku. Dan aku tidak bisa menahan lagi desahanku. Bibirnya kembali menyerang bibirku.

DRRRTTTT

“Yeoboseo, ne Nicole”

“Seohyun-ah, aku sekarang sedang di rumahmu, kenapa kau belum pulang? Aku mau meminjam bukumu”

“sebentar lagi aku pulang. Kau tunggu saja di dalam rumah”

“Ne”

“Oppa, ayo kita pulang, Nicole sedang menunggu di rumahku”

“Baiklah, tetapi bisakah aku menciummu sekali lagi”

“Andweyo”

“Wae?”

“Oppa kita harus pulang sekarang, dan aku tidak yakin oppa akan berhenti jika kau sudah mulai menciumku”

“Araso. Masih ada besok, besok, besok dan seterusnya, dan kita akan bisa berciuman lebih dari ini” dia menunjukkan senyum evilnya.

“Mwoya????”

-END-

New YONGSEO FF dari saya semoga reader suka, ceritanya sangat sederhana sekali, tetapi semoga readers tetap suka, jangan lupa komen J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: