@VIVITDN | VIVITDNBOICE

My Fangirling World

I’M SO JEALOUS [CHAPTER 1]

Author : Vivit (@vivit_dwinovita)

Genre : Romance, Friendship

Length : Chapterred

Rating : T

Cast :

1. Kang Minhyuk CNBLUE

2. Krystal Jung F(X)

3. Choi Minho SHINee

4. Bang MinAh GIRLS DAY

5. Jessica Jung SNSD

6. Choi Sulli F(X)

7. Baek Suzy MISS A

Disclaimer : Sebagian jalan ceritanya aku ambil dari teenlit kalau gak salah judulnya “Gawat Gw Salah Kirim SMS”, sisanya asli karanganku sendiri.

Note : Jangan lupa dikomen ya

PROLOG

@@@@@@@

AUTHOR POV

Pagi ini Krystal bangun dengan tidak semangat. Dia langsung mengambil handphonenya, dan mencoba menghubungi Minhyuk kembali, tetapi percuma saja nomer Minhyuk tidak aktif.

Krystal dari tadi mondar-mandir diruang tamu, dari tadi handphonenya selalu dipegang, sudah tidak terhitung berapa kali dia mencoba menelfon Minhyuk, dan berapa kali dia mencoba meng-SMS Minhyuk, dan hasilnya enol.

“Kang Minhyuk kalau kau tidak menjemputku hari ini, SMS kenapa sih” kata Krystal bicara sendiri. Dia lalu melihat jam tangannya.

“WHAT? 15 MENIT MASUK, ARGHHHHH. EONNIEEEEEEEEE” teriak Krystal

“Eonnie jebal antarkan aku ke sekolah, 15 menit lagi masuk nih” Krystal memohon pada Jessica.

“Kemana Minhyuk. Apa dia tidak menjemputmu? Jangan bilang kalau kalian berantem lagi?

“argh eonnie tanyanya nanti saja, sekarang antarkan aku ke sekolah”

-di dalam mobil-

“Eonnie bisa lebih cepat lagi tidak? Ngebut dong eon, telat nih”

“Ini sudah ngebut Krystal, kau juga kenapa sih gak berangkat dari tadi”

“Aku menunggu Minhyuk, aku takut kalau aku berangkat dulu, ternyata dia menjemputku, nanti dia tambah marah lagi kalau aku tidak menunggunya”

“Aishhh kalian ini sebentar bertengkar, sebentar baikan”

“Aku tidak yakin kalau kali ini kita akan baikan cepat. Sepertinya Minhyuk benar-benar marah padaku”

“Memang masalahnya apa? Dia cemburu lagi?”. Krystal hanya mengangguk.

“Dia cemburu gara-gara apa sih? Gara-gara ngeliat kamu nyium anak TK? Cemburu gara-gara liat kamu ngobrol sama temanmu yang namja? Cemburu gara-gara kamu sms sama temanmu yang namja? Cemburu gara-gara kamu lebih milih jalan bareng Sulli dan Suzy dibanding diajak nonton sama Minhyuk? Itu kan hal biasa Krys, ntar juga Minhyuk bakal mintamaaf, sama seperti biasanya” kata Jessica panjang lebar. Krystal hanya bisa menghela nafas.

“Bukan itu eon. Nanti saja di rumah aku ceritanya”

Mereka sampai di sekolah Krystal. Krystal segera berlari cepat. Saat melewati parkiran Krystal melihat mobil Minhyuk.

“Jadi rupanya dia masuk? Kenapa dia tidak mengatakan padaku kalau tidak mau menjemputku. Jadi aku tidak usah menunggunya tadi” Dia lalu berlari lagi menuju ke kelasnya.

Krystal sampai di kelas dengan nafas terengah-engah, dia lalu duduk dibangkunya dan mencoba mengatur nafasnya kembali. Sulli dan Suzy menghampiri Krystal.

“Krys, kenapa kau terlambat? Dan kenapa tadi kau tidak bersama Minhyuk?” Tanya Sulli. Krystal masih tidak menjawab, dia masih sibuk mengatur nafasnya.

“Kalian bertengkar lagi? Kenapa tadi raut wajah Minhyuk begitu menakutkan saat kami menanyakanmu” tambah Suzy

-flashback-

Sulli dan Suzy melihat Minhyuk turun dari mobilnya, mereka heran kenapa Krystal tidak berangkat bersama Minhyuk.

“Oppa, kemana Krystal?” Tanya Suzy

“Mana aku tau” jawab Minhyuk cuek. Sulli dan Suzy saling berpandangan heran.

“Biasanya kalian kan selalu bersama. Biasanya kan oppa selalu menjemput dan berangkat bersama Krystal?” sekarang giliran Sulli yang bertanya,

“Kalian pikir aku sopir Krystal yang harus mengantar jemput dirinya” Minhyuk lalu pergi meninggalkan Sulli dan Suzy.

-flashback end-

Krystal hanya bisa menghela nafas panjang saat mendengar cerita dari kedua sahabatnya

“Dia benar-benar marah besar padaku” kata Krystal lemas.

“Apa yang sebenarnya terjadi Krystal? Ceritakan pada kami?” Tanya Sulli.

“Nanti saja aku cerita, Park songsaenim sudah datang tuh”

Sulli dan Suzy kembali ke tempat duduk mereka ketika guru mereka sudah datang.

@@@@@@@@

Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Krystal melangkahkan kakinya dengan lemas, tanpa dia duga ternyata Minhyuk sedang menunggu di depan kelasnya.

“Ikut aku ke lapangan basket belakang” kata Minhyuk dingin.

Dia langsung berjalan duluan meninggalkan Krystal di belakang. Lapangannya sepi tidak ada orang, karena memang murid-murid biasanya latihan basket di dalam ruangan. Ketika sudah sampai Minhyuk langsung membalikan tubuhnya dan menatap mata Krystal dengan tajam.

“Katakan padaku, sejelas-jelasnya, siapa Minho itu?”

“Aku kan sudah bilang padamu oppa, dia mantanku”

“Aku ingin tau lebih jelas. Berapa lama kalian berhubungan? Kenapa kalian putus? Dan sejak kapan kau menjalin hubungan dengannya di belakangku” Tanya Minhyuk masih dengan nada dingin.

“Aku tidak menjalin hubungan lagi dengannya oppa. Aku tidak menghianatimu” protes Krystal.

“Jawab saja pertanyaanku, aku tidak butuh pembelaanmu”

“2 tahun aku menjalin hubungan dengannya. Dan saat aku lulus SMP tiba-tiba dia memutuskanku, aku tidak tau jelas kenapa dia memutuskanku. Dia memutuskanku secara baik-baik, tetapi tetap saja aku sakithati saat dia tiba-tiba memutuskanku. Sejak saat itu aku benar-benar mau melupakannya, aku membuang semua barang-barang pemberiannya, foto-fotonya, aku bahkan menghapus nomernya dan mengganti nomerku agar dia tidak bisa menghubungiku”

“Tapi kau masih menyimpan fotonya satu kan?”

“aku kan sudah bilang oppa padamu, kalau aku menyimpan foto itu karena di dalam foto itu ada fotoku bersama temanku.”

“Bohong. Kau tidak sepenuhnya melupakannya, kalau kau berniat melupakannya, harusnya kau buang juga foto itu.” Krystal hanya bisa menghela nafas panjang, apa yang dikatakan Minhyuk sedikit ada benarnya, dia tidak tega membuang foto itu karena hanya itu satu-satunya foto Minho yang dia punya. Dia masih belum rela membuang foto itu.

“Tapi kau kan kemarin sudah merobeknya. Sekarang aku sudah tidak mempunyai satupun foto Minho”

“Itu karena aku menyobeknya, jika aku tidak menyobeknya kau pasti akan tetap menyimpan foto itu.”

“————“

“Kenapa tidak menjawab, apa yang aku katakana benar kan?” jawab Minhyuk dingin.

“Satu lagi, kau bilang sudah menghapus nomernya. Tapi kenapa kemarin kau menelfonnya? Tapi sayangnya kau salah telfon rupanya” lanjutnya.

“Aku benar-benar menghapus nomernya. Dua hari yang lalu kita tidak sengaja bertemu, dan—“

“Dan kalian bertukar nomer handphone” potong Minhyuk.

“Di- dia yang meminta nomerku, tapi kami tidak ada hubungan apa-apa. Percayalah padaku” kata Krystal sambil memegang tangan Minhyuk.

“Haruskah aku percaya pada penghianat sepertimu?” kata Minhyuk dengan tatapan tajam, dia lalu melepaskan tangannya dari genggaman Krystal dengan kasar. Krystal tidak bisa menahan air matanya, dia menangis. Baru kali ini Minhyuk bersikap dingin dan sedikit kasar padanya. Dan dia begitu sakit saat Minhyuk menyebutnya ‘penghianat’.

“Oppa aku benar-benar mencintaimu. Tidak bolehkah aku berteman dengan mantanku?” kata Krystal sambil mengejar Minhyuk yang berusaha pergi.

“Terserah kau. Bahkan jika kau mau balikan dengannya, silahkan. Kita sudah tidak apa-apa lagi sekarang” Minhyuk bicara sambil terus mempercepat langkah kakinya tanpa menoleh sekalipun ke belakang.

“Oppa apa maksud ucapmu” Krystal mencoba mengejar Minhyuk, tapi sial kakinya tersandung batu, dia jatuh. Minhyuk menoleh ke belakang, dia hanya tersenyum sinis lalu melanjutkan langkah kakinya. Sebenarnya Minhyuk tidak tega melihat Krystal jatuh. Bahkan dia tidak tega melihat Krystal menangis, tetapi rasa cemburunya begitu besar sehingga dia putuskan untuk menghiraukan Krystal. Sedangkan Krystal hanya bisa meringis kesakitan sambil menangis.

Krystal mencoba bangun walau kakinya masih sakit, dia lalu mencoba berjalan meninggalkan sekolahnya. Sesekali dia mencoba menghapus air matanya.Tanpa Krystal dan Minhyuk ketahui, ada seseorang yang dari tadi melihat pertengkaran mereka, dia adalah Minah. Dia tersenyum licik saat melihat Minhyuk berlari mengabaikan Krystal.

“Wuah sepertinya aku tidak perlu susah-susah untuk membuat hancur hubungan kalian. Keberuntungan berpihak ditanganku, dan kau Krystal, akan menangis saat melihat Minhyuk menjadi milikku” kata Minah bicara sendiri.

“Bahkan Minhyuk sudah tidak peduli lagi saat melihatmu terjatuh” Minah kembali berbicara sendiri, sambil memandang Krystal yang sedang berjalan sedikit pincang (?).

@@@@@@@

Krystal berjalan menuju halte bus, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di sampingnya, lalu tiba-tiba seorang namja keluar dari mobil itu dan menghampiri Krystal.

“Krystal-ah, kau mau pulang? Bolehkah aku mengantarmu?” Tanya namja itu ramah.

“Tidak usah oppa, aku pulang sendiri saja”

“Krystal-ah aku hanya mau menolongmu saja”

“Baiklah”

Krystal mau masuk ke mobil Minho, tetapi tiba-tiba Minho memegang tangan Krystal.

“Wae?” Tanya Krystal heran

“Kau habis menangis? Kenapa kau menangis? Ceritakan padaku” Tanya Minho lembut sambil berusaha menghapus sisa air mata Krystal di matanya, tetapi Krystal menahan tangan Minho.

“Sudahlah oppa itu bukan urusanmu. Kau mau mengantarku atau tidak?”

“Mianhaeyo. Baiklah ayo masuk, aku akan mengantarmu”

Lagi-lagi tanpa sepengetahuan Krystal, Minah melihat dia bersama Minho barusan. Minah langsung mengambil handphonenya dan memotret saat Minho memegang tangan Krystal, dan saat Minho mau mengusap air mata Krystal.

“Terimakasih Tuhan, ini benar-benar hari keberuntunganku. Minhyuk oppa, tunggu kejutan dariku besok” kata Minah sambil mencium handphonenya.

@@@@@@@

-di dalam mobil Minho-

Krystal dari tadi tidak mengucapkan sepatah katapun, dia diam termenung sambil bersandar pada pintu mobil .Minho yang melihatnya sedikit khawatir.

“Krystal wae? Kalau ada apa-apa aku siap mendengar curhatmu”

“__________”

“Baiklah kalau kau tidak mau cerita. Aku harap masalahmu akan cepat selesai”

“___________”

Minho hanya bisa menghela nafas panjang, karena dari tadi Krystal hanya diam.

DRRRRRRTTTTTTTTTT Minho segera mengambil handphonenya

“Yeoboseyo”

“________”

“30 menit lagi aku sampai dirumah jagi”

Krystal langsung menoleh pada Minho, dia kaget, dia penasaran dengan orang yang menelfon Minho, kenapa Minho memanggilnya ‘jagi’?.

“Tunggu aku, bye”

Tut tut tut tut

“Nugu?” Tanya Krystal penasaran

“tunanganku” kata Minho dengan senyum sumringah.

“tu-tu-tunangan? Aku tidak tau jika oppa punya tunangan”

“Ye, tunangan. Kapan-kapan aku mau mengenalkannya denganmu, jika kau mau” kata Minho masih dengan senyum ramahnya. Sedangkan Krystal hanya tersenyum tipis. Entah kenapa mendengar Minho punya tunangan dia sedikit kesal.

@@@@@@@

Setelah turun dari mobil, Krystal segera masuk ke rumahnya dan langsung menuju kamarnya.

Dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, dan dia menangis, entah dia menangis karena ditinggal Minhyuk atau menangis gara-gara mengetahui Minho sudah punya kekasih.

Jessica masuk ke dalam kamar Krystal, dan dia menghampiri Krystal yang sedang menangis.

“Wae? Tumben kau menangis. Masalah dengan Minhyuk belum selesai?”

“Hikz, eonnie sepertinya kali ini aku dan Minhyuk benar-benar putus” kata Krystal menangis sambil memeluk boneka Teddy pemberian Minhyuk.

“Memang masalahnya apa?”

“Kemarin aku salah mencet nomer eon, kemarin pas aku mau telfon Minho, yang kepencet malah nomer Minhyuk, dan dia marah besar padaku karena dia pikir aku ada hubungan lagi sama Minho, hikz hikz”

“MWO? MINHO? Kau berhubungan lagi dengan Minho?” Tanya Jessica dengan nada sedikit tinggi.

“Aku tidak sengaja bertemu dengannya eon. Dia lalu memberiku nomernya”

“Aishhhh kau ini, pantas saja Minhyuk begitu marah padamu. Dan kau? Jangan bilang kau masih mencintai Minho?”

“Yang aku cintai sekarang hanya Minhyuk eon.”

“Kapan kau bertemu dengan Minho kembali”

“Saat eomma menyuruhku ke Supermarket dua hari yang lalu”

“Lalu apakah dia mengajakmu balikan?”

“Tentu tidak eon. Lagian juga aku gak mungkin balik sama Minho. Aku baru tau tadi, tenyata dia sudah punya tunangan” kata Krystal lemas.

“owh jadi Minho punya tunangan makanya kamu mau bertahan dengan Minhyuk? Kalau seandainya Minho gak punya tunangan maka kamu tidak akan mempedulikan Minhyuk dan kembali pada Minho?” tuduh Jessica.

“Eonnie, jangan menuduhku terlalu jauh. Aku benar-benar mencintai Minhyuk”

“Cepat selesaikan urusanmu, kalau perlu bawa Minho kehadapan Minhyuk biar semuanya cepat selesai”

“Tidak mungkin aku mengajak Minho untuk membantu menyelesaikan urusan ini. Minhyuk bisa-bisa menghajar Minho sebelum Minho menjelaskannya.”

“Makanya aku kan sudah menasehatimu, agar saling keterbukaan dengan Minhyuk. Kalau ada apa-apa langsung cerita. Harusnya saat bertemu kembali dengan Minho kau cerita pada Minhyuk, ceritakan semuanya biar tidak terjadi kesalah pahaman. Mungkin dia akan cemburulah walaupun sedikit. Tapi tidak akan separah ini, karena sebelumnya kau sudah menceritakannya, jadi dia tidak akan salah paham lagi.” Jessica memberikan nasehat panjang lebar untuk adiknya.

@@@@@@@

-di sekolah-

Saat istirahat, Minah menghampiri Minhyuk yang sedang duduk sendiri di bawah pohon.

“Ada apa Minah-ssi kenapa kau tiba-tiba datang kemari?”

“Ehm anu oppa,, kemarin tanpa sengaja aku melihat kau bertengkar dengan Krystal. Aku rasa itu karena orang ketiga bukan?”

“Bukan urusanmu” jawab Minhyuk sangat dingin.

“Tapi aku rasa dugaanku benar. Aku melihat bahkan kemarin sesudah dia bertengkar dengan oppa, dia menemui pacar barunya”

“Apa maksudmu Minah-ssi, jangan membuat gossip murahan”

Minah langsung memberikan beberapa lembar foto yang dia ambil lewat kamera handphonenya kemarin.

“Sepertinya Krystal langsung menelfon pacar barunya sesudah bertengkar dengan oppa. Mungkin dia sedang mengadu” kata Minah berusaha memanas-manasi (?) Minhyuk. Minhyuk langsung meremas foto itu, dia lalu berdiri dan berjalan meninggalkan tempat ini, bahkan dia menghiraukan Minah

“Kena kau KANG MINHYUK hahahahahaha” kata Minah berbicara pada dirinya sendiri dengan senyum evilnya.

Minhyuk terus berjalan dengan penuh emosi, saat berjalan melewati lorong tanpa sengaja dia bertemu dengan Krystal.

“Oppa aku mau bicara sebentar denganmu, boleh?” Tanya Krystal sedikit ragu

“Mau bicara apa? Kau mau bicara tentang foto ini?” kata Minhyuk dingin sambil melempar foto yang sudah ia remas-remas tadi, ke wajah Krystal.

Krystal langsung kaget melihat foto itu. Di foto itu ada saat Minho menggenggam tangan Krystal, saat Minho mau menghapus air mata Krystal.

“Oppa foto ini aslinya tidak seperti itu”

“Apa kau mau bilang kalau foto ini editan?”

“Tidak oppa, maksudku, kenyataannya aku tidak bermesraan seperti difoto ini”

Minhyuk tidak peduli dengan apa yang diucapkan Krystal, dia langsung pergi meninggalkan Krystal.

@@@@@@@

Pulang sekolah Minah langsung menghampiri Minhyuk, dia ingin menumpang pada Minhyuk.

“Oppa, bolehkah aku menumpang?” Tapi Minhyuk tidak mempedulikan Minah dan tetap berjalan menuju parkiran.

“oppa, aku boleh menumpang kan? Mobilku lagi dibengkel, please oppa” pinta Minah manja sambil menggelayut manja pada lengan Minhyuk.

“Minah-ssi, apa yang kau lakukan berhentilah bersikap manja seperti ini. Mianhae aku ada urusan, jadi kau tidak bisa menumpang untuk hari ini” kata Minhyuk sambil berusaha melepaskan tangan Minah dari lengannya.

“KRYSTAL” teriak seorang namja. Reflek Minhyuk dan Minah menoleh ke depan kearah sumber suara. Minhyuk dan juga Minah jelas mengenal namja itu, dia adalah Choi Minho mantan Krystal. Minah memanfaatkan situasi ini untuk memanas-manasi Minhyuk.

“Wuah tidak aku sangka Krystal berani membawa namja itu ke sekolah kita padahal sekolah lagi ramai. Mungkin Krystal mau menunjukkan pada semua orang kalau dia punya gandengan baru” Minah berusaha memancing emosi Minhyuk. Dan benar saja Minhyuk termakan (?) ucapan Minah. Wajah Minhyuk memerah tangan kanannya mulai mengepal (?), sepertinya dia siap untuk melayangkan tinjunya pada namja yang dia anggap sebagai pengganggu hubungannya dengan Krystal. Minho berjalan kearah Minhyuk lalu dia melambaikan tangannya pada Minhyuk. Minhyuk mengernyitkan dahinya, lalu dia menoleh ke belakang dan ternyata Krystal ada di sana, Minho sedang melambaikan tangan dan tersenyum pada Krystal. Minhyuk memandangi Krystal dengan tatapan tajam dan penuh kemarahan. Sedangkan Krystal memandang Minhyuk dengan tatapan yang bisa diartikan ‘aku tidak tau kenapa dia ada di sini, aku benar tidak ada hubungan apa-apa dengan dia’.

Minho menghampiri Krystal dan mengeluarkan dompet warna putih. Minhyuk mengenali dompet itu, karena dompet itu adalah milik Krystal.

“Krystal-ah aku mau mengantarkan dompetmu yang jatuh di mobilku kemarin” kata Minho. Krystal mengambil dompetnya sambil memandangi Minhyuk dengan tatapan sedikit takut.

“Babo, kenapa namja ini datang lagi dan malah membuat semuanya menjadi semakin rumit” batin Krystal.

Minho menoleh ke belakang karena dia merasa aneh kenapa Krystal dari tadi melihat kesana.

“Ada apa Krystal-ah”

“Ehm tidak ada apa-apa, a- a-ku pulang dulu. Gomawo telah mengembalikan dompetku”

Minhyuk yang terbakar api cemburu langsung saja menarik bahu Minah yang ada di sampingnya dia lalu merangkul Minah menuju mobilnya.

“Baiklah Minah-ssi, kita pulang bersama hari ini”. Minah tersenyum penuh kemenangan. Dia ikut melirik pada Krystal dengan tatapan sinis. Minhyuk juga merangkul Minah sambil memandang Krystal seolah berkata ‘aku juga bisa melakukannya’.

Mata Krystal sedikit memerah tetapi dia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.

“Benar kan oppa, foto yang aku tadi kasih ke oppa, itu bukan foto rekayasa. Mereka beneran ketemuan kan kemarin, buktinya dompetnya bisa tertinggal di dalam mobilnya”

Minhyuk hanya diam, expresinya masih menunjukkan kecemburuan, dia lalu mengemudikan mobilnya dengan cukup cepat.

“gomawo Minho, kehadiranmu memudahkan rencanaku” gumam Minah dalam hati.

Sementara itu Krystal menatap mobil Minhyuk yang melaju kencang dengan mata berkaca-kaca.

“Krystal-ah kau kenapa sih dari tadi diam gitu? kita pulang bareng yuk?” ajak Minho

“Tidak usah oppa, aku pulang bersama kedua temanku ini” katanya sambil menoleh pada Suzy dan Sulli.

“Ayolah Krystal kita pulang bersama, sepertinya keadaanmu sedang tidak sehat”

“Jangan memaksaku dan jangan lagi sok peduli padaku” kata Krystal dingin, dia langsung menggandeng Sulli dan Suzy pergi meninggalkan Minho. Minho hanya menatap Krystal heran.

“Ada apa dengan dia, kenapa dia jadi dingin? Apa mungkin karena sekarang dia lagi ada masalah makanya sedikit bad mood” Tanya Minho pada dirinya sendiri. Dia lalu ikut pergi meninggalkan sekolah Krystal.

-tbc-

4 Comments

  1. B2utylove94

    wah malah jdi rumit gini…
    Minhyuknya gampang banget di pengaruhin sama minah
    emang susah kalau cemburu sudah menguasai hati..(ceilah bahasanya)

    makin penasaran sma lanjutannya…
    nice ff unn..🙂

    • thank u… iya minhyuknya emang mudah kemakan hasutan minah “timpuk minah” #eh????

Trackbacks

  1. I’M SO JEALOUS [CHAPTER 2] | vivitloveboice
  2. I’M SO JEALOUS [CHAPTER 7 - END] | vivitloveboice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: