@VIVITDN | VIVITDNBOICE

My Fangirling World

Loser Like Me (3/3)

Author            : VIVITDN

Rating             : T

Length            : Chapter

Genre              : Friendship

Cast                :

1. Kang Minhyuk CNBLUE

2. Lee Jungshin CNBLUE

3. Im Jinah/ Nana After School

4. Park Chorong APINK

Disclaimer      : My own plot

Note                : Please banget komen, komen kalian itu bikin author semangat buat ff, jika ff nya kurang apa gitu, silahkan kritik dan sarannya. Semoga endingnya gak bikin reader kecewa.

PART 1 | PART 2

@@@@@

Minhyuk merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dikepalanya terus terngiang-ngiang pembicaraan Nana dengan Shinbi saat di ruang tari tadi.

“Shinbi-ya, baik aku tekankan sekali lagi, aku tidak jatuh cinta pada Minhyuk dan ti-dak a-kan per-nah ja-tuh cin-ta pada SI BODOH MINHYUK”

“Perlu kau ketahui, aku dekat dengannya itu karena TERPAKSA, dia bisa ku manfaatkan untuk mengerjakan tugasku dan Jungshin, untuk menyuruhnya beli ini itu hahahaha. Dan satu lagi, sebenarnya aku sedang kesal dengan Chorong karena dia mengataiku bodoh dan berani melawanku jadinya aku melakukan semua ini untuk memberinya pelajaran, aku membuat Minhyuk membencinya hahaha. Chorong sebenarnya baik pada Minhyuk, dia yang selalu membela Minhyuk, dan sekarang dia sudah tidak ada disamping Minhyuk, jadi tidak akan ada lagi yang akan menggangguku ketika aku sedang menyuruh Minhyuk ini”

“Aku sungguh bodoh” Minhyuk menenggelamkan wajahnya pada bantal.

TOK TOK TOK

“Noona, ada apa?”

“Cepat turun dan makan”

“Nanti saja Noona, aku sedang tidak nafsu makan”

“Ada apa dengan adikku ini? Tumben gak nafsu makan” Minhyuk diam dan tidak membalas pertanyaan dari noona nya.

“Minhyuk-ah, ada apa? Ceritakan padaku?”

“Noona, apa menurutmu aku terlihat buruk? Apa penampilanku menyeramkan? Apa menurutmu gadis-gadis tidak tertarik denganku? Dan apa menurutmu tidak aka nada orang yang mau berteman denganku dengan penampilanku yang seperti ini?”

“Kenapa kau tiba-tiba Tanya seperti itu?

“Jawab saja Noona”

“Ehmm kau sebenarnya tampan, hanya saja ketampananmu kau sembunyikan, dan aku rasa para gadis-gadis akan mengejarmu jika dia melihat ketampananmu itu”

“Noona kau pasti berbohong. Aku adikmu pasti kau akan memujiku”

“Ya! Aku sungguh-sungguh, kau memang tampan, lihat noona mu ini cantik kan? Adikku Kang Minhyuk tentu tampan, hanya saja kau tidak pandai merawat diri dan tidak mau menunjukkan ketampananmu yang sesungguhnya”

“Jinjayo? Bantu aku noona, aku ingin terlihat tampan”

“Ne, noona akan bantu. Kau tidak perlu berubah banyak karena kau memang sudah tampan, kau hanya harus mengganti style pakaianmu. Cara berpakaian benar-benar tidak rapi, tidak menarik, tampak seperti orang tidak terawat dan rambutmu itu harus dipotong sedikit saja, rambutmu sudah panjang dan terlihat kusut”

“Terserah noona saja lah, aku pasrah pada noona”

“Oh iya satu lagi, jika kau ingin memikat hati gadis-gadis kau harus bersikap sedikit cool tapi ingat bukan sombong”

“Ok ok, gomawoyo noona”

“Oh ya Minhyuk satu lagi. Kata siapa tidak ada yang mau berteman denganmu? Kau punya Park Chorong, dia benar-benar tulus berteman denganmu, tidak peduli penampilanmu seperti apa.  Tetapi jika tiba-tiba banyak orang-orang yang berteman denganmu karena penampilanmu berubah, karena ketampananmu, itu berarti orang itu tidak tulus, dan itu bukan sahabat yang sesungguhnya”Minhyuk hanya tersenyum mendengar nasehat dari noona nya.


Ne, Park Chorong adalah sahabat terbaik di dunia. Noona Kajja kita turun aku mau makan, sudah lapar”

“Katanya gak selera makan?”

“Itu kan tadi noona, sekarang sudah nafsu lagi” Noona  Minhyuk hanya tersenyum melihat tingkah adiknya.

@@@@@@

Beberapa pasang mata tidak henti-hentinya memandangi pria ini. Dengan cueknya dia tetap melangkahkan kakinya menuju kelas tidak peduli bagaiman orang-orang ini memandangnya.

“Wow keren sekali” kata seorang mahasiswa, dan pria yang memakai kemeja putih dengan jaket kulit warna hitam ini, celana jeans hitam dan sepatu sneaker putih ini hanya menebar killer smilenya.

“Oh Tuhan, senyumnya benar-benar mematikan, aku tidak menyangka dia sekeren itu”

“Apa dia benar-benar Kang Minhyuk? Kemana kaca mata besarnya itu” Tanya mahasiswi yang lain. Dan sekali lagi Minhyuk hanya tersenyum mendengar bisikan-bisikan mereka yang terdengar oleh telinganya dan tatapan-tatapan kekaguman dari wajah orang-orang disekelilingnya. Minhyuk memasuki kelasnya, dan semua orang di kelas itu tidak henti-hentinya memandang kagum pada Minhyuk, tak terkecuali Jungshin dan Nana. Mereka tidak sadar kalau mulut mereka sampai menganga karena melihat perubahan Minhyuk. Jungshin mendengarkan bisik-bisik anak di kelas yang memuji Minhyuk, mereka bilang Minhyuk ternyata tampan, dia sangat sempurna, sudah tinggi, pintar dan tampan. Tetapi Jungshin tidak menyukai semua itu, dia merasa posisinya terancam, dia tidak suka ada yang lebih hebat dari dia. Tetapi tidak begitu dengan Nana, dia benar-benar terpesona dan terkagum-kagum dengan penampilan baru Minhyuk, tanpa dia sadari dia tersenyum sendiri memandang Minhyuk.

“Apa sih kerennya dia, masih lebih keren aku, iya kan jagi?”

“Jagi? Iya kan? Kenapa kau melamun?”

“Ah, mwo? Aku tidak mendengar ucapanmu?” Nana tidak bisa berkonsentrasi.

“Tsk, jangan bilang kalau kau juga terpesona dengan penampilan anak idiot itu” dengan kesal, Jungshin langsung keluar kelas meninggalkan Nana, bahkan saat berlintasan dengan Minhyuk dia sama sekali tidak menoleh. Nana segera berlari mengejar Jungshin, dan saat berpapasan dengan Minhyuk, dia diam beberapa detik dan memberikan senyum tulusnya “Anyeyong Minhyuk-ah, kau benar-benar tampan”

“Gomawo” Minhyuk hanya tersenyum pelit dan itu terlihat sangat cool dihadapan Nana, jantungnya berdetak lebih kencang menerima senyuman dari Minhyuk, sedetik kemudian dia tersadar dan segera berlari menyusul Jungshin.

Minhyuk duduk dikursi tepat di depan meja dosen, dan dia tidak menyangka jika dia akan dikerubungi oleh para gadis-gadis ini. Gadis-gadis ini dengan manjanya datang ke Minhyuk, minta ajarin tugas, atau hanya sekedar memberikan Minhyuk makanan, sungguh aneh mereka, padahal dulu tidak sedikitpun mereka mau mendekati Minhyuk. Minhyuk hanya tersenyum melihat mereka, dia sibuk celingukan, mencari seseorang, dan dia ingat ucapan noona nya kemarin,

“Oh ya Minhyuk satu lagi. Kata siapa tidak ada yang mau berteman denganmu? Kau punya Park Chorong, dia benar-benar tulus berteman denganmu, tidak peduli penampilanmu seperti apa.  Tetapi jika tiba-tiba banyak orang-orang yang berteman denganmu karena penampilanmu berubah, karena ketampananmu, itu berarti orang itu tidak tulus, dan itu bukan sahabat yang sesungguhnya”

“Mereka bukan sahabat sesungguhnya” gumam Minhyuk dalam hati.

@@@@@@

Jungshin langsung menyeruput jusnya begitu saja, dia benar-benar kesal, kenapa seluruh kampus ini tidak henti-hentinya membicarakan Minhyuk ‘hello, dia bukan selebritis kalian tidak perlu membicarakannya dan memujinya berlebih seperti itu’ itulah ungkapan hati Jungshin. Di kantinpun dia bisa mendengar beberapa orang disekitarnya memuji Minhyuk, bahkan gadis-gadis yang sedang duduk di depan Jungshin sampai berkata bahwa tatapan Minhyuk mampu menghentikan detak jantungnya. ‘Dasar kalian para yeoja, terlalu berlebihan’.

“Jagi kenapa kamu pergi begitu saja? Kamu marah? Aku memang buat salah ya?” Nana datang dengan nafas terengah-engah karena tadi berlari mengejar Jungshin. Jungshin diam tidak membalas pertanyaan Nana, dia hanya memberi tatapan sinis pada Nana.

“Jagi kau kenapa? Kau aneh sekali” kesal nana. Jungshin segera bangkit dan menatap mata Nana dengan kuat, membuat Nana sedikit takut dengan ekspresi Jungshin yang menurutnya sangat menyeramkan.

“Kau yang aneh, dulu kau membenci si idiot itu, mencibirnya, sekarang kau sepertinya tergila-gila padanya, kau sama saja” Nana langsung berdiri dan dengan gugup mencoba menjelaskannya pada Jungshin, walaupun sebenarnya hati kecilnya berkata bahwa dia benar-benar terpesona dengan penampilan baru namja itu, namja yang selalu dia bilang idiot.

“Jagi kau jangan salah paham dulu, aku benar-benar tidak tertarik dengan dia, tadi aku hanya bersikap berpura-pura baik seperti biasa saja, kenapa kau jadi marah, bukannya selama ini aku juga sering melakukannya, demi rencana kita jagi”

“Shit, tatapan matamu berkata lain, kau sama saja seperti gadis-gadis bodoh itu, dengan mudahnya kalian takluk pada si idiot itu hanya karena penampilan idiot itu berubah” Jungshin lalu pergi meninggalkan Nana, dia tidak tau apa yang terjadi pada dirinya, dia benar-benar emosi, Nana harusnya tidak menyusulnya di kantin karena saat ini emosinya tidak stabil dan dia tidak bisa mengontrol emosinya.

“Mianhae Nana, aku tidak seharusnya berbuat sekasar itu padamu, tetapi hari ini aku benar-benar kesal, kuharap kau mengerti dan mau memaafkanku” Jungshin langsung mengendarai mobilnya dan melaju entah kemana. Nana masih diam mematung di kantin,

“Ada apa denganmu Jungshin-ah? Kenapa kau begitu marah padaku? Kau tidak pernah marah-marah seperti itu padaku, kau selalu berkata dan bersikap lembut. Tatapan matamu biasanya penuh cinta, kau tidak pernah menatapku dengan tatapan penuh amarah seperti itu, dan dan dan k au mengatakan bahwa aku seperti gadis-gadis bodoh itu? Tega sekali dirimu, ini bukan Jungshin yang aku kenal” Air mata Nana mulai menetes, tiba-tiba tangannya ditarik seseorang, dan Nana jatuh dalam pelukan seorang namja? Tubuhnya sedikit kaget, dia berniat memberontak, tetapi sesudah melihat siapa namja itu, Nana tersenyum dan menerima pelukan dari namja ini.

“Jangan menangis Nana-ya”

“Gomawo Minhyuk-ah” Minhyuk lalu melepas pelukannya, dan menatap wajah Nana, dia menghapus air mata Nana dan menuntunnya ke kelas karena sebentar lagi dosen akan datang. Dari jauh Chorong melihat mereka, dia bahkan melihat pertengkaran Jungshin Nana. Chorong tersenyum pahit melihat Minhyuk tiba-tiba datang menenangkan Nana, disatu sisi dia kesal karena Minhyuk masih saja bersikap baik pada Nana di sisi lain dia bahagia karena kebaikan hati Minhyuk.

“Jika Nana bisa berubah menjadi baik dan bisa menerimamu dengan tulus, aku rela jika sahabatku Minhyuk bersamanya, tetapi jika dia hanya mau menyakiti Minhyuk, kau akan berhadapan langsung denganku Im Jinah” lirihnya

“… Minhyuk-ah kau bahkan mengubah penampilanmu, ini pasti efek karena kau jatuh cinta pada Nana? Yeoja ini benar-benar membuatmu berubah, tetapi jika perubahan itu adalah perubahan positif, aku akan menyukainya” Chorong lalu mengikuti langkah mereka menuju kelas.

Chorong duduk di belakang sendiri, saat berpapasan dengan Minhyuk di kelas, dia sama sekali tidak melihat kearah Minhyuk, dia melakukan itu bukan karena membenci Minhyuk, dia enggan menyapa Minhyuk karena takut Minhyuk akan mengabaikan dia lagi seperti waktu itu, dia takut Minhyuk masih menyalahkan dirinya atas kecelakaan kecil yang dialami Nana waktu itu. Sedangkan Minhyuk yang melihat tingkah Chorong, berfikir bahwa sahabatnya itu sekarang benar-benar kecewa dan membencinya, ‘Chorong-ah, mianhae, kau tetap sahabat terbaik yang aku miliki, tunggu sebentar lagi, aku akan kembali datang kepadamu, semoga kau mau memaafkanku’.

@@@@@@

Dua hari ini Nana sering berada dekat Minhyuk, dia benar-benar nyaman dekat dengan Minhyuk. Dia sepertinya mulai jatuh cinta pada Minhyuk, dia tidak lagi memanfaatkan Minhyuk untuk mengerjakan tugas-tugasnya atau menyuruh Minhyuk untuk membelikannya ini itu. Nana tidak lagi memperlakukan Minhyuk seperti “pesuruhnya”. Terkadang Nana kesal melihat Minhyuk dikerubungi gadis-gadis, dia ingin sekali menyingkirkan mereka dan mengusir mereka agar menjauh dari Minhyuk. Di kantin, di kelas dimanapun selalu saja Minhyuk diganggu gadis-gadis itu, kecuali di perpustakaan mereka tidak akan mengejar-ngejar Minhyuk , karena tentu saja di Perpustakaan dilarang ramai. Nana akhir-akhir ini sering mengajak Minhyuk ke Perpustakaan, alsannya karena dia ingin belajar, padahal itu hanya akal-akalan Nana yang tidak ingin diganggu oleh “fans-fans” Minhyuk. Aneh rasanya seorang Im Jinah pergi ke Perpustakaan, tetapi demi Minhyuk diapun rela pergi ke tempat yang menurut dia paling membosankan itu, tetapi jika itu bersama Minhyuk bagi Nana tidak akan terasa membosankan.

Sedangkan Jungshin selama dua hari ini tidak masuk kuliah dan Nana sama sekali tidak khawatir, dia sama sekali tidak menelfon atau mengirim pesan pada Jungshin. Nana selalu ingin berada dekat Minhyuk, tidak peduli jika dia harus naik bus seperti saat ini, asal itu bersama Minhyuk dia akan senang. Minhyuk hanya geleng-geleng kepala melihat perubahan mendadak Nana. Sungguh aneh gadis disampingnya ini, Minhyuk selalu ingat pembicaraan Nana beberapa hari lalu yang benar-benar menusuk hatinya.

“Shinbi-ya, baik aku tekankan sekali lagi, aku tidak jatuh cinta pada Minhyuk dan ti-dak a-kan per-nah ja-tuh cin-ta pada SI BODOH MINHYUK”

“Perlu kau ketahui, aku dekat dengannya itu karena TERPAKSA, dia bisa ku manfaatkan untuk mengerjakan tugasku dan Jungshin, untuk menyuruhnya beli ini itu hahahaha. Dan satu lagi, sebenarnya aku sedang kesal dengan Chorong karena dia mengataiku bodoh jadinya aku melakukan semua ini untuk memberinya pelajaran, aku membuat Minhyuk membencinya hahaha. Chorong sebenarnya baik pada Minhyuk, dia yang selalu membela Minhyuk, dan sekarang dia sudah tidak ada disamping Minhyuk, jadi tidak aka nada lagi yang akan menggangguku ketika aku sedang menyuruh Minhyuk ini itu”

Dan sekarang lihat sendiri, yeoja ini benar-benar takluk ditangan Minhyuk. Minhyuk hanya tersenyum sinis mengingat kejadian beberapa hari lalu itu.

@@@@@@

Pagi ini Jungshin mulai masuk kuliah, dia sungguh rindu dengan Nana. Dia sedih karena dua hari terakhir  Nana tidak menghubunginya. Mungkin Nana masih kesal padanya, begitulah yang ada dibenaknya. Tetapi dia sudah mempersiapkan kado untuk Nana dan berharap gadisnya itu akan memaafkannya.

“Jagi” Jungshin lalu mensejajarkan langkahnya dengan Nana dan merangkulnya, ketika melihat Nana datang. Nana hanya meliriknya sinis dan segera menyingkirkan tangannya dari pundaknya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Jungshin lalu memblok jalan di depannya agar Nana tidak bisa lewat.

“Apa lagi?”

“Jagi kenapa kau jadi begini, kumohon maafkanku, saat itu aku tidak bermaksud menyakiti hatimu, aku hanya terbawa emosi”

“I D-O-N-T C-A-R-E”

“Jagi kumohon maafkanku” Jungshin menggenggam tangan Nana. Nana berusaha melepaskan genggaman tangan Jungshin tetapi tenaga Jungshin terlalu kuat. Jungshin lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku celananya. Jungshin langsung membuka isinya dan dengan penuh senyum langsung memperlihatkan isinya kepada Nana.

“Jagi, kalung ini untukmu. Kumohonkan maafkan aku” Jungshin berusaha memakaikan kalungnya pada Nana, tetapi di luar dugaan ternyata Nana menepis tangan Jungshin dan kalung itupun terjatuh.

“Aku tidak butuh hadiahmu. Kau benar-benar telah melukai perasaanku, dan itu tidak bisa kau bayar dengan kalung itu. Dan satu lagi, berhenti memanggilku jagi, kita TIDAK ADA HUBUNGAN lagi, araso? Menjauhlah dariku” Nana langsung meninggalkan Jungshin, sedang Jungshin hanya mematung.

“Apa karena idiot itu?” Nana menghentikan langkahnya, kembali berbalik dan menatap mata Jungshin tajam.

“Jangan menyebutnya idiot. Kau yang idiot. Dia punya otak cerdas, sedangkan kau??????” Nana tersenyum sinis. Nana lalu melihat Minhyuk dari jauh, dia memanggil Minhyuk dan tersenyum manis sekali, Nana lalu menghampiri Minhyuk, mengabaikan Jungshin yang masih diam membatu.

“Nana-ya, dia Jungshin kan? Kenapa kau tidak bersamanya? Kau masih bertengkar dengannya?”

“Aish berhentilah membicarakan dia, jangan merusak moodku yang sudah buruk ini”

“Ne, mianhae” Minhyuk tersenyum pada Nana dan tiba-tiba dia melingkarkan tangan kirinya ke pinggang ramping milik Nana, dan berjalan bersama memasuki kelas. Jantung Nana berdetak sangat cepat sekali, bisa dipastikan wajahnya sekarang memerah, dia berjalan sambil menunduk karena tidak mau Minhyuk dan orang sekitarnya melihat wajah merahnya itu. Minhyuk sengaja menoleh ke belakang dan memberi senyum evil kepada Jungshin. Jungshin geram dan meremas tangannya sendiri saking kesalnya.

“Awas kau Kang Minhyuk, berani-beraninya kau mengajakku berperang”

@@@@@@

Di kelas, Nana duduk tepat bersebelahan dengan Minhyuk, sedangkan Jungshin duduk tepat di belakang Minhyuk. Dia menatap Minhyuk dengan penuh amarah. Sedari tadi dia terus meremas tangannya sendiri setiap kali melihat Nana tersenyum manis pada Minhyuk tepat di depan matanya.

“Selamat siang saudara-saudara. Silahkan tugas makalahnya di kumpulkan di depan” Kim gyosunim sudah datang. Minhyuk, Nana, dan seluruh siswa lainnya langsung mengumpulkan tugas mereka masing-masing ke depan. Tetapi tidak dengan Jungshin, dia tampak kebingungan ketika Kim gyosunim membicarakan tugas.

“sial, tugas apa?” gumam Jungshin pelan, tetapi Minhyuk mendengarnya. Minhyuk hanya tersenyum tipis mendengarnya.

“Saudara Lee Jungshin, mana tugas anda”

“Ehm, ehm Mianhaeyo gyosunim tugas saya sepertinya ketinggalan di rumah, tadi saya terburu-buru”

“Maaf saudara Lee Jungshin, anda silahkan keluar dan tidak bisa mengikuti perkuliahan saya hari ini”

“Ta ta tapi gyosunim saya sungguh sudah mengerjakan tugas yang anda berikan, dan ada di rumah”

“Sekali lagi, maaf saudara Lee, dan silahkan anda keluar dari kelas ini sekarang, ini sudah perjanjian dari minggu lalu, saya harap anda masih ingat” Jungshin hanya bisa menghela nafas panjang, rasa kecewa, kesal bercampur jadi satu. Dia langsung membawa tasnya asal dan keluar dari kelas.

“Saudara Lee Jungshin” panggil Kim gyosunim saat Jungshin sudah berada di ujung pintu.

“Ne, Kin gyosunim”

“Tugas anda kumpulkan di meja saya hari ini paling lambat 3 jam lagi. Jika anda tidak mengumpulkan, maka anda tidak bisa mengikuti ujian 3 minggu lagi, karena tugas itu syarat mahasiswa untuk mengikuti ujian mata kuliah yang saya ajar”

“Ti-tiga jam lagi paling lambat?” Kata Jungshin sedikit panik.

“Ye. Bukankah anda sudah mengerjakan? Silahkan anda pulang untuk mengambil tugas anda”

“Kenapa kau panik Lee Jungshin? Atau jangan-jangan kau belum mengerjakannya ya?” kata Minhyuk dengan tatapan sinis, dan diikuti oleh sorakan teman-teman yang lainnya.

“Tentu aku sudah mengerjakan, sebentar lagi akan ku ambil tugasku” Jungshin lalu segera pergi.

Minhyuk tersenyum puas, dan Nana juga tersenyum kepada Minhyuk.

“Kau hebat Minhyuk, dia memang harus diberi peljaran. Aku setuju denganmu, dia pasti belum mengerjakan tugasnya” kata Nana berbicara pelan pada Minhyuk. Minhyuk hanya tersenyum,

‘Kau aneh im Jinah, dulu kau dan kekasihmu itu sering sekali mentertawaiku jika aku diusir dari kelas. Dan sekarang kau tertawa bersamaku saat kekasihmu itu disuruh keluar dari kelas. Secepat itu rupanya kau berpaling dari Jungshin’ kata Minhyuk dalam hati. Dari belakang Chorong tersenyum melihat keberanian Minhyuk yang sedikit mempermalukan Jungshin di depan kelas.

Minhyuk-ah, kau bukan lagi Minhyuk si kutu buku, si loser. Kau bisa membuktikan pada orang yang suka meremehkanmu itu bahwa kau bisa jadi winner, dan mereka yang loser’ Chorong bicara dalam hati dan tersenyum bangga pada Minhyuk.

@@@@@@@

“Aishhh sial, ada apa dengan hari ini? Kenapa nasibku begitu sial? Nana yang tiba-tiba memutuskanku dan lebih memilih Si idiot itu, bahkan lebih buruknya lagi, dia menolak kalung mahal pemberianku. Padahal aku yakin si idiot itu tidak akan mampu membelikannya kalung semahal itu. Aish apa hebatnya anak itu dibanding aku?” Jungshin sangat kesal dan dia menjedotkan (?) kepalanya ke setir mobilnya.

“… Dan kesialanku ditambah lagi dengan kehadiran dosen sialan itu. Aku sama sekali belum mengerjakan tugasnya, arghhhh, untuk pertama kalinya aku diusir dari kelas, sungguh sial, dan si idiot itu berani-beraninya dia mempermalukanku di depan kelas”

“… Ini semua gara-gara penampilannya berubah. Kenapa tiba-tiba dia berubah seperti itu? Hari itu sebenarnya aku ingin memanfaatkan dia lagi, aku ingin menyuruhnya untuk mengerjakan tugas Kim gyosunim, tetapi gara-gara penampilan barunya itu aku jadi kesal dan belum sempat menyuruhnya mengerjakan tugasku” Jungshin menghela nafas panjang, dia lalu menghidupkan mobilnya dan melaju entah kemana.

@@@@@

Minhyuk dan Nana berjalan di taman belakang kampus yang cukup sepi dan duduk di bangku di bawah pohon. Minhyuk sedang asyik membaca surat-surat cinta dari fans-fansnya, sedangkan Nana yang melihatnya menjadi kesal.

“Minhyuk-ah, kenapa kau senyum-senyum sendiri membaca surat-surat itu?” kesal Nana. Minhyuk tidak menjawab dan tetap asyik membaca.

“Minhyuk-ah, aku tidak suka kau dikerubungi fans-fans mu, aku tidak suka kau mendapatkan surat-surat cinta dan hadiah-hadiah dari mereka. Aku cemburu Minhyuk-ah” Minhyuk menghentikan aktifitasnya dan menatap mata Nana.

“Waeyo?”

“*sigh* karena aku mencintaimu” kata Nana pelan.

Minhyuk berdiri dari duduknya

“Sayangnya aku tidak mencintaimu Nana-ya, mianhae” Nana membulatkan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.

“Mwo? Kau bercandakan Minhyuk? Aku tau kau mencintaiku selama ini”

“Ini kenyataan, dulu aku begitu tergila-gila kepadamu, tapi sekarang? Tidak sama sekali”

“Wae? Apa kau mencintai salah seorang fansmu?” Minhyuk hanya menggeleng.

“A – atau karena Jungshin? Aku sudah putus dengan Jungshin, aku lebih memilihmu” Air mata Nana serasa akan jatuh.

“Aniyo, bukan karena itu. Kau salah jika kau melepaskan Jungshin hanya untukku, Salah besar”

“Ta, tapi kenapa sekarang kau tidak menyukaiku?”

“Aku yang harusnya bertanya padamu Nana-ya. Kenapa sekarang kau mencintai idiot seperti aku ini, kenapa kau mencintai si loser ini? Kenapa kau mencintai si bodoh ini? Bukannya kau bilang bahwa kau tidak akan pernah jatuh cinta pada si bodoh Minhyuk”

“Minhyuk apa yang kau katakana? Aku tidak pernah berkata seperti itu” air mata Nana mulai jatuh.

“Jangan bohong Nana-ya, aku mendengar semuanya. Mendengar semua pembicaraanmu tentangku kepada Shinbi” Minhyuk masih menggunakan nada yang lembut dan tenang.

“Tapi, tapi aku tidak bermaksud seperti itu. Mianhae”

“Gwenchana. Aku justru berterimakasih, karena setelah itu aku sadar, apa itu sahabat? Dan siapa sabatku yang sesungguhnya. Gomawo karena kau sudah mencintaiku, tetapi maaf karena aku tidak bisa membalas cintamu” Minhyuk langsung pergi meninggalkan Nana sendiri. Nana tidak dapat menahan air matanya. Air matanya mengalir tiada hentinya, dadanya rasa sesak.

“Apakah ini yang namanya patah hati? Ini lebih sakit dibanding saat Jungshin mengabaikank, memarahiku seperti beberapa hari lalu. Ini jauh lebih sakit dari semuanya”

“Apakah ini yang namanya karma?”

“Mianhae Minhyuk-ah”

@@@@@@@@

Tok tok tok

Chorong langsung mendekati jendela kamarnya, menuju ke asal suara ketukan berasal. Dengan ragu dia membuka jendela kamarnya dan menengok ke kanan dan kiri, tetapi ternyata tidak ada siap-siapa. Chorong kembali menutup pintu kamarnya.

Tok Tok Tok

“Nuguseyo?” dengan was-was, Chorong segera mengambil sapu yang ada di kamarnya, dia membuka pelan jendelanya dan sudah siap jika seandainya ada pencuri, penculik dan sejenisnya.

WUAAAAAAAAA

KYAAAAA Reflek Chorong memukul makhluk yang ada di depannya dengan sapu yang dia bawa. Chorong memukul makhluk itu asal sambil menutup mata karena ketakutan.

“Pergi kau, pergi, pergi kau hantu”

“Aw aw aw, appo, apoyo, Chorong-ah hentikan, aw aw, Chorong-ah ini aku Minhyuk” Dengan susah payah Minhyuk berusaha membuka topengnya, agar Chorong berhenti memukulinya. Chorong segera menghentikan pukulannya, dan menatap wajah makhluk di depannya, dan ternyata benar dia adalah Kang Minhyuk.

“Minhyuk-ah? Mianhae? Ah jeongmal mianhae, aku tidak tau jika itu dirimu”

Chorong menggoyang-goyangkan tubuh Minhyuk, melihat dibagian mana tubuh Minhyuk yang terluka akibat pukulannya.

“Mianhae Minhyuk-ah, tanganmu lebam” tangan Minhyuk yang lebam karena dia menutupi wajahnya dengan ke dua tangannya, berusaha menghindari pukulan Chorong agar tidak melukai wajahnya.

“Gwenchana, ini juga salahku. Aku tadi menakutimu”

“Kenapa tiba-tiba kau menakutiku seperti tadi? Dan kenapa kau datang ke kamarku? Aku pikir kau masih marah padaku”

“Mianhae Chorong-ah, aku bukan sahabat yang baik untukmu. Aku menyalahkanmu, aku tidak mempercayaimu waktu itu” Minhyuk menunduk tanda menyesal.

“Mwo? “

“Aku sudah tau yang sebenarnya. Aku memang bodoh, sangat bodoh. Aku rela melepaskan sahabat terbaik sepertimu”

Chorong langsung memeluk Minhyuk

“Aku bahagia sekali, sahabatku telah kembali”

“Kau memaafkanku?” Tanya Minhyuk ragu. Chorong menganggukkan kepalanya, dan langsung memeluk Chorong.

“AW, apo” teriak Minhyuk, karena saking senangnya dia memeluk Chorong dengan kuat, dan membuat tangannya yang lebam-lebam terasa nyilu. Chorong hanya tertawa melihat Minhyuk merintih kesakitan.

“Kau ini, malah senang melihat sahabat kesakitan”

“Karena ekspresimu sangat lucu kekeke. Oh ya Minhyuk-ah, apakah kau dan Nana pacaran? Aku lihat hubunganmu akhir-akhir ini dan Nana akrab sekali”

“Ani”

“Wae? Aku rasa Nana mencintaimu”

“Ne, dia mencintaiku, tadi siang dia mengungkapkan perasaannya padaku. Tetapi aku bilang padanya bahwa aku sudah tidak mempunyai perasaan cinta untuknya”

“Kau? Mengatakan itu? Bukannya dulu kau tergila-gila padanya?”

“Itu dulu Chorong-ah. Tetapi sejak tau kalau dia selama ini hanya memanfaatkanku dan ingin menghancurkan persahabatanku denganmu, rasa cinta itu tiba-tiba hilang, sungguh aku kecewa”

“Lalu apa yang terjadi dengan Nana saat kau menolaknya?”

“Dia menangis. Dan aku meninggalkannya, jadi aku tidak tau setelah itu apa yang terjadi padanya”

“Tetapi aku piker kau masih menyukainya. Beberapa hari ini aku melihatmu sangat perhatian padanya. Atau jangan-jangan itu semua hanya acting? Kau ingin balas dendam? Termasuk penampilan barumu ini? Apa ini semua rencanamu untuk balas dendam?”

“Bukan dendam Chorong-ah, aku hanya ingin memberi mereka pelajaran saja agar mereka sadar. Aku bukan orang yang pendendam, kau mengenalku dengan baik kan? Walau aku sakit hati dengan mereka, aku berusaha memaafkan mereka walau itu berat”

“… dan aku memang sengaja merubah penampilanku, aku hanya ingin tau siapa yang tulus berteman denganku dan siapa yang tidak tulus. Dan aku melakukan ini semua agar Nana dan Jungshin di masa akan datang tidak akan memandang rendah orang lain, tidak akan seenaknya memanfaatkan orang lain”

Chorong tersenyum lalu memeluk Minhyuk.

“Itulah yang aku suka dari Kang Minhyuk, dia benar-benar baik hati, dan tidak pendendam”

Minhyuk melepaskan pelukan Chorong

“Bagaimana penampilan baruku? Aku terlihat cool? Apa kau terpesona padaku?” goda Minhyuk

“Tsk, siapa yang terpesona padamu? Aku tidak seperti gadis-gadis itu.  Kau sama sekali tidak tampan menurutku”

“Ayo mengaku saja, kau pasti terpesona dengan ketampananku ini kan?” Minhyuk mengerlingkan matanya.

“Aish, jinja, sejak kapan kau jadi playboy seperti ini”

Minhyuk terus menggoda Chorong, dia sengaja menyenggol lengan Chorong. Karena saking kesalnya Chorong memukul tangan Minhyuk dengan guling.

“Aw, apoyo, sejak kapan kau jadi perempuan sadis seperti ini. Sudah tau aku kesakitan masih saja kau menganiayaku”

Kedua sahabat ini bercanda bersama-sama, lalu duduk di jendela memandangi hamparan langit yang bertabur bintang.

“Best friend forever” mereka menyatukan jari keliling mereka, dan tersenyum bersama.

END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: