@VIVITDN | VIVITDNBOICE

My Fangirling World

Loser Like Me (1/3)

Author            : Vivit

Rating             : T

Length            : Two Shoot

Genre              : Friendship

Cast                :

1. Kang Minhyuk CNBLUE

2. Lee Jungshin CNBLUE

3. Im Jinah/ Nana After School

4. Park Chorong APINK

Disclaimer      : My own plot

Note                : Sudah lama saya gak nulis FF, gak ada ide sama sekali. Semoga Readers pada suka FF saya yang ini. Happy reading.

@@@@@@

Seorang pria tinggi kurus berusia 20an dengan kacamata besar yang selalu setia dia pakai, sedang berlari tergesa-gesa. Saking tergesa-gesanya tidak terhitung berapa orang yang sudah dia tabrak.

“Ya! Kau tidak punya mata apa?” teriak seorang wanita yang menjadi korban pria bernama Minhyuk ini.

“Oh mianhaeyo aku tidak sengaja” Kata Minhyuk sambil berjalan mundur sambil membungkuk pada wanita yang sudah dia tabrak. Karena tidak melihat jalan di depan, sekali lagi dia menabrak orang yang berada di belakangnya.

“Ya! Minhyuk , apa matamu buta? Bahkan kaca mata mu ini tidak mampu membantumu melihat dengan jelas? Kalau jalan lihat-lihat” Seorang pria bertubuh besar yang ditabrak oleh Minhyuk begitu marah pada Minhyuk, tetapi lagi-lagi Minhyuk hanya bisa bilang ‘maaf’ dan terus saja berlari tidak peduli kalau orang yang ditabraknya masih belum selesai menceramahinya. Dan lagi dan lagi, di lorong kampus dia menabrak seorang wanita kutu buku yang sedang memegang tumpukan buku ditangannya, alhasil buku-buku yang dipegang wanita itu bertebaran di lantai.

“Oh, mianhaeyo” Minhyuk segera saja berlari tanpa membantu merapikan buku-buku yang jatuh itu. Sebenarnya Minhyuk tidak enak hati, dia ingin sekali membantu wanita itu sebagai wujud pertanggung jawabannya, tetapi dia sedang dikejar waktu dan sangat tidak memungkinkan baginya untuk membantu wanita itu.

“Ya! Dasar namja tidak tau diri, bukannya nolongin malah kabur, awas kau” teriak wanita itu, saking kesalnya wanita itu melempar kamus kepada Minhyuk dan kamus itu melayang tepat di kepala Minhyuk. Minhyuk hanya merintih kesakitan dan menoleh kebelakang sambil membungkuk dan mengelus kepalanya yang sakit.

“Ah sial sial sial sial, kenapa hari-hariku selalu sial, seandainya aku punya elang (?) , mungkin aku sudah sejak tadi sampai di kampus , dan tak akan telat seperti ini, dan tentunya tidak akan mengalami nasib sial seperti ini” Minhyuk mengacak-acak rambutnya sambil terus berlari menuju kelasnya.

“Anyeyong hosh hosh Haseyo hosh hosh” Kata Minhyuk sambil terengah-engah begitu masuk ke dalam kelas. Dia sibuk mengatur nafas dan masih berdiri di dekat pintu, tidak peduli bagaimana tatapan dosen dan teman-teman di kelasnya.

“Tuan Kang, kau tau sekarang jam berapa?”

“Mollaso gyo su nim,hosh hosh, yang jelas saya sadar saya telat” jawab Minhyuk seadanya sambil mengatur kembali nafasnya.

“Lebih baik kau pulang saja Minhyuk, sebentar lagi kelas juga akan berakhir” jawab salah seorang mahasiswa di kelas itu, dan kemudian diikiuti tawa diseluruh ruangan, kecuali satu orang yang tidak tertawa, dia sungguh kasihan melihat nasib sahabatnya yang dimatanya begitu terlihat menyedihkan.

“Maaf tuan Kang anda sudah telat 30 menit jadi anda tidak bisa mengikuti kelas saya hari ini”

“Tapi Kim gyo su nim saya tidak bermaksud untuk datang terlambat, sepeda saya bannya bocor” Kata Minhyuk memelas.

“Maaf tuan Kang”

“Makanya sepeda bututmu itu harus dimusiumkan” kata Lee Jungshin. Dia adalah salah satu mahasiswa paling terkenal dan terkaya di kampus ini, tapi sangat sombong.

“Dimusiumkan? Ani jagi, sepertinya tidak akan ada satu musiumpun di Korea yang mau menerima sepeda rongsokannya itu” tambah Nana, sambil memainkan kuku-kukunya.

Orang yang dari tadi tidak tertawa melihat sahabatnya jadi bahan tertawaan teman sekelas akhirnya bicara juga.

“Gyo su nim, Kang Minhyuk sudah berusaha datang kesini, apakah gyo su nim tidak bisa melihat usaha dia untuk mengikuti kelas ini, jika dia mau mungkin dia sudah bolos, tidak perlu kecapekan berlari untuk sampai di kelas ini” jelas Chorong panjang lebar. Ya gadis ini bernama Chorong dan dia sahabat Minhyuk.

“Usir saja Minhyuk, gyo su nim. Dia telat jadi dia tidak boleh mengikuti kelas ini, jangan dengarkan ucapan yeoja ini, dia sahabat Minhyuk pastilah membela namja kutu buku itu”

“Ya! Jungshin dasar kau, “

“Sudah sudah, Chorong-ssi, silahkan tenang atau anda harus keluar juga. Ini peraturan, jadi tuan Kang silahkan anda keluar”

Minhyuk akhirnya keluar dari kelas diikuti sorakan dari teman-temannya di kelas. Chorong hanya bisa menatap melas pada Minhyuk, dia merasa bersalah tidak dapat membantu sahabatnya itu. Minhyuk hanya tersenyum pada Chorong dan senyumannya bisa diartikan ‘gwenchana Chorong-ah’.

@@@@@@@@

Minhyuk hanya berjalan tanpa arah disekitar kampus, dia ingin ke kantin tapi ternyata dia lupa bawa dompet. Pagi ini Minhyuk bangun kesiangan, karena itulah dia jadi jalan-jalan terburu-buru hingga lupa membawa dompetnya, dan sialnya di tengah jalan sepeda kesayangannya itu malah ban nya bocor, dan dia meninggalkan sepedanya begitu saja, toh menurut dia tidak akan ada orang yang mau mencuri sepedanya itu.

“Ahhh lapar” keluh Minhyuk sambil memegangi perutnya. Sekarang dia berada di perpustakaan, ya setidaknya menurut Minhyuk perpustakaan adalah tempat yang aman baginya, sangat tenang, dan dia bisa tidur di kelas untuk menghilangkan rasa laparnya.

“Ah karena tadi terlalu terburu-buru aku belum sempat makan” keluh Minhyuk.

“Makanlah roti ini”

“Mwo?” Minhyuk menoleh kebelakang dan dia tersenyum ketika mengetahui siapa orang yang menawarinya roti.

“Chorong-ah, kau kenapa ada di sini, bukannya kelas Kim gyo su nim belum selesai” Tanya Minhyuk heran.

“Aku tadi ijin mau ke toilet, makanlah roti ini kau pasti terburu-buru tadi sampai lupa makan”

“Gomawo, kau betul-betul sahabat yang baik, bahkan kau tau kalau ssekarang aku sedang berada di Perpustakaan”

“Aku mengenalmu bukan hanya sehari dua hari, jadi aku sudah paham betul sifatmu, termasuk tempat persembunyianmu ini. Sudahlah cepat makan, aku harus kembali ke kelas sebelum gyo su nim curiga”

Minhyuk tersenyum melihat sahabatnya itu.

“Chorong-ah kau begitu baik” Kata Minhyuk sambil makan rotinya, tentunya sembunyi-bunyi karena jika ketahuan oleh penjaga perpustakaan, maka dia bisa diusir.

@@@@@@@@

Minhyuk dan Chorong sekarang sedang berada di kantin, setelah menyelesaikan kuliah jam pertamanya, Chorong mengajak Minhyuk ke kantin.

“Gomawo Chorong-ah kau mentraktirku hari ini, kau benar-benar sahabat yang paling peduli padaku”

“Kalau tidak peduli, bukan sahabat itu namanya” Kata Chorong seadanya.

Minhyuk tiba-tiba menghentikan aktifitas makannya ketika dia melihat seorang gadis yang sedang duduk manis di kantin yang sama dan jaraknya 7 meter dari tempat duduk Minhyuk sekarang. Minhyuk begitu terpesona melihat gadis itu, tanpa dia sadari dia tersenyum sendiri melihat gadis itu. Chorong yang heran melihat tingkah Minhyuk, jadi menoleh kebelakang dan dia hanya bisa menarik nafas panjang ketika tau siapa gadis yang sedang diperhatikan Minhyuk dari tadi.

“Aish kau masih menyukai gadis itu rupanya?”

Minhyuk hanya diam dan tetap asyik menatap gadis di depannya itu. Chorong lalu melempar kotak tissue yang ada di depannya kepada Minhyuk, untuk menyadarkan Minhyuk.

“Ya! Kang Minhyuk, sudah berhenti menatap gadis itu, jika namja chingu nya tau kau sedang menatap gadis itu seperti itu, kau bisa dihabisi”

“Aishhh kenapa kau harus mengingatkanku kalau dia sudah punya namja chingu” kata Minhyuk sambil mengerucutkan bibirnya, dan kembali menekuni makanannya dengan tidak semangat.

“Karena itu faktanya. Dan dari sekian banyak wanita kenapa kau harus menyukai yeoja sombong itu. Dia itu jahat padamu, selalu memandang rendah dirimu, kenapa bisa kau malah menyukainya? Harusnya kau malah membencinya”

“Love is blind” jawab Minhyuk seadanya.

“Tapi cintamu sudah terlalu buta. Kenapa kau bisa jatuh cinta pada orang yang bahkan melihatmu saja dia seperti jijik”

“Hentikan Chorong-ah, tidak bisakah kau mendukung sahabatmu ini, bukan malah menghancurkan harapannya”

“Aku akan mendukungmu, tapi tidak dengan yeoja itu, karena yeoja itu tidak pantas menerima kebaikanmu. Dia terlalu jahat padamu, terlalu sombong sama seperti kekasihnya si Lee Jungshin itu”

“Kenapa kau begitu membencinya? Dia tidak jahat kok”

“Ya Tuhan, Minhyuk kau benar-benar buta. Bagaimana mungkin kau bisa menganggap Nana tidak jahat? Bahkan di kelas tadi dia sudah meremehkanmu, dia menghina sepedamu”

“Yang dia katakan memang benar, sepedaku memang seperti rongsokan. Chorong-ah janganlah kau membencinya”

Chorong hanya bisa menghela nafas panjang untuk yang kesekian kalinya, dia sudah kehabisan kata-kata untuk menasehati Minhyuk.

“Jagi, mianhae kau sudah terlalu lama menungguku” kata Jungshin, dan duduk di kursi sebelah Nana.

“Lama sekali Jagi, kau kemana saja? Huh aku kan lapar dari tadi, tapi kau datang terlambat”

“Mianhae, jangan ngambek lagi dong, nanti cantiknya hilang” Goda Jungshin sambil memegang dagu kekasihnya itu. Minhyuk yang melihat pemandangan di depannya hanya bisa kecewa, ya dia sangat sadar bahwa Nana sudah memiliki Jungshin, dan dia kalah jauh dari Jungshin.

“Dasar anak manja, baru juga 5menit yang lalu, sudah bilang lama menungguku” Kata Chorong pelan.

@@@@@@@@

Pagi ini tidak seperti biasanya, Minhyuk datang tidak terlambat. Sekarang dia baru saja memarkirkan sepeda kesayangannya itu dengan penuh senyum.

“Kang Minhyuk” Panggil Chorong ketika dia melihat Minhyuk.

“Anyeyong, Chorong-ah”

“Wuah wuah wuah Minhyuk hari ini tidak datang terlambat, tumben.” Kata Chorong sambil menepuk pelan punggung Minhyuk.

“Aku kan ingin berubah, tidak mau menjadi Mr Late lagi, hehehehe”

Mereka lalu berjalan bersama menuju kelasnya

GUBRAK

Reflek, Minhyuk dan Chorong menoleh ke belakang dan mereka kaget ketika melihat sepeda Minhyuk roboh karena disenggol oleh mobil Hitam yang sudah mereka ketahui siapa pemilik mobil itu. Si pemilik mobil keluar dari mobilnya.

“Aishhhh, gara-gara barang rongsokan ini parkir sembarangan mobilku jadi lecet begini”

“Ya! Lee Jungshin, kau tidak punya mata? Lihatlah sepeda yang kau tabrak itu, jadi penyok begitu akibat mobil rongsokanmu ini” Jungshin yang tidak terima mobilnya dibilang rongsokan sangat marah, matanya membulat penuh amarah.

“Ya! Berani-beraninya kau mengatai mobilku rongsokan, apa kau mampu membeli mobil seperti ini?”

“Ahh jagi, mobilmu tidak apa-apa kan? Ah mianhae, aku tidak menyetit dengan baik”

“Gwenchana jagi, ini bukan salahmu, tetapi salah orang idiot ini, kenapa dia parkir sepeda rongsokan sembarangan” katanya sambil menunjuk Minhyuk.

“Mianhae, lain kali aku akan parkir sepedaku dengan benar” katanya penuh penyesalan.

“Jangan minta maaf pada mereka Minhyuk-ah, ini salah mereka harusnya mereka yang minta maaf karena mereka sudah menabrak sepedamu dan membuat sepedamu jadi rusak seperti ini”

“Dan kau Nona Im Jinah, jika kau tidak bisa menyetir janganlah menyetir, parkir mobil saja tidak bisa. Dan buat kau tuan Lee Jungshin jangan mengatai temanku idiot lagi, dan jangan menghina orang seenakmu saja, dasar manusia tidak punya perasaan. Jika kau dihina pasti kau sakit hati kan? Setidaknya minta maaflah kau pada Minhyuk”

“mwo? Aku minta maaf pada idiot ini? Oh TIDAK AKAN” kata Jungshin sambil menendang sepeda Minhyuk.

“KAU… Aku doakan kau dan mobil kesayanganmu ini akan mengalami kecelakaan dan hancur berantakan” Kata Chorong mulai geram

“Chorong-ah sudahlah hentikan, tidak baik kau menyumpahi orang seperti itu” Minhyuk mendirikan sepedanya dan menarik Chorong untuk segera pergi.

“Jagi kajja kita pergi, berbicara dengan dua makhluk idiot ini hanya akan membuang-buang emosimu. Berbicara dengan orang-orang loser tidak ada gunanya” kata Nana sambil bergelayut manja di tangan Jungshin.

“LOSER? Kau yang loser gadis bodoh”

“Mwo, kau……?????”

Minhyuk menarik paksa Chorong untuk segera meninggalkan parkiran.

“Lepaskan Minhyuk, aku belum selesai bicara dengan mereka” Minhyuk tidak mendengarkan ucapan Chorong dan tetap saja menarik Chorong agar menjauh.

“Park Chorong, berani-beraninya kau mengataiku Gadis bodoh. Kau akan mendapatkan hukumannya, lihat saja nanti” Kata Nana penuh emosi saat Chorong dan Minhyuk sudah menghilang dari hadapan mereka.

“Tenang jagi, jangan dengarkan ucapan orang-orang idiot itu. Dia hanya iri denganmu, karena dia tidak mampu menjadi sepertimu”

@@@@@@@@

“Minhyuk-ah kenapa kau malah membawaku pergi? Aku belum selesai bicara pada mereka?

“Sudahlah Chorong-ah aku tidak ingin kau membuat masalah dengan mereka, sudahlah kita mengalah saja”

“Aishh kau ini, dihina seperti itu kau tidak marah? Argh kau tau aku tadi ingin menendang mobilnya dan mencorat-coret mobil si tuan sombong itu, dan satu lagi, aku ingin mencakar dan menjambak rambut yeoja sok cantik yang hanya bisa memainkan kuku dan rambutnya itu”

“Sabar-sabar, kajja kita makan ramen saja biar emosimu mereda, biar aku yang teraktir”

@@@@@@@

Nana melihat Chorong pulang sendirian menuju halte bus, dia langsung pergi untuk mengejar Chorong.

“Kesempatan bagus” gumamnya.

“Jagi mau kemana, tunggu sebentar”

“Maaf jagi kau kau pulang sendiri saja hari ini, ini urusan yeoja”

“Baiklah, hati-hati di jalan, jika ada apa-apa denganmu, segera hubungi aku”

“Ne”

Nana lalu meninggalkan Jungshin sendiri dan berjalan mendekati Chorong.

“Ehem, kemana sahabat idiotmu itu? Kenapa berjalan sendirian” Chorong yang merasa tak asing dengan suara itu langsung menoleh ke belakang”

“Kenapa kau mencari sahabatku? Mau minta maaf padanya?  Atau Mau menghinanya lagi” jawabnya dingin.

“Aku? Minta maaf pada Minhyuk si kitu buku? Oh yang benar saja, bisa hancur harga diriku”

“Kenapa TUAN PUTRI NANA pulang sendirian? Apakah pangeranmu itu sudah meninggalkanmu demi tuan putri yang lain?”

“Pangeran Jungshin tidak akan meninggalkanku, karena aku terlalu berharga untuk dilepas”

“Berharga? Bagiku kau adalah sampah” Nana langsung menarik pundak kiri Chorong dari belakang karena tidak terima dengan perkataan Chorong.

“Ya! Berani-beraninya kau mengataiku sampah? Siapa kau? Bahkan kau lebih rendah dariku”

Dengan santai Chorong melepaskan tangan Nana dari pundaknya dengan cukup kasar.

“Wae? Tidak suka? Jangan pernah menghina orang lain jika kau tidak mau dihina” Chorong tetap saja melanjutkan langkah kakinya, sadangkan Nana sangat geram menerima perlakuan dari Chorong. Dia menoleh kesamping dan melihat Minhyuk sedang menggunakan sepedanya yang agak bengkok karena tadi sudah dia tabrak.

“Ide bagus” kata Nana yang tiba-tiba mendapatkan pencerahan (?), dia lalu mengejar Chorong.

“Park Chorong, katakan pada sahabatmu Minhyuk, berhentilah untuk mengejarku, dia seperti seorang psycho yang terlalu menggilaiku, jika kau bilang aku sampah maka temanmu itu lebih sampah, bahkan di kampus ini tidak ada yang mau berteman dengannya kecuali kau, dia benar-benar loser. Dia tidak akan mampu bersaing dengan Jungshin, jadi katakan padanya berhenti menyukaiku karena aku tidak sudi disukai oleh arang seperti itu” Nana lalu menarik pundak Chorong kembali, tapi kali ini lebih kasar. Chorong yang tidak terima sahabatnya dihina benar-benar kehilangan kesabaran. Dia menghentikan langkah kakinya, tanpa menoleh ke belakang dia menarik tangan Nana lebih kasar dari sebelumnya, bahkan saking kasarnya, Nana sampai terjatuh

“Berhenti berbicara buruk tentang Minhyuk” teriaknya pada Nana tanpa menoleh ke belakang.

CIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT suara mobil yang tiba-tiba mengerem mendadak, Nana jatuh dan merintih kesakitan karena sedikit mengalami luka lecet dibagian dahinya dan lututnya. Chorong yang kaget langsung menoleh ke belakang dan langsung menghampiri Nana. Chorong tidak sadar, saat dia menarik tangan Nana dengan keras, membuat Nana terjatuh di pinggir jalan dan tiba-tibaada mobil melintas dari belakang.

“Nana Mianhae apa kau tidak apa-apa?” panik Chorong.

Minhyuk yang dari jauh melihat Nana diserempet mobil langsung menghampirinya.

“Park Chorong, apa kau masih marah padaku karena aku tadi menabrak sepeda Minhyuk? Aku tadi tidak sengaja, lalu kenapa kau tega membalasnya dengan mendorongku di jalan seperti ini? Jika tadi mobil itu tidak ngerem mendadak, mungkin aku sudah mati ditabrak”

“Mwo? Apa maksudmu? Aku tidak sengaja mendorongmu”

“Nana apa kau tidak apa-apa?” panik Minhyuk.

“Gwenchana”

“Chorong-ah kenapa kau tega mendorong Nana”

“Minhyuk aku tidak mendorongnya. Sungguh”

“Tapi aku melihatnya sendiri. Kau menarik tangannya dengan keras hingga dia terjatuh”

“Ya! Ada apa denganmu aku ini temanmu, apa selama ini aku sejahat itu?”

“Mianhae Chorong, aku tau kau marah padaku, padahal tadi aku menanyakan Minhyuk padamu, aku ingin menanyakan tentang sepeda Minhyuk, aku ingin memperbaikinya karena aku telah menabrak sepeda itu tadi” Nana berakting sedih dihadapan Minhyuk dan Chorong.

“YA! Kau…… benar-benar manusia bermuka dua, tadi kau tidak bilang seperti itu” Chorong mau menarik baju Nana karena kesalnya, tapi Minhyuk menahannya.

“Park Chorong apa yang mau kau lakukan? Kau mau memukulnya? Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau jadi jahat sekarang” bentak Minhyuk.

“Minhyuk-ah percayalah padaku, apa yang dikatakan yeoja ini bohong, dia tadi menggangguku, menghinamu dan membuatku marah”

“Hiks hiks apa kau semarah itu padaku sampai kau tega memfitnahku Chorong-ah”

“Ya! Yeoja bermuka dua, kau pintar acting juga rupanya” Geram Chorong.

“HENTIKAN” teriak Minhyuk, dan membuat Chorong kaget, karena selama ini sahabatnya itu tidak pernah membentaknya.

“Kajja Nana-ya aku akan membawamu ke rumah sakit” Tanpa menghiraukan Chorong, Minhyuk langsung membawa dan memapah Nana, dia menyetop Taksi dan membawa Nana ke rumah sakit.

“Gomawo Minhyuk-ah, ini salahku mungkin perkataanku tadi pagi begitu menyakitkan sehingga Chorong tega melakukan ini padaku”

“Kauuuuuuuuu, arghhhhhhhh” Chorong langsung berlari meninggalkan mereka berdua.

“Kena kau, hahahaha Minhyuk bodoh” gumam Nana dalam hati.

-TBC-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: