@VIVITDN | VIVITDNBOICE

My Fangirling World

[SONGFIC] ILLUSION – YONGSEO VERSION

Author : Vivit (@vivit_dwinovita)

Rating : T

Length : One Shoot

Genre : Romance, Songfic

Main Cast :

1. Jung Yonghwa CNBLUE

2. Seo Juhyun (Seohyun) SNSD

3. Im Seulong 2AM

Disclaimer : My own plot

Note : FF ini sebelumnya udah aku post di FFCNBLUEINDO dengan cast Lee Jonghyun dan tokoh fiction. Sekarang aku ganti cast nya sama YONGSEO. Semoga kalian suka sama ceritanya, maaf kalau ceritanya aneh dan standart. Don’t Foget to RCL.

@@@@@@@

I’m missing you, itsudemo always

I’m telling you, imademo even now

Close my eyes, and imagine you are in my heart

I’m thinking you, itsudemo always

I’m drawing you, imademo even now

She leaned over and whispered something in my ear

YONGHWA POV

Cuaca siang ini begitu panas, pulang kuliah aku langsung pulang ke kostan. Cuaca yang panas membuatku ingin segera merebahkan diriku di temat tidur.

“Anyeyong Seulong hyung, anyeyong Woomi-ssi” sapaku pada Seulong hyung dan yeoja chingunya. Mereka sekarang sedang duduk di teras depan kostan kami.

Aku langsung menuju ke dapur mengambil sebotol minuman di kulkas, lalu naik ke lantai atas menuju kamarku. Aku meneguk minumanku, lalu aku berjalan menuju jendela dan duduk di sana. Dari atas dapat aku lihat Seulong hyung sedang tertawa lepas bersama yeoja chingunya. Bahkan aku bisa melihat dengan jelas, Woomi sedang menyuapkan biskuitnya pada Yonghwa hyung. Benar-benar membuat orang yang melihatnya menjadi iri. Aku berjalan menjauh dari jendela dan menidurkan diriku di atas tempat tidur. Melihat kemesraan Seulong hyung dan Woomi, membuatku teringat pada seseorang. Seseorang yang selalu aku rindukan tiap hari, yang tidak bisa aku lupa. Aku mencoba menutup mataku dan mengingat kembali masa laluku, masa lalu yang indah bersamanya, bersama Seo Juhyun.

flashback

“Jagiya, kenapa mukamu ditekuk gitu? Pacarmu yang tampan ini datang bukannya disambut dengan senyuman malah disambut dengan wajah suram kayak gini” kataku sambil mencubit pipinya, saat aku datang ke rumahnya. Tapi dia malah mengabaikanku dan berjalan duluan ke ruang tamu, meninggalkanku yang berdiri di depan pintu. Aku lalu mengikutinya menuju ruang tamu.

“Juhyun ku sayang, ada apa sih? Cerita dong” aku menyusulnya dan duduk disampingnya.

“Oppa jangan pura-pura tidak tau, aku begini karena kau” katanya sambil melipat kedua tangannya.

“ohhhh gara-gara aku seharian kemarin tidak menghubungimu? Mianhae jagiya, aku kemarin harus latihan ekstra, kau tau sendiri kan Tim sepakbola sekolah kita akan memasuki babak final”

“Tapi bukan berarti kau lupa padaku, setidaknya sms bilang kalau hari ini tidak bisa menghubungiku”

“Mianhae jagiya. Marahnya udah dong, ntar kalau marah kamu cepat tua loh. Ntar kalau tua cepat mati. Kalau kamu mati siapa dong yang jadi pendampingku” kataku menggodanya. Dia langsung marah. Dia membulatkan matanya dan menatapku dengan kesal, dan langsung memukuliku dengan bantal yang ada di sampingnya.

“Maksud oppa apa? Oppa mendoakanku supaya cepat mati? Uhhhh bukannya berusaha meluluhkan hatiku, tapi malah bikin aku kesal”

“Aku sudah meluluhkan hatimu kok, buktinya sekarang kau jadi kekasihku kekekekeke”

“Aku heran kenapa dulu aku mau pada oppa”

“hahahahaha jangan ngambek lagi dong. Kalau kau beneran mati maka hidupku akan hampa. Kita butuh mati bersama Juhyun-ah” aku tersenyum manis padanya dan membelai lembut rambut panjangnya. Dia lalu menyandarkan kepalanya dibahuku.

“Kau selalu saja meluluhkan hatiku. Aku tidak pernah bisa berlama-lama marah padamu. Janji ya, oppa tidak akan meninggalkanku?”

“Janji” kataku mantab

flashback end

I am still in our memory

I am still in our love story

Aku membuka mataku kembali dan berjalan menuju lemariku. Aku mengambil sebuah foto yang aku letakkan diantara baju-bajuku. Aku duduk kembali di samping tempat tidurku sambil memandangi foto itu, fotoku dan Juhyun.

“Ini foto kita bersama yang terakhir. Foto saat kau merayakan kelulusanku”

“Aku yang lulus sekolah, tapi sepertinya kau jauh lebih senang dariku hari itu” lanjutku.

“Aku tidak menyangka ini akan menjadi foto terakhir kita. Karena hal bodoh yang aku lakukan, dan aku melepasmu begitu saja. Mianhaeyo Seo Juhyun, saranghaeyo~~~~”

“Tidak ada gunanya kau bicara pada foto itu. Bicara pada orangnya langsung dan katakan semua yang ingin kau katakan selama 2 tahun ini” kata Seulong hyung, yang tanpa aku sadari dia sudah berdiri di depanku sekarang.

“Hyung, sejak kapan kau berdiri dihadapanku? Seperti hantu saja”

“Tidak sopan mengataiku hantu. Kau saja yang tidak menyadari kehadiranku” dia tiba-tiba menyambar (?) foto yang ku pegang, lalu duduk di sampingku.

“Masih lebih cantik Woomi kekekeke”

“Ihhh tentu lebih cantik Juhyun dong hyung. Kemana-mana tetep lebih cantik Juhyun” aku merebut kembali fotoku dari tangannya.

“kekekeke dimata kita, orang yang kita cintailah yang paling cantik”

I am still waiting for you here

I never to lose heart my love, my love

Aku hanya diam dan tersenyum mendengar ucapan Seulong Hyung. Benar apa katanya, dimata kita, orang yang kita cintailah yang paling cantik.

“Yonnghwa-ssi sampai kapan kau akan seperti ini terus, memendam rasa bersalahmu dan rasa cintamu? Segera temui dia dan katakan semuanya”

“Hyung aku rasa tidak semudah itu untuk mengatakannya”

“Kau belum mencobanya. Jangan menyerah dulu. Atau jangan-jangan kau sudah tidak mencintainya lagi?”

“aku masih mencintainya. Aku juga masih berharap bisa kembali padanya hyung. Tapi aku merasa kesalahanku begitu besar padanya. Aku takut dia tidak akan bisa memaafkanku dan menerimaku lagi” kataku tertunduk lemas.

“Coba dulu, seandainya gagal juga tidak apa-apa. Setidaknya kau sudah mencobanya dan menunjukkan sikap gentle mu” Seulong hyung mengusap lenganku lalu pergi dari kamarku.

@@@@@@@

I’m missing you, itsudemo always

I’m telling you, imademo even now

The old times, are all of our true stories

Pagi ini aku berangkat ke kampus seperti biasa naik bus. Tak kusangka ternyata aku satu bus dengan Juhyun. Dia duduk membelakangiku, mungkin dia tidak menyadari kehadiranku di sini. Dia sedang sibuk membaca novel. Aku benar-benar menantikan saat-saat ini, saat aku bisa melihat wajahnya secara langsung. Sudah dua tahun lamanya aku tidak sedekat ini dengannya. “Seo Juhyun, aku benar-benar merindukanmu” gumamku dalam hati.

Tiba-tiba ucapan Seulong hyung kemarin terngiang di kepalaku. Aku harus menyapanya meminta maaf padanya secara langsung. Tetapi tiba-tiba memori dimasa lalu terngiang (?) lagi dikepalaku, dan membuatku menahan diri untuk menyapanya.

-flashback-

Hari pertama aku kuliah, aku tidak menyangka bahwa aku ternyata satu kampus dengan Hyorim noona. Hyorim noona adalah kakak tingkatku saat aku masih SMP. Dia adalah cinta pertamaku. Aku benar-benar mengaguminya, dia begitu dewasa, dia adalah kapten basket tim putri di SMP kita. Dimataku Soomi noona benar-benar keren. Aku selalu mengiriminya surat, kukatakan semua perasaanku padanya. Tapi dia tidak merespon dan sepertinya dia hanya menganggapku sebagai hobaenya. Hingga dia lulus SMP aku-pun masih sering menghubunginya sekedar menanyakan bagaimana kabarnya. Sampai tiba-tiba aku bertemu dengan Juhyun dan menjalin hubungan dengan Juhyun, aku berhenti menghubungi Hyorim noona.

Saat pertama kali bertemu dengan noona aku sedikit kikuk (?), entah kenapa saat aku bertemu dengannya perasaanku masih berdebar, walau debarannya tidak sekencang dulu. Mungkin karena dia adalah cinta pertamaku jadi sedikit susah untuk melupakannya 100 %. Sedangkan saat noona bertemu denganku, dia masih sama seperti yang dulu, tidak ada yang berubah senyumnya padaku masih sama.

Hari itu aku berjalan di taman belakang kampus, suasananya cukup sepi. Di sana aku mellihat Hyorim noona dan tidak aku sangka dia sedang menangis. Mwoya? Menangis?. Kenapa tiba-tiba noona menangis? Yang aku tau dia adalah yeoja yang tegas dan kuat, dia bukan tipikal yeoja cengeng yang mudah menangis. Aku segera menghampirinya yang sedang duduk sendiri itu.

“Hyorim noona, kau kenapa? Kenapa menangis?”

“Yonghwa-ssi. Sedang apa kau kesini?” katanya sambil mengusap air matanya dan berusaha tersenyum.

“Jawab noona, kenapa kau menangis?” kataku tidak mempedulikan pertanyaannya.

“Ahhh mianhaeyo Yonghwa-ssi sebentar lagi aku ada kelas. Aku tinggal dulu” dia buru-buru bangkit dari tempat duduknya dan berusaha meninggalkanku. Tapi tiba-tiba tanganku menahannya, aku langsung bangkit dari tempat dudukku dan aku tidak tau mengapa tiba-tiba aku memeluknya. Memeluknya erat sekali.

“Yonghwa-ssi apa yang kau lakukan? Lepaskan, aku harus pergi” Hyorim noona berusaha melepaskan pelukanku, tetapi tidak berhasil

“Biarkan seperti ini. Biarkan aku memelukmu seperti ini noona. Biarkan aku menenangkanmu dengan pelukanku ini” aku semakin mengeratkan pelukanku. Hyorim noona yang semula tidak merespon pelukanku, sekarang dia membalas pelukanku dan dapat aku rasakan airmatanya jatuh membasahi punggungku.

“Menangislah noona. Menangislah sepuas hatimu, jangan kau tahan”

“Yonghwa-ssi aku sedang patah hati. Kekasihku selingkuh dengan sahabatku sendiri. Aku berpikir hal seperti itu hanya terjadi dalam drama-drama, tidak kusangka, aku mengalaminya sekarang. Sakit rasanya Yonghwa-ssi”

“Jangan sedih noona, ada aku di sini. Aku selalu mencintaimu dan tidak akan menyakitimu”. Entah kenapa tiba-tiba aku mengatakan itu.

“Mwoya? Apa maksudmu Yonghwa-ssi? Jangan bercanda, aku tau kau sudah memiliki kekasih” dia melepaskan pelukannya dariku. Mendengar ucapannya reflek kedua tanganku memegang pipinya, ku dekatkan wajahku dengan wajahnya dan aku langsung mencium bibirnya lembut. Aku juga tidak tau kenapa aku bisa melakukan hal gila ini.

“Opp- oppa? Apa yang kau lakukan?”

Aku segera melepaskan ciumanku dan menoleh ke belakang. Ternyata Juhyun berdiri di sana dengan air mata menggenang di kedua matanya.

“Seo Juhyun, mianhaeyo” kataku lirih. Juhyun segera berlari meninggalkan tempat ini, dan aku, Aku tidak sedikitpun mengejarnya.

“Yonghwa-ssi kejar gadis itu?”

Aku hanya diam dan tidak mengejar Juhyun. Hyorim noona yang gemas melihat tingkahku langsung berlari mengejar Juhyun.

-flashback end-

Aku tidak berani menyapa Juhyun, kesalahanku begitu besar dan aku tidak yakin dia akan memaafkanku. Sejak kejadian itu aku tidak juga menghubungi Juhyun, aku merasa kesalahanku teramat besar, sehingga aku tidak pantas mendapatkan maaf darinya. Sementara Hyorim noona, dia selalu menyuruhku untuk meminta maaf pada Juhyun. Hyorim noona merasa bersalah pada Juhyun dan dia bilang kalau dia bisa memaafkan dirinya setelah dia bisa melihat aku dan Juhyun bersama lagi. Tapi lagi-lagi aku tidak ada keberanian untuk bertemu dengan Juhyun.

@@@@@@@

I’m thinking you, itsudemo always

I’m drawing you, imademo even now

My lady, You’re my memories in my life

Aku tidak kosentrasi mengikuti pelajaran di kelas, pikiranku melayang entah kemana. Lagi-lagi Juhyun melintas dipikiranku. Aku benar-benar tidak ada kebaranian untuk menemuinya, tetapi hati kecilku berkata aku harus menemuinya. Arghhhh sungguh perasaan yang complicated.

I am still in our memory and I

I am still in our love story and I

I am still waiting for you here

I never to lose heart, my love

I am still in our memory and I

I am still in our love story and I

I am still waiting for you

Kimi to boku no story

Story of you and me

Pulang kuliah aku memutuskan untuk pergi ke kampus Juhyun. Aku sudah mengumpulkan keberanianku, aku harus menjadi pria gentle. Aku tau aku salah, maka aku harus menerima konsekuensinya, apapun yang akan Juhyun lakukan padaku aku harus menerimanya. Aku memasuki kampusnya dan aku menanyakan pada beberapa orang tentang keberadaan Juhyun. Mereka bilang Juhyun ada di kelas. Aku segera menuju tempat yang mereka bilang, aku menarik nafas panjang sebelum aku bertatap muka dengannya secara langsung. Aku membuka pelan pintunya.

“Anyeyong haseyo Juhyun-ah” kataku sedikit gugup

Aku kaget, ingin rasanya aku marah saat aku melihat ini. Aku melihat seorang namja sedang mengajarinya bermain gitar. Dulu saat kita bersama, akulah yang mengajarinya bermain gitar, entah kenapa hatiku sakit melihat seorang namja memegang tangannya seperti itu.

“Kau?” dia menghentikan latihan gitarnya dan memandangku dengan tatapan tidak percaya.

“Mianhaeyo aku mengganggumu” aku langsung menutup pintu dan pergi meninggalkan kampusnya.

Aku menoleh ke belakang dan entah mengapa aku merasakan sakit saat tau kalau dia tidak berusaha mengejarku.

“Apakah dia sedang berusaha membalas dendam padaku karena dulu aku tidak mengejarnya?”.

Hari ini rencanaku gagal untuk meminta maaf padanya secara langsung.

@@@@@@@

Kimi to buku wa hitotsu no basho wo mitsumete itanoni

You & I were staring at one (same) place

Eien to omotta shiawase wo boku wa ima mo sagasite iru

I thought Happiness is forever, I’ve been looking for it even now

Aku pergi ke taman kota. Menikmati pemandangan di sore hari, sungguh indah dan membuat hati damai.

“Apa yang kau lakukan di sini sendiri?” Seulong hyung tiba-tiba memukul pelan pundakku dari belakang, membuatku sedikit kaget.

“Oh kau rupanya hyung. Aku hanya menikmati pemandangan sekitar. Kau sendiri sedang apa hyung?”

“Aku baru saja mengantar Woomi pulang, sekalian aku mampir disini”

“Hyung, aku barusan dari kampus Juhyun. Aku berniat untuk menemuinya meminta maaf padanya dan rencana nya ingin memintanya untuk kembali padaku, tapi—–“ aku menghela nafas nafas dan melanjutkan ucapanku kembali.

“Tapi aku melihat dia sedang belajar gitar dengan seorang namja. Aku berfikir dia sudah punya namja chingu. Jadi aku memutuskan untuk mengurungkan niatku.”

“Ckckckckck kau benar-benar payah Yonghwa-ssi. Harusnya kau katakan semuanya dulu”

“Aku sakit hyung melihat dia dengan namja lain selain aku. Jadinya aku langsung pergi saja”

“Hahahahahaha Yonghwa-ssi kau cemburu rupanya. Dasar babo”

“Betul, kau memang babo Yonghwa oppa” Tiba-tiba aku mendengar suara seorang yeoja dari belakang. Ternyata dia adalah Juhyun.

“Seo Juhyun” kataku kaget.

“Kalian berua aku tinggal dulu. Selesaikan semua Yonghwa-ssi, jangan sia-sia kan kesempatan ini” Seulong hyung langsung bangkit dan meninggalkan kami berdua. Juhyun langsung menghampiriku dan duduk di tempat yang tadi ditempati Seulong hyung. Aku bingung harus bicara apa, selama 5 menit ini aku hanya diam tidak bersuara.

“Apa kau bisu? Apa kau tidak punya mulut? Kenapa hanya diam?” Tanya Juhyun dingin.

“Mianhaeyo”

“Untuk apa” jawabnya datar.

“Untuk semua kesalahanku”

“Kesalahan yang mana? Kesalahanmu terlalu banyak”

“Karena aku mencium yeoja lain, karena aku tidak mengejarmu saat itu, karena aku tidak pernah berani untuk datang secara langsung padamu untuk minta maaf”

“Juhyun-ah kumohon maafkan aku. Aku masih mencintaimu Juhyun-ah. Selama 2 tahun ini hanya kau yang ada dipikiranku” lanjutku.

“Apakah aku harus mempercayai ucapanmu?”

“Terserah kau. Tapi lihatlah mataku lebih dalam, apa aku berbohong padamu?”. Juhyun menatap mataku tajam. Lalu tiba-tiba sebutir (?) air mata jatuh dari matanya.

“Juhyun-ah kenapa kau menangis? Kalau kau tidak mau memaafkanku, tidak apa-apa kok” kataku sedikit khawatir karena melihatnya tiba-tiba menangis. Bukannya tangisnya mereda, dia malah mengeluarkan banyak air mata.

“Apakah kau tau, selama dua tahun aku menunggu saat-saat ini. Saat kau mengatakan semua ini. Tapi aku seperti orang bodoh, karena kau yang ku tunggu-tunggu tidak juga muncul”

Aku langsung memeluknya dan membiarkan dia menangis dalam pelukanku.

“Mianhaeyo. Aku pikir kau tidak mau memaafkanku dan tidak mau menerimaku”

“Babo. Kau tau sendiri kan aku tidak bisa marah lama-lama padamu. Harusnya kau tau itu”

Aku hanya bisa mengusap lembut rambutnya. Aku mengecup pucuk kepalanya.

“Jadi kau memaafkanku?” tanyaku

“Tentu, tapi ada syaratnya”

“Mwoya? Syarat apa?”

“Kau harus menggendongku mengelilingi taman ini?” katanya tersenyum jail.

“Tidak mau”

“Jangan harap aku mau memafkanmu” Juhyun langsung berdiri dan berniat pulang, tapi aku menahan tangannya. Dan akhirnya aku mengalah.

“Baiklah aku mau melakukannya, cepat naik ke punggungku sekaraang”

I am still in our memory

I am still in our love story

I am still waiting for you here

I never to lose heart my love, my love

I am still in our memory (and I)

I am still in our love story (and I)

I am still waiting for you here

I never to lose heart, my love

Juhyun langsung naik kepunggungku, aku langsung menggendongnya mengelilingi taman.

“Apa kau senang?”

“Ne. sudah lama aku tidak merasakan ini. Oppa ingat kan dulu kita sering bersepeda di taman ini?”

“Tentu aku ingat. Dan kau selalu kalah hahahaha”

“Itu karena oppa seorang namja. Kekuatan oppa lebih besar dariku” katanya tidak terima.

“Alasan, itu karena kau yang lemah. Payah” dia langsung mencubit lenganku karena kesal.

“Awww appoyo. Kau ini, dari dulu tidak berubah. Suka mencubiti lenganku”

“Juhyun-ah. Siapa tadi namja yang mengajarimu main gitar?” lanjutku

“Waeyo? Kau cemburu?”

“Cepat katakan”

“Ehm…kasih tau nggak ya???? Ngaak deh.. itu rahasia?” katanya menggodaku. Aku langsung menurunkannya.

“Waeyo? Kenapa kau menurunkanku? Ini baru setengah taman”

“Katakan dulu siapa namja tadi?”

“Gendong lagi, maka aku akan menjelaskannya”

“Tidak mau”

“Baiklah. Aku tidak akan mengatakannya.”

“OK ok ok. Naiklah lagi. Tapi janji, katakan padaku siapa namja itu?”

Dia mengangguk dan menunjukkan senyum termanis yang dia punya.

“Dia namanya Jinwoon. Dia hanya temanku, dia juga sudah punya pacar kok. Jadi oppa jangan cemburu”

“Owh hanya chingumu. Aku pikir kau berkhianat di belakangku.”

“Mwoya? Berkhianat? Maksudmu apa?”

“Selama ini aku kan tidak pernah memutuskanmu. Aku tidak pernah mengatakan putus. Jadi kalau kau pacaran dengan namja lain itu berarti kau selingkuh hehehehehe”

“Huh dasar. Kau yang selingkuh”

“Aku tidak selingkuh kok. Selama ini aku setia menunggumu”

-end-

Cr lyrics: CNBLUESTORM@WP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: