@VIVITDN | VIVITDNBOICE

My Fangirling World

FREE HUG

Author : Vivit (@vivit_dwinovita)

Rating : T

Length : One Shoot

Genre : Friendship, Humor (gak yakin), Romance

Main Cast : 1. Kang Minhyuk CNBLUE

2. Choi Minho SHINee

3. Lee Jungshin CNBLUE

4. Son Dongwoon BEAST

Other Cast : – Shin Yongwoo (fiktif)

– Goo Hara KARA, dan lain-lain (temukan sendiri)

Disclaimer : My own plot

Note : Terinspirasi gara-gara liat foto Minhyuk yang ada tulisannya ‘Free Hug’. Kalau misalnya gak lucu, gak usah ketawa gak papa kok, author emang gak bakat bikin humor (nangis dipojokan bareng Jonghyun dan Yonghwa). Pemberitahuan sekali lagi, FF ini panjang banget nget nget, moga kalian bacanya gak ngantuk hehehehe.. Tapi kalian wajib komen loh, yang komen dapat free hug dari Minhyuk loh….

##############################################################################

MINHYUK POV

Kami berempat (Aku, Jungshin, Minho, Dongwoon) terkenal dengan 4 siswa geblek, usil tapi mempesona. Kalau lagi dikantin atau di kelas, dan dimanapun kita berada pasti paling heboh, dan yang pasti kita paling suka godain yeoja-yeoja gitu, tapi aku gak terlalalu kok, maklum aku dah punya yeoja chingu namanya YongWoo, tapi untungnya dia beda sekolah sama aku, jadinya dia gak tau kelakuan namjachingunya ini agak-agak resek.

Kita berempat ini terkenal karena ketampanan kita dan talenta kita. Aku ini tinggi, manis, imut-imut gimana gitu, bikin yeoja-yeoja pada gemes deh, aku jago main basket, main bola, main game, main drum, mainin yeoja juga bisa /plak. Minho ini orangnya manly, COOL-kas (tapi luarnya aza) padahal dia tuh playboy dan usil abis loh hahahaha, dia juga jago main basket, bola, tubuhnya athletis loh. Yang ketiga adalah Dongwoon, temanku ini cakep abis, wajahnya kayak orang arab, julukannya aza Arabic prince, tinggi pula, dan narsisnya gak ketulungan, dia pernah bikin kita kaget loh dengan statemennya sama kita-kita.

“Guys, aku ingin mati” kata Dongwoon, yang reflek membuat kita kaget. Ga ada angin ga ada hujan, neh anak-anak tiba-tiba ngomong pengen mati.

“wae?” Tanya kita bertiga serempak.

“Karena ketampananku ini. Aku benar-benar tidak sanggup menanggung kenyataan bahwa aku adalah orang yang benar-benar tampan” jawabnya santai.

GUBRAK

Dasar makhluk paling narsis sejagad raya, akibat kenarsisannya itu, aku langsung melemparnya dengan buku, dan kedua temanku yang lainnya memukul-mukuli bahunya.

Selanjutnya adalah Jungshin, dia yang paling tinggi diantara kita-kita, dia itu juga jago main bass, renang juga jago. Ok sepertinya kalian harus percaya sama statement ‘DONT JUDGE PERSON FROM THE COVER’. Walau tampilan dia kayak begitu, antara cool dan tidak /plak. Tapi kalau suruh ber-aegyeo dia jagonya, noona-noona pun banyak yang tergoda sama dia gara-gara aegyeonya. Aku yang imut-imut gini aza gak bisa ber aegyeo /nasib. Jungshin juga paling kocak diantara kita.

Kami berempat mungkin ditakdirkan untuk bersama. Kami punya banyak kesamaan, tinggi kami sama-sama diatas 180 cm, kami jago alahraga loh, jago mainin alat music, dan kami juga jago bikin yeoja klepek-klepek. Kami semua sama-sama jomblo, kecuali aku. Aku orangnya setia loh sama Yongwoo, tapi kadang suka khilaf juga suka godain yeoja-yeoja, tapi hatiku hanya untuk Yongwoo seorang hehe. Aku hanya iseng-iseng gitu kalau godain yeoja lain, maklum ketiga temanku itu sesat jadinya aku tervirusi oleh kesesatan mereka.

##########################################################################

Hari ini adalah ulang tahun Hara, teman sekelas kami. Kami berempat berangkat bersama. Kami memang sengaja datang berempat, tidak naik mobil masing-masing, alasannya adalah: selain irit bensin, dan biar rame juga. Kita pergi naik mobil Jungshin, jadi Jungshinlah yang keliling ke rumah kita masing-masing, untuk menjemput kita satu-satu (poor Jungshin).

Kita sudah sampai di rumah Hara, dan semua mata tertuju pada kita ketika kita turun dari mobil. Ternyata yang datang ke pesta ulang tahunnya sudah banyak. Kami segera menemui Hara, dia tampak cantik dengan mini dress warna pink dan rambutnya yang bergelombang dibiarkan tergerai. Minho tampak terpesona melihat penampilan Hara. Minho memang naksir Hara dan dia juga suka menggoda Hara, tapi Hara malah cuek bebek.

“Saengil chukae hamnida Hara” kata kami berempat serempak

“gomawo” katanya sambil tersenyum.

“Mana kado untukku? Jangan bilang kalian tidak membawa kado untukku?” katanya sambil melipat kedua tangannya di depan.

“kita sibuk, jadi tidak sempat membeli kado” kata Dongwoon.

“Jangan alasan kau Woonnie. Dasar pelit. Karena kalian tidak bawa kado, maka kalian tidak boleh makan”

“Wuah jangan gitu dong Ra, kamu tega sekali” kata Jungshin dengan gaya aegyeonya.

“Biarin hehehehe. Aku bercanda kok, silahkan kalian makan sesuka hati, asal jangan dihabiskan, kasian nanti tamuku yang lain tidak dapat jatah makanan.”

“Kau pikir kami rakus hah?” tanyaku padanya.

“Kalian tidak menyadari? Hahahahahahaha”

“Aku bawa kado untukmu kok?” tiba-tiba Minho bicara. Reflek kami menoleh padanya. Setau kami ni anak gak bawa kado apa-apa.

“mana, mana?” kata Hara sambil celingukan mencari-cari kado yang dimaksud Minho.

“Sini, aku mau cium pipi kamu. Itu kado dariku, pasti kamu suka” jawab Minho dengan senyum evilnya.

Hara langsung saja menjitak kepala Minho dan melempar muka kesalnya pada Minho.

“dasar gila, menyebalkan” kesalnya.

Hara sudah siap-siap mengangkat sepatunya dan mau melemparkannya ke Minho. Tetapi Minho buru-buru menarik tangan teman-temannya agar segera pergi, sebelum Hara mengamuk (?)

###########################################################################

“guys, kita game seru-seruan yuk?” ajak Minho.

“Game apa sih, wining eleven? Pasti kau deh yang menang” kata Jungshin sambil memakan spagethi yang baru dia ambil.

“Ini bukan game PS kok, ini game seru-seruan aza”

“iya game apa? Cepat kasih tau, bikin penasaran aza” Dongwoon mulai tidak sabar.

“Nanti kita kuat-kuatan minum, yang minumnya dikit, maka dia harus menerima tantangan dari kita, yai—-“

“Ya! Kau gila, kita ini tidak pernah minum, dan tidak akan pernah minum. Soju dan sejenisnya itu tidak sehat” kataku sedikit emosi dan memotong omongannya Minho.

“Makanya dengerin dulu orang ngomong, main potong aza. Siapa juga yang bilang MINUM SOJU. Bukan minum itu, tetapi, minum Jus.”

“OHHHH” kataku tersenyum malu karena salah paham dengan maksud Minho.

“Lalu tantangannya apa?” Tanya Jungshin

“Bagi yang kalah, nanti harus berdiri di depan sana dekat pintu gerbang, bawa papan yang bertuliskan FREE HUG”

“Wuah enak kalau tantangan gitu. Kalau gitu aku mau kalah saja deh”

“Enak apaan Shin, kalau yang meluk kita yeojanya jelek, atau kalau yang meluk kita malah banci atau namja, ihhhh andwe” timpal Dongwoon.

“Resiko ditanggung penumpang kalau gitu, kekekekekek” kata Minho.

“Baik. Aku setuju dan aku tidak mau kalah” kata Jungshin semangat.

“Aku juga” lanjut Dongwoon. Mereka bertiga langsung menatapku bersamaan karena aku belum memberi jawaban.

“Bagaimana kalau misal aku kalah dan aku harus melakukan tantangannya, lalu tiba-tiba Yongwoo melihatku. Bisa dicerai Yongwoo diriku”

“ckckckckck kau payah Hyuk. Yongwoo tidak akan kesini dia kan tidak kenal Hara”

“Baiklah, aku setuju”

“HORE” teriak mereka bersamaan.

“Kita berdiri di dekat meja yang sudah berisi beberapa gelas jus. Tadi kami sudah meminta pada pelayannya untuk menyediakan Jus banyak. Kita sekarang sedang jauh dari keramaian, jadi tidak ada orang yang tau bahwa kita sedang melakukan game super GEJE.

Gamepun dimulai, dimulai dari Minho. Dia hebat juga ternyata dia bisa menghabiskan 11 gelas Jus. Selanjutnya Dongwoon, anak ini ternyata tak kalah hebat dari Minho, dia bisa menghabiskan 13 gelas jus. Selanjutnya Jungshin, dia hanya mampu meghabiskan 8 gelas jus. Sekarang giliranku, aku bisa melihat Jungshin harap-harap cemas, dan sialnya aku hanya mampu menghabiskan 6 gelas jus. Aku langsung muntah saat mau menghabiskan gelas ketujuh. Perutku sudah tidak kuat.

“sial, aku harus melakukan tantangan gila ini.”

“Ayo Hyuk segera berdiri ke depan sana dan bawa ini” kata Jungshin sambil menyodorkan kertas besar bertuliskan FREE HUG. Mau tidak mau aku menjalani tantangan ini, aku berjalan menuju tempat kejadian perkara (OVJ banget). Dan langsung aku mengangkat kertas nista (?) itu.

Ada dua orang yeoja masuk, mereka hanya menatapku dengan tatapan aneh lalu segera masuk ke dalam. Ada lagi seorang yeoja masuk, dia lalu menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihatku

“aneh” kata yeoja itu pelan, tapi aku bisa mendengarnya.

“Bhuahahahahahaha kasihan sekali kau Hyuk, padahal ada tulisannya free, tapi tetep aza gak ada yang mau memelukmu” kata Jungshin yang sedang berdiri di dekat pohon yang jaraknya 10 meter dari tempatku sekarang.

“dasar menyebalkan lihat saja, sebentar lagi pasti banyak kok yang memelukku. Aku hanya belum menunjukkan pesonaku” kataku berkilah.

Lalu ada seorang yeoja lagi masuk, aku segera menghampirinya.

“nona, free hug.. kau bisa memelukku secara gratis”

Yeoja itu malah lari ketakutan saat aku hampiri, dan hal itu sukses membuat 3 makhluk sesat itu tertawa puas.

“Hyuk malang nian nasibmu wkwkwkwkwk, kalau aku pasti sudah mendapat beberapa pelukan deh” kata Minho.

“iya, tapi yang memelukmu itu monyet” jawabku seadanya sambil menekuk wajah.

Lalu ada yeoja lagi masuk, aku mengenalnya, dia adalah Suzy, adik kelasku.

“oppa apa yang kau lakukan disini, kenapa kau tidak masuk ke dalam. Lalu apa ini maksudnya, free hug free hug?” Tanya Suzy kebingungan. Aku hanya tersenyum bodoh padanya.

Suzy langsung menghampiriku dan dia langsung memelukku.

“oppa, apa benar aku bebas memelukmu? Aku senang sekali, kau adalah salah-satu idolaku di Sekolah”

“ne kau bebas memelukku sesuka hatimu, namanya juga free hug” (author mupeng berat pengen dapat free hug dari Minhyuk).

Aku membalas pelukan Suzy dan tersenyum penuh kemenangan kearah tiga sahabatku yang paling sesat itu.

“MINHYUKKKKKKKKKKKKKKK OPPAAAAAAAAA” tiba-tiba seorang yeoja berteriak dari arah jauh, dia langsung berlari mendekatiku, dia langsung menarik tubuh Suzy dan segera memelukku dengan sangat erat sampai aku sesak nafas. Yeoja ini memang sedikit berisi badannya jadi semakin membuatku sesak nafas. Suzy tampak kesal sekali dengan yeoja ini.

“Jungra-ya lepaskan pelukanmu dari tubuh Minhyuk oppa, kau mau membunuhnya hah?”

“Suzy aku tau kau iri padaku, cepat masuk sana. Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Kapan lagi aku bisa memeluk Minhyuk oppa seperti ini”

Aku tidak bisa mengatakan apa-apa, aku benar-benar sesak nafas. Teman-temanku lagi-lagi hanya bisa mentertawakan keadaanku.

‘ya tuhan kenapa aku harus mendapatkan teman-teman seperti itu. Temannya tersiksa bukannya nolongin, eh ini malah tertawa’ gumamku dalam hati.

Suzy yang tidak tega melihat keadaanku, berusaha sekuat tenaga menarik tubuh Jungra dari tubuhku, dan akhirnya Jungra terlepas juga dari tubuhku.

Aku mengatur nafasku kembali yang sedikit terengah-engah.

“Lihat itu Junra-ya, kau hampir saja membunuh Minhyuk oppa”

“Mianhaeyo oppa, aku terlalu senang tadi”

“gwenchwna” kataku berbicara sedikit tersengal-sengal.

“Oppa kita masuk ke dalam dulu ya” kata Suzy, dia dan Jungra langsung pergi masuk ke dalam rumah Hara.

“Teman sesat, jangan ketawa terus, ntar gigi kalian kering. Seneng ya liat teman menderita” kesalku pada mereka. Dasar sahabat aneh, mereka malah ketawa saat ku marahi.

“MINHYUK FIGHTING” kata mereka bertiga.

“Sampai kapan aku harus melakukan permainan bodoh ini?”

“1 jam Hyuk, ini baru 15 menit. 45 menit lagi” jawab Jungshin.

“mwo? Dasar sesat”

###########################################################################

Aku masih saja melanjutkan tantangan itu, sedari tadi sudah banyak yang memelukku, ada yang cantik yang biasa, yang sexy juga ada hahahaha, noona-noona juga ada yang memelukku. Tinggal 15 menit aku akan segera mengakhiri permainan menyebalkan ini, aku sangat lelah dari tadi berdiri dan berpelukan dengan beberapa orang.

“KANG MINHYUK” teriak seorang yeoja, dari suaranya aku hafal. Aku langsung menoleh ke samping dan ternyata benar dugaanku, dia adalah yeojachinguku. Aku segera melepaskan pelukanku.

“Yongwoo? Sedang apa kau?” kataku sedikit takut.

Wajah Yongwoo benar-benar merah menahan amarah, matanya benar-benar menatapku sangat tajam, membuatku takut. Dia menghampiriku.

“ini yang kau bilang menghadiri pesta ulangtahun teman”

“aku benar-benar datang ke pesta ulang tahun temanku kok, kalau tidak percaya ayo masuk ke dalam” kataku sambil memegang tangan Yongwoo berusaha mengajaknya masuk ke dalam rumah Hara. Tetapi dia langsung menepis tanganku sangat kasar.

“Tidak usah. Dasar Minhyuk babo, jelek, menyebalkan, tega-teganya kau melakukan ini semua padaku” kata Yongwoo dan dia langsung memukuk-mukul bahuku sangat keras.

“aw appoyo, Yongwoo-ah dengar dulu penjelasanku, ini tidak seperti yang kau pikirkan, aw aw aw. Ini hanya sebuah game saja. Aku hanya menci— aw aw, mencintaimu seorang” kataku berusaha menjelaskan, sambil menghindar dari pukulannya.

“alasannnnnn. Kau benar-benar membuatku marah Hyuk” kedua tangan Yongwoo segera menjambak rambutku.

“Aku membencimu, sungguh membencimu, aku ingin membunuhmu KANG MINHYUK”

Aku berusaha melepaskan tangannya dari rambutku, tapi dia semakin menjambak erat rambutku. Akhirnya dengan sekuat tenaga aku melepaskan tangannya dari rambutku dengan kasar.

“Appoyo YONGWOO, kau mau merontokkan rambutku” kataku dengan nada tinggi.

Yongwoo kembali menatapku dengan tajam, dan aku lihat ada bulir-bulir (?) air mata yang hampir jatuh.

“Kau membentakku? Arghhh Minhyuk, aku TIDAK AKAN MEMAAFKANMU” katanya sambil berlari menuju mobilnya.

“Mianhaeyo jagiya, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tidak bermaksud membentakmu” kataku berusaha mengejarnya. Tapi percuma saja, Yongwoo langsung melesatkan mobilnya.

Aku kembali lagi menemui ketiga makhluk menyebalkan itu, dan ternyata Hara juga sudah ada disana. Mungkin dia melihatku bertengkar dengan Yongwoo tadi. Aku menatap tajam kepada tiga sahabatku itu.

“kalian bertiga harus tanggung jawab”

“Kenapa kita harus bertanggung jawab” Tanya Minho sok polos.

“Ini gara-gara ide Gilamu, BABO. Kalau kau tidak punya ide gila seperti itu, Yongwoo tidak akan melihatku berpelukan dengan yeoja yang lain dan tidak akan salah paham”

“Kenapa kau menyalahkanku? Salah mu sendiri, kenapa kau kalah” Minho berusaha membela diri.

Aku menggaruk-garukkan kepalaku karena kesal, dan hampir saja menangis.

“Kalian berempat semuanya salah. Kenapa kalian bertiga menyetujui ide gila si Minho. Dan kau Minho, kenapa kau bisa punya ide gila yang super aneh” kata Hara.

“Ini kan Cuma game seru-seruan aza Ra, seandainya Yongwoo tidak datang semuanya juga akan baik-baik saja” jelas Dongwoon.

“Kenapa kalian bertiga tadi tidak ikut menjelaskan sesuatu pada Yongwoo. Kenapa kalian hanya diam saja?” tanyaku pada mereka.

“Kalau kita ikut-ikut yang ada si Yongwoo akan tambah marah Hyuk.” Kata Jungshin.

“Sudahlah. Kajja masuk ke dalam, masalah ini dibahas besok. Yongwoo masih emosi, tunggu beberapa hari aza dulu”

Kami berempat pun ikut masuk ke dalam, mengikuti perintah si tuan rumah.

###########################################################################

Ini sudah hari ketujuh sejak kejadian malam itu, dan Yongwoo tetap saja marah padaku. Sudah tidak terhitung berapa banyak SMS yang aku kirim tapi dia tidak mau membalasnya. Aku juga sudah berusaha menjemputnya di sekolahnya, yang ada dia malah makin marah padaku, dia melemparkan sepatunya kewajahku. Ya Tuhan, dia benar-benar berbahaya kalau lagi marah.

Aku juga sering datang ke rumahnya berusaha minta maaf secara langsung, tapi tetap saja tidak diperdulikan. Aku tetap menunggu di depan rumahnya, walau hujan turun tetap aku tunggu. Aku sedang mengikuti apa yang aku lihat di sinetron-sinetron Indonesia (?), jadi aku berdiri di depan rumahnya, tidak peduli hujan turun, kale aza ntar Yongwoo kasihan melihat aku dan membukakan pintu. Eh ternyata, tuh anak tetep aza cuek bebek gak memperdulikanku. Akhirnya terpaksa aku pulang dalam keadaan basah kuyup dan alhasil, aku terkena flu.

###########################################################################

AUTHOR POV

“Hyuk ke kantin yuk, kita kumpul sama anak-anak di sana” ajak Jungshin

“Malas Shin, kau pergi sendiri saja, aku gak ikut” kata Minhyuk malas-malasan

“Ya udah kalau gitu. aku nyusul anak-anak yang lain ya?”

“hummmmmmmmm”

Jungshin pun akhirnya berangkat ke kantin sendirian

“Guys, kasian tuh si Hyuk, dia tuh hidup segan mati tak mau” kata Jungshin asal, saat sampai kantin dan menghampiri anggota yang lain.

“Cengeng banget seh tuh anak. Putus dari Yongwoo kan masih banyak yang mengantri mau jadi pacarnya” timpal Dongwoon.

“Kasian juga aku lama-lama, sama tuh anak. Sebagai sahabat yang baik kita harus membantunya” kata si Minho dengan semangat.

“Bantuan seperti apa, Ho? Emang situ dah punya ide?”

“Hehehe nggak Shin. Aku malah mau Tanya sama kalian. Kalian punya ide nggak?”

PLLETAK

Tiba-tiba Hara datang dari belakang dan menjitak kepala Minho.

“Mau bantu tapi gak ada ide. Dasar kau itu sahabat paling payah”

“aw appoyo. Jagi kenapa kau suka sekali menjitak kepalaku”

Hara hampir saja menjitak Minho lagi, dia kesal karena Minho seenaknya manggil dia dengan kata “jagi”, tapi tangan Minho segera memegang tangan Hara, jadi Hara gak jadi menjitak Minho lagi.

“eitzzzz tanganmu yang lembut ini lebih baik kau gunakan untuk membelai pipiku saja” kata Minho dengan senyum evil, dan dia mengarahkan tangan Hara untuk membelai pipinya. Tetapi buru-buru Hara melepas tangannya dari genggaman Minho.

“Ya! Sarap… Berhentilah menggangguku, dasar Playboy sarap” Hara semakin kesal dengan tingkah Minho.

“Sudah-sudah aku pusing melihat tingkah kalian berdua ini” kesal Dongwoon.

“Mianhaeyo Woonnie. Sebenarnya aku mau membantu kalian, tapi si playboy kabel ini terus-terusan menggodaku”

“Kamu ada ide apa jagiya?”

“Udah deh Ho, kita serius, berhentilah menggoda Hara” kata Jungshin.

“Setauku, yeoja itu paling suka dengan hal-hal yang romantic, bagaimana kalau kita kasih sesuatu yang romantic untuk Yongwoo, kale aza dia tersentuh”

“Percuma Ra. Minhyuk sudah sering memberi bunga, tapi tetap aza gak dianggap” kata Jungshin.

“Minhyuk juga pernah nyanyi di depan rumah Yongwoo, tapi tetep aza gak dianggap. Yang ada dia malah disiram sama tetangganya Yongwoo, gara-gara malam-malam nyanyi, ganggu orang tidur” tambah Minho.

“Aku ada ide lain, semoga saja berhasil, kalian bertiga harus membantu ya?”

“SIIPHH” kata mereka bertiga kompak.

“Kalian pernah liat mv SUJU yang No Other? Tau kan pas bagian Kyuhyun nyanyi, di belakangnya ka nada kumpulan foto-foto yang berbentuk love. Nah kita pakai cara itu, gimana?”

“Ide bagus, tetapi bagaimana kalau Yongwoo malah gak suka dan menganggapnya pasaran, menganggapnya kurang kreatif?” Tanya Dongwoon ragu.

“Di coba dulu saja. Kita mana bisa tau hasilnya kalau belum dicoba”

“Terus foto siapa yang akan dipakai?” Tanya Minho polos.

“Tentu fotonya Yongwoo atau foto bersama Yongwoo dan Minhyuk. Masa’ mau pakai fotomu. Ganteng-ganteng babo” jawab Jungshin. Dan menyebabkan Hara dan Dongwoon tertawa. Sedangkan Minho hanya bisa mendengus kesal.

“Ok tugas kalian adalah mengambil foto-fotonya dari Laptop Minhyuk. Jungshin kau silahkan cari alas an apa saja, pokoknya kamu harus bisa meminjam laptop Minhyuk. Dan buat kau Minho, karena kau ini adalah yang paling playboy, silahkan kamu cari kata-kata yang seromantis-romantisnya tapi romantisnya gak lebay (?), nanti kata-katamu itu akan kita tempelkan bersama foto-foto itu. Sedangkan Dongwoon, kau ikut aku, kita mencari perlengkapan seperti kertas dll. Setuju?”

“Setuju” kata Dongwoon dan Jungshin.

“Bagaimana kalau aku bertukar posisi dengan Dongwoon saja?” tawar Minho.

“Kau ikuti perintahku atau aku tidak akan membantu kalian sama sekali” tegas Hara.

“Baiklah aku setuju” kata Minho akhirnya.

“Baik kalian nanti kerjakan, sesuai tugas masing-masing. Lalu besok pulang sekolah kita kumpul di rumah Dongwoon, untuk menyusun rencana kita”

“siap boss” semuanya setuju dengan reencana Hara.

“Apakah kita harus memberitahu Minhyuk tentang rencana ini?” Tanya Jungshin.

“Andwe. Minhyuk tidak boleh tau rencana ini. Ini adalah kejutan untuknya.”

Setelah menyelesaikan pembagian tugas, akhirnya mereka kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran kembali.

Setelah pulang Sekolah mereka melakukan tugas masing-masing. Mereka tidak pulang bersama seperti biasanya, Minhyuk tetap saja tidak bersemangat, rasanya hidupnya benar-benar suram gara-gara Yongwoo masih marah padanya.

#############################################################################

Jungshin, Minho, dan Hara berkumpul di rumah Dongwoon. Di rumah Dongwoon mereka memulai aktifitasnya. Jungshin dan Hara memotongi kertas karton ukuran 60 x 60 cm berwarna Pink cerah agar berbentuk seperti Love. Sedangkan Dongwoon dan Minho memilih foto-foto, dan menempelkannya pada kertas karton berbentuk LOVE itu. Setelah bekerja selama 3 jam, akhirnya mereka menyelesaikannya.

“akhirnya selesai juga” kata Minho senang.

“ada satu lagi, Minho mana kata-kata yang aku minta”

“Ini, tetapi menurutku kata-kata ini biasa saja, bukan sebuah gombalan, tetapi hanya perminta maaf yang tulus”

“gwenchana, jika kata-katanya terlalu berlebihan, nanti Yongwoo tidak suka”

“Jadi kapan dan dimana kita akan membawa ini?” Tanya Dongwoon

“Besok pulang sekolah. Kata Jungshin, biasanya setiap hari rabu Yongwoo ikut ekskul music, jadi besok kita akan menempelkannya di ruang music, kita harus meminta bantuan teman-teman Yongwoo di sekolah itu. Dan tugas ini aku serahkan padamu Minho”

“Mwo aku? Yang benar saja. Aku tidak kenal dengan mereka”

“Kau pasti bisa merayu teman-teman Yongwoo itu, kau kan bisa sok kenal gitu”

“Baiklah”

“Tapi bagaimana jika rencana ini tidak berhasil, bagaimana jika Yongwoo tetap tidak bisa memaafkan Minhyuk” kata Jungshin putus asa.

“Setidaknya kita sudah berusaha Shin. Ini lebih baik, dari pada kalian hanya bisa bilang pada Minhyuk ‘ sudahlah lupakan Yongwoo, masih banyak yeoja di luar sana yang mengantri di luar sana’. Sahabat macam apa kalian, bicara seperti itu. Tidak ada usaha membantu teman sama sekali” kata Hara.

“hehehehe, habisnya kita bingung mau bantuin Minhyuk gimana, jadi kita suruh dia cari yeoja lain saja”

“Dasar…. Kalian memang sahabat paling sesat”

###########################################################################

Pulang sekolah Minhyuk kembali pulang sendiri. Sesudah sampai rumah dia mendapat SMS dari Yongwoo.

‘Datanglah hari ini di tempatku latihan music di sekolahku. Kita harus bicara’

Minhyuk tidak percaya kalau itu SMS dari Yongwoo

To: Yongwoo

Ini benar kau Yongwoo? Kenapa kau tiba-tiba menyuruhku kesana. Bukannya kau masih marah padaku’

From Yongwoo

cerewet sekali kau. Kalau kau tidak mau datang ya sudah’

To Yongwoo

Ok ok. Tunggu aku 15 menit lagi’

Minhyukpun langsung berangkat menuju sekolah Yongwoo.

##############################################################################

Yongwoo sedang berada di ruang music A, semuanya teman sudah pulang 5 menit yang lalu. Hari ini dia harus membereskan ruang music sendiri. Dia juga mendapat tugas untuk memberekan ruang music B.

“Arghh kenapa harus aku yang membereskannya” katanya Kesal.

Dia mau membuka pintu ruang music B, tetapi ada kertas berwana pink tertempel di pintu itu, Yongwoo mengambil dan membaca isi kertas itu.

♥♥♥ Yongwoo-ah, aku tidak tau lagi harus menjelaskan apa lagi padamu, aku benar-benar minta maaf padamu. Yang kau lihat tidak seperti yang kau pikirkan, aku sudah sering menjelaskannya lewat SMS, walaupun kau tidak pernah meresponnya. Yongwoo-ah aku benar-benar mencintaimu, aku tidak peduli berapa banyak yeoja yang mendekatiku, karena yang aku inginkan hanya dirimu. Aku tidak bisa menggombal, aku tidak bisa berpuisi, aku tidak bisa membuatmu tersentuh dengan kata-kataku. Hanya ini yang bisa aku tulis. MIANHAEYO, SARANGHAEYO♥♥♥ -from your lovely-

“apa yang dia lakukan. Kapan namja babo itu berada di sini dan meletakkan surat aneh ini” kata Yongwoo bicara sendiri. Dia lalu membuka pintu ruang Music B.

Yongwoo melihat ada sesuatu yang besar menempel di dinding, Yongwoo menghidupkan lampu agar bisa melihat lebih jelas dan mendekatinya. Yongwoo menghampiri sesuatu yang tertempel di dinding itu dan memperhatikannya dengan seksama, dia kaget ternyata itu adalah kumpulan foto-fotonya dan beberapa ada fotonya bersama Minhyuk.

“Wuah bagus sekali. Apa Minhyuk yang melakukan semua ini” tanyanya pada dirinya sendiri.

Yongwoo juga menemukan kertas kecil di tembok itu juga, dan dia mengambilnya dan membacanya.

♥♥♥ Aku sudah berusaha sangat keras agar kau mau memaafkanku, semoga cara ini berhasil. Yongwoo-ah, hidupku hampa tanpamu, aku ingin kita seperti dulu lagi, jadi kumohon maafkanku ♥♥♥

##########################################################################

Minhyuk sudah tiba di sekolah Yongwoo, dia segera pergi ke ruang music A, tetapi Yongwoo tidak ada. Minhyuk pergi ke ruang Music B, dan dia melihat pintunya terbuka.

“Pasti Yongwoo ada di dalam” gumam Minhyuk. Dia lalu berjalan masuk menuju ruangan itu

“Shin Yongwoo” sapa Minhyuk. Yongwoo lalu berbalik dan menghampiri Minhyuk, dia lalu memeluk Minhyuk

“Minhyuk-ah, terimakasih untuk semuanya. Hadiah permintaan maaf yang kau berikan, aku menyukainya”

Minhyuk mengangkat alisnya karena tidak mengerti maksud dari ucapan Yongwoo.

“Hadiah permintaan maaf apa? Aku tidak mengerti”

“Jangan pura-pura tidak mengerti” Yongwoo melepaskan pelukannya dan menarik tangan Minhyuk.

“Ini yang aku maksud” kata Yongwoo menunjukkan foto-foto yang tertempel di dinding. Minhyuk hanya menatapnya dengan heran. Yongwoo juga memberikan 2 lembar surat yang dia pikir ditulis oleh Minhyuk. Minhyuk menerima surat itu dan dia memperhatikan tulisan di surat itu

“ini kan— tulisannya—ah apa mungkin mereka yang melakukan semua ini?” gumam Minhyuk dalam hati. Minhyuk lalu tersenyum manis.

“Apa kau menerima semua ini dan mau memaafkanku?”

“ye, aku memaafkanmu. Aku juga tidak sanggup marah lama-lama pada mu” kedua tangan Yongwoo lalu menggamit tangan Minhyuk, dan kepalanya dia sandarkan dibahu Minhyuk.

“Maafkan aku jagiya. Saat itu aku hanya kalah dalam sebuah permainan, dan aku harus menjalani tantangan itu”

Mereka berdua kembali rukun dan baikan, Minhyuk lalu mengantar Yongwoo pulang. Setelah selesai mengantar Yongwooo pulang, Minhyuk tidak pulang ke rumah, dia segera pergi ke suatu tempat.

##########################################################################

TING TONG

Minhyuk menekan bel, dan tuan rumah datang membukakan pintu.

“Anyeyong”

“Anyeyong. Tumben kau kemari, ada apa”Tanya tuan rumah

“apakah aku tidak boleh main-main ke rumahmu Woonnie” Tanya Minhyuk padatuan rumah.

“Boleh dong. Anak-anak juga lagi pada ngumpul-ngumpul di dalam”

“Wuah kalian, ngadain pertemuan gak ngajak-ngajak neh”

“Kamu kan akhir-akhir ini gak pengen diganggu hehehe” jawab Jungshin.

“Gomawo atas bantuan kalian”

“Bantuan apa Hyuk” Tanya Minho.

“Gak usah pura-pura gak tau deh. Kalian yang nyiapin hadiah permintaan maaf itu buat Yongwoo kan. Ngaku deh gak usah bohong”

“Hehehe. Kamu kok tau kalau itu semua kita yang melakukan” Tanya Dongwoon.

“Soalnya tadi Yongwoo ngasi surat, dan dari tulisannya itu kayaknya tulisannya Hara. Dan akhir-akhir ini kalian sering ngumpul sama Hara”

“Wuah ada apa nih, kenapa namaku disebut-sebut” Tanya Hara yang baru keluar dari dapur membawa beberapa minuman dan makanan.

“Wuah ternyata kau ada di sini juga Ra”

“ne. mereka mengajakku datang kemari. Jadi aku datang deh”

“Wuah sepertinya ada anggota baru di gank kita nih” goda Minhyuk.

“Benar Hyuk, ada anggota baru masuk” lanjut Jungshin

“Siapa yang kalian maksud anggota baru? Aku? Aku tidak mau masuk ke dalam gank ancur kalian. Andwe” tolak Hara.

“Bilang saja Ra, kalau kamu mau jadi anggota dari gank kami. Kamu mau gabung di gank kita biar bisa dekat-dekat aku kan”

“Ya! Siapa juga yang mau dekat-dekat denganmu. Aku tidak mau ikt dalam gank kalian, nanti aku ikut-ikutan sesat kayak kalian lagi”

“tapi kau sudah resmi menjadi bagian anggota kami. Dan selamat datang di dunia kami dunia sesat hehehehehe” tambah Dongwoon.

“Semuanya terimakasih sudah membantuku. Walau kalian semua sesat, tetapi ternyata kalian benar-benar setia kawan.” Kata Minhyuk.

Mereka semua bersenang-senang bersama, bercanda bersama.

-end-

Ni ff benar2 panjang kali lebar hehehehehehe…moga gak bosen hehehehehe…mianhae kalau bercandaannya, garing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: