@VIVITDN | VIVITDNBOICE

My Fangirling World

WHO’ S THAT BOY ? (CHAPTER 2)

Author : Vivit (@vivit_dwinovita)
Rating : T
Length : Chaptered
Genre : Romance, friendship, family, humor (sedikit)
Cast : 1. Lee Jonghyun CNBLUE
2. Im Yoon-ah (Yoona) SNSD
3. Jung Yonghwa CNBLUE
4. Lee Jungshin CNBLUE
Other cast : – Seo Juhyun (Seohyun) SNSD
– Jung Krystal F(X)
– Lee Jinki (Onew) SHINee
– Im Seulong 2AM
Disclaimer : Cerita ini asli karya saya, muncul begitu saja di otakku hehe. Beberapa part sedikit terinspirasi dari teenlit-teenlit yang saya baca. Bukan plagiat, karena saya hanya terinspirasi dan menggunakan imajinasi saya dalam menulis ff ini (bahasaku tinggi ya haha)
Note : Temanku ada yang minta si Jinki jadi cast walau Cuma cameo. Baiklah disini saya menyisipkan si Jinki haha.. selamat membaca readers. Jangan lupa tinggalkan komen kalian. Tinggalkan uang juga gak papa kok hehe.
prolog chapter1


******************************************************************************
AUTHOR POV
Yoona berlari mengejar Seohyun dan Jungshin. Yoona terus memikirkan kejadian yang baru dia lihat. Sesekali Yoona menoleh ke belakang dan melihat Jonghyun dan Krystal masih diparkiran dan mengobrol dengan akrab. Yoona tidak mendengarkan apa yang diucapkan oleh Jungshin dan Seohyun. Pikirannya benar-benar kacau, Yoona berjalan sambil menunduk malas.
“Iya kan noona?” kata Jungshin
“…………….” Yoona tidak menyadari bahwa Jungshin sedang berbicara dengan dirinya.
“YA! NOONA KAU MENGABAIKANKU’ teriak Jungshin dengan muka ditekuk dengan sedikit merengek, karena dari tadi Yoona yang diajak bicara tidak merespon.
“hah? Kau bicara denganku Jungshin-ah? Mianhaeyo aku tidak mendengar” kata Yoona berusaha minta maaf.
“huuuhhh” kata Jungshin melipat kedua tangannya di depan dadanya dan memalingkan wajahnya.
“Ya! Aku kan sudah minta maaf, aku tidak bermaksud untuk mengabaikanmu” Kata Yoona beralasan.
“………..” Jungshin masih diam.
Yoona menarik nafas lalu dia pura-pura marah. “Seohyun-ah, katakan pada chingumu ini, baiklah kalau dia TIDAK MAU BERTEMAN DENGANKU, aku akan pulang sendiri” Yoona pura-pura marah dan berjalan melewati Jungshin.
“aish noona. Kenapa jadi kau yang marah, harusnya kan aku yang marah” Kata Jungshin sambil mengejar Yoona dan memanyunkan bibirnya. Yoona mencoba menahan tawa karena melihat tingkah Jungshin, tetapi dia tetap pura-pura marah pada jungshin, dia memalingkan wajahnya tidak mau memandang Jungshin.
“Noona, baiklah aku yang minta maaf. Mianhaeyo” kata Jungshin merengek seperti anak kecil.
“Eonnie, bicaralah dengan Jungshin, anak cengeng ini akan menangis jika kau tidak mau memaafkannya” Goda Seohyun sambil menahan tawa.
“YA! SEO JUHYUN siapa yang kau bilang cengeng hah? Aku tidak cengeng” Kata Jungshin tidak terima.
“Jungshin kau itu CENGENG, kau akan menangis kalau sampai Yoona eonnie benar-benar marah padamu dan tidak mau bicara denganmu, weeeeeeeeeeeeekkkkkkkkk” kata Seohyun menggoda Jungshin sambil menjulurkan lidahnya.
Seohyun segera berlari sebelum dicincang oleh Jungshin. Dan benar saja, Jungshin segera berlari dan berniat menangkap Seohyun. Yoona yang melihat kelakuan mereka tidak bisa menahan tawanya. Dia tertawa begitu lepas melihat dua dongsaeng sekaligus teman dekatnya itu berlari berkejar-kejaran (?) seperti anak kecil.
“Awas kau Seohyun, jangan lari. Kau akan mati ditanganku sebentar lagi” Teriak Jungshin.
Seohyun berlari dan bersembunyi di belakang Yoona, agar selamat dari amukan Jungshin, lalu Seohyun berlari lagi tanpa melihat jalan yang ada di depannya.
BRUKKK
Seohyun serta buku-buku tebal yang dibawanya jatuh, ketika tanpa sengaja Seohyun menabrak seseorang.
“mianhaeyo, aku tidak melihat jalan, mianhae, kau bisa memarahiku karena ini memang salahku” kata Seohyun merasa bersalah.
“Gwencana. Jangan mengkhawatirkan keadaanku. Harusnya aku yang bertanya padamu, apa kau baik-baik saja?” Tanya orang yang di tabrak seohyun.
“Seohyun-ah gwencanayo?” Jungshin langsung menghampiri Seohyun.
“Gwencana Jungshin-ah. Aku sepertinya sudah mendapatkan hukuman karena telah mengganggumu.” Kata Seohyun tertawa, sambil menahan rasa sakitnya akibat jatuh.
“aish kau ini, sudah terjatuh masih saja bercanda” balas Jungshin.
Yoona juga ikut menghampiri Seohyun, dan dia memandang heran pada namja yang ditabrak Seohyun. “Yonghwa oppa? Sedang apa kau disini? “Tanya Yoona sambil membantu membawa buku Seohyun yang jatuh, sedangkan Jungshin membantu Seohyun berdiri.
“Seulong hyung menyuruhku untuk menjemputmu, dia sibuk katanya”
“Alasan, paling Seulong oppa sedang kencan. Benar kan?”
“lupakan Seulong hyung. Sekarang kita urusi temanmu ini”
“Sikutmu agak memar, aku antar kau ke rumah sakit” paksa yonghwa ketika melihat luka memar di sikut Seohyun.
“andwe- oppa, aku tidak mau dibawa dirumah sakit, aku baik-baik saja” kata Seohyun.
Jungshin langsung menyuruh Seohyun untuk duduk di kursi dekat gerbang sekolah.
“untung aku bawa plester, mana sikutmu, sini aku pasangkan plesternya” kata Jungshin meraih tangan Seohyun, dan memasangkan plester di sikut Seohyun.
“gwenchana, sebentar lagi kau akan sembuh. Dasar cengeng, jatuh seperti itu saja sudah mau menangis” kata Jungshin. Sekarang giliran dia membalas Seohyun, karena tadi Seohyun mengatai Jungshin cengeng.
“YA! Siapa yang kau bilang cengeng hah? Apakah kau melihat aku menangis barusan” kata Seohyun berniat berdiri untuk membalas Jungshin. Tapi Yoona segera melerai mereka berdua. Yonghwa yang melihatnya hanya tersenyum terkekeh.
“Ya!, bagaimana kalau kau pulang bersama kami. Aku masih merasa bersalah padamu” tawar Yonghwa, pada Seohyun.
“Tidak usah repot-repot oppa. Aku pulang sendiri saja”
“Seohyun-ah, pulanglah dengan kami, rumah kita kan searah. Please!!!!!” pinta Yoona memelas.
“Kajja Seohyun-ah, kau pulang dengan mereka saja, kan enak irit ongkos hahaha” Kata Jungshin
“kalau tiap hari kau pulang bersama Yoona noona, kau bisa irit ongkos, jadi kau bisa menabung untuk membeli keroro dan goguma beserta ladangnya wkwkwk” lanjut Jungshin. Seohyun mencubit perut Jungshin dan memberikan tatapan tajam pada Jungshin.
“Apo, Seohyun-ah. Noona gadis kodok ini mencubit perutku” kata Jungshin mengerucutkan bibirnya, dan beraegyeo di depan Yoona.
PLETAKKK
Seohyun menjitak kepala Jungshin
“YA! Enak saja kau memanggilku gadis kodok. Dasar kau avatar”. Balas Seohyun, tidak terima dia dipanggil gadis kodok.
“Pantas saja kau bertingkah seperti anak kecil. Ternyata teman-temanmu autis semua” bisik Yonghwa pada Yoona, sambil menahan tawa. Walaupun berbisik tapi kedua orang yang dibicarakan Yonghwa bisa mendengar. Yoona, Seohyun, dan Jungshin memberikan tatapan menakutkan pada Yonghwa. Yonghwa langsung mengalihkan pandangannya, dan berjalan menuju mobilnya.
“Kajja, kita pulang bersama” teriak Yonghwa saat sampai di samping mobilnya.
“Kajja Seohyun-ah kita pulang bersama” ajak Yoona
“Ayolah Seohyun-ah, kau tidak usah gengsi hehe, sekalian besok dan seterusnya kau juga berangkat ke sekolah serta pulang sekolah bersama noona, jadi uang yang biasa kau gunakan untuk naik bus, juga bisa kau gunakan untuk membeli buku tebal-tebal seperti yang kau bawa saat ini” Kata Jungshin, dan dia segera berlari takut dimarahi Seohyun lagi.
“ANYEYONG NOONA, ANYEYONG GADIS KODOK” kata Jungshin berteriak.
“Anyeyong hyung” lanjut jungshin saat dia melewati Yonghwa. Lalu tiba-tiba Jungshin berjalan mundur lagi dan membalikkan badannya menghadap yonghwa.
“mwo?” Tanya Yonghwa heran
“Hyung, jangan sekali-kali menyebututku AUTIS. Arraseo?” kata Jungshin lalu dia berlari kembali menuju halte bis.
Yonghwa hanya terkekeh melihat tingkah Jungshin
“kau tidak autis, tapi hanya idiot hahaha” kata Yonghwa berbicara sendiri sambil tertawa. (Pulang-pulang Yonghwa di massa bininya jungshin neh, ngatain Jungshin idiot)
“YA! oppa, kau sudah gila? berbicara sendiri dan tertawa sendiri” Tanya Yoona heran.
“kajja, masuk ke mobil, kita harus segera pulang” Kata yonghwa tidak menggubris pertanyaan Yoona.
******************************************************************************
Mobil Yonghwa sudah berhenti di depan rumah Seohyun,
“Gomawo oppa, eonnie. Kalian tidak mampir dulu.”
“Tidak usah, aku harus segera berlatih basket bersama teman-temanku”
“anyeyong” kata seohyun seraya membungkukkan badannya.
Yoona melihat krystal dan Jonghyun turun di depan rumah yang jaraknya 10 meter di depan rumah Seohyun. Lagi-lagi hati Yoona terasa sakit melihat kedekatan mereka. Mobil Yonghwa tepat melewati Krystal dan Jonghyun, Yoona bisa melihat Krystal menggenggam tangan jonghyun. Sepertinya Krystal menyuruh Jonghyun untuk mampir ke rumahnya, tapi Jonghyun keliatannya menolak. Yoona terus memandangi Jonghyun dan Krystal dari kaca spion ketika mobil Yonghwa berhasil melewati mereka.
“Yoona-ah, gwencanayo? Tanya Yonghwa khawatir ketika melihat Yoona tiba-tiba jadi muram.
“gwencana oppa” jawab Yoona sambil memaksakan senyum.
Yonghwa yang melihat Yoona muram seperti itu merasa khawatir, karena biasanya Yoona adalah gadis yang cukup ceria.
“ayo ceritakan padaku Yoona-ah apa yang terjadi padamu. Apa karena namja misterius itu?”.
Yoona menunduk saat Yonghwa menyebut ‘namja misterius’. Sikap Yoona itu membuat Yonghwa semakin yakin bahwa Yoona seperti itu karena ‘namja misterius’ itu.
“Yoona-ah, sudahlah lupakan namja itu, mungkin dia hanya kebetulan menolongmu saja, tidak usah kaupikirkan dia lagi, kalau kau berjodoh kau mungkin akan bertemu lagi.”
“Lee Jonghyun” kata Yoona pelan sambil menunduk lemas.
“mwo? Aku tidak mengerti maksudmu”
“Namja itu bernama Lee Jonghyun, dia satu kelas denganku ternyata, dia baru pindah ke sekolahku hari ini.” Jelas Yoona sambil memandang wajah Yonghwa yang sibuk menyetir.
“Jinjayo? Bagus dong kalau begitu, kenapa kau sedih? Harusnya kau senang” kata Yonghwa tersenyum kearah Yoona. Yoona kembali lemas dan menunduk lagi
“Aku senang oppa, tapi saat aku pulang bersama teman-temanku, aku melihat dia berbicara akrab, bahkan berpelukan dengan hobaeku kelas 1 namanya Krystal.” Jelas Yoona panjang lebar.
Yonghwa langsung tertawa keras setelah mendengar penjelasan Yoona, dan membuat gadis itu jadi bingung dengan tingkah Yonghwa yang tertawa seperti orang gila.
“oppa, ada apa denganmu?Kau gila ya? Apanya yang lucu, kenapa kau tertawa keras?” Tanya Yoona heran. PLETAKKK. “auw,apo. Oppa kau ini kenapa, barusan tertawa sendiri sekarang kau menjitak kepalaku” keluh Yoona sambil mengusap kepalanya yang sakit karena dijitak Yonghwa.
“kau tidak sopan mengataiku Gila hehe. Aku tertawa karena lucu melihat tingkahmu yang cemburu hahahahaha”
“AKU? CEMBURU?” kata Yoona masih tidah percaya
“yupz benar sekali, kau cemburu. Kau sakit hati melihat namja itu dekat dengan yeoja lain, karena kau maunya namja itu dekat denganmu. Benar kan?”
“ne, benar oppa, sepertinya aku benar-benar cemburu. Padahal Jonghyun bukan pacarku, tapi aku sudah cemburu melihat dia dekat dengan yeoja lain.” Yoona kembali menunduk lemas.
“sudahlah, tidak usah terlalu dipikirkan. Huhmm yeoja yang barusan kuantar siapa namanya?”
“Seo Juhyun, tapi lebih sering dipanggil Seohyun. Wae oppa?
“oh tidak kenapa-kenapa kok, hanya saja menurutku dia gadis unik dan lucu” kata Yonghwa sambil senyum-senyum sendiri.
“Kau menyukai Seohyun?” Tanya Yoona karena heran melihat Yonghwa yang senyum-senyum sendiri.
“aniyo. Aku hanya bilang gadis itu lucu dan unik. Jadi jangan menuduhku seenaknya.”
“katakan saja kalau oppa menyukai Seohyun hahaha” kata Yoona menggoda Yonghwa.
DRRRRRRRRRRRRTTTTTTTTTTT
Yonghwa segera mengambil handphonenya dari saku dan melihat layar handphonenya dan ternyata yang menelfon adalah Jinki sahabatnya yang terkenal playboy.
“yebboseyo, ada apa Jinki-ssi?”
“Ya! Kau lama sekali sih, kita harus segera berlatih, jam 5 nanti aku ada urusan”
“urusan apa? Gadis mana lagi yang menjadi targetmu haa?”
“aish kau ini menuduhku yang tidak-tidak” kata Jinki terkekeh karena ternyata sahabatnya sudah bisa menebak ‘urusan apa’ yang akan dilakukannya setelah selesai latihan nanti.
“Aku bukan menuduhmu, tapi ini sudah bukti. Apa targetmu selanjutnya adalah mahasiswi Kedokteran semester 3 yang bernama Hyejin?” tuduh Yonghwa
“Sudahlah kau tidak usah mengintrogasi diriku, kutunggu kau 15menit lagi oke?”
“siap bos”
Tut tut tut tut tut
*****************************************************************************
Saat Yoona mau keluar dari kamarnya untuk berangkat sekolah, ummanya datang membawa tas yang isinya seperti baju
“apa itu umma?”
“ini gaun untukmu” kata Nyonya Im sambil memberikan tas berisi baju pada Yoona.
“Untukku? Memang ada apa? Apakah nanti malam ada pesta? Pesta apa?”
“Tidak ada pesta apa-apa kok, nanti malam teman umma dan appa akan datang berkunjung kemari. Sekalian kami akan mengenalkanmu pada anak teman umma itu”
“mwo? Maksud umma? Umma mau menjodohkanku?aish umma ini, apa-apaan sih” kata Yoona sambil memanyunkan bibirnya.
“Umma tidak menjodohkanmu. Tapi hanya mau mengenalkanmu, kalau kalian saling suka, kalian bisa berpacaran, tapi kalau tidak saling suka cukup berteman saja. Walau kalian tidak pacaran, hubungan umma dan teman umma masih akan baik-baik saja kok” Jelas Nyonya Im panjang lebar sambil mengusap lembut kepala putrinya.
“Baiklah umma, tapi umma jangan terlalu mengharapkan bahwa aku akan menjalin hubungan lebih dengan anak teman umma itu”. Nyonya Im mengangguk tanda setuju, lalu dia mengantarkan putrinya ke lantai bawah untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
*****************************************************************************
YOONA POV
Aku masuk ke kelasku, dan ternyata Jonghyun sudah sampai di kelas, dia sedang asik membaca buku rupanya. Tidak kusangka dia ternyata rajin membaca. Ku coba beranikan diriku untuk menyapanya, berharap dia akan menjawabnya.
“Anyeyonghaseyo Jonghyun-ah, pagi-pagi sudah rajin sekali membaca buku” kataku memberanikan diri dan sok akrab, seraya tersenyum manis padanya.
“Anyeyong haseyo Yoona” katanya membalas salamku sambil tersenyum manis sekali. DEG hatiku rasanya berdegup kencang melihatnya tersenyum padaku. Jonghyun sebenarnya tipe namja pendiam, dingin dan sedikit bicara, dia bukan pria yang sok misterius atau apa, tapi dia memang terlalu pendiam karena itulah dia terlihat dingin. Dia juga jarang bergaul dengan teman-teman disini, ingin sekali rasanya aku mengajaknya ngobrol bersama atau bercanda bersama. Satu-satunya orang yang akrab dengannya di sekolah ini adalah Krystal.
*****************************************************************************
Istirahat pertama aku, Seohyun dan Jungshin, pergi ke kantin untuk makan, kami bercanda bersama, lalu ada sebuah pemandangan yang begitu menyesakkan dadaku, aku melihat Jonghyun berada di kantin ini tentunya bersama Krystal, aku melihat Jonghyun tersenyum manis sekali saat Krystal sedang bicara. Entah apa yang dibicarakan Krystal pada Jonghyun sehingga namja pendiam dan dingin itu tersenyum manis mendengar ucapannya. Pemandangan ini membuat hatiku sakit, sakit sekali, aku benar-benar cemburu pada Krystal, moodku langsung berubah aku tidak bisa tertawa lepas lagi seperti sebelumnya, tepat sebelum Jonghyun dan Krystal muncul di kantin ini.
*****************************************************************************
Istirahat kedua aku memutuskan untuk ikut Jungshin dan Seohyun ke Perpustakaan. Mereka berniat mengerjakan tugas bersama, dan aku ikut mereka karena aku malas ke kantin, aku malas melihat pemandangan seperti tadi, aku rasa di Perpustakaan tidak akan menemukan mereka. Aku beralasan pada Seohyun dan Jungshin bahwa aku ingin membaca-baca buku disana, akhirnya kami bertigapun ke Perpustakaan bersama. Seohyun dan Jungshin sedang asyik mengerjakan tugas mereka di meja besar yang ada di perpustakaan, aku pergi menuju rak buku berharap akan menemukan buku yang menarik untuk aku baca. Tiba-tiba krystal muncul disampingku, dia sepertinya juga sedang mencari buku disini (ya iyalah di perpus nyari buku, masak nyari makanan abaikan). Aku sebenarnya biasa saja pada gadis ini, tetapi semenjak aku tau dia dekat dengan Jonghyun, aku kurang menyukainya, mungkin ini ke kanak-kanakan, tapi mau bagaimana lagi, aku benar-benar cemburu melihat dia dekat dengan Jonghyun.
“Anyeyong, Krystal-ah” kataku basa basi dan memaksakan senyum.
“Anyeyong eonnie” balasnya singkat, lalu kembali lagi melihat rak buku, mencari buku-buku.
Aish anak ini menyebalkan sekali, aku ini sunbaenya tapi aku yang menyapanya lebih dulu, dan saat aku menyapanya, dia hanya menjawabnya singkat, aku semakin sebal pada gadis ini. Dia menjinjit berusaha mengambil buku, aku ingin membantunya walaupun aku tau, tanganku juga tidak akan sampai. Tiba-tiba seorang namja datang dan membantu Krystal mengambilkan buku itu.
“gomawo Jonghyun oppa” kata Krystal penuh senyum. Yah benar sekali, namja yang membantu krystal itu adalah Jonghyun. Aku langsung tidak bersemangat, dan memutuskan ingin pergi dari Perpustakaan ini.
“anyeyong Jonghyun-ah, kau sedang apa disini?” kataku mencoba untuk tersenyum walau berat.
“Anyeyong, aku sedang menemani Krystal. Kau sendiri?”
“Aku berniat mencari buku, tapi sepertinya tidak ada yang menarik. Aku pergi dulu”. Aku langsung menghilang dari pandangan mereka.
“Seohyun Jungshin aku pergi dulu, tidak ada buku yang menarik disini. Anyeyong” kataku begitu menghampiri mereka dan langsung keluar Perpustakaan.
*****************************************************************************
Aku pulang lagi-lagi dijemput Yonghwa oppa, Yonghwa juga mengajak Seohyun agar mau pulang bersama kami, Seohyun menolak tetapi Yonghwa menyuruhku agar aku mau mengajak Seohyun pulang bersama dan akhirnya Seohyun mau setelah aku memaksanya. Aku tidak tau, ada apa sebenarnya dengan Yonghwa oppa, aku malas memikirkan tingkah anehnya, aku juga malas bertanya kepadanya. Moodku sedang buruk, sebenarnya aku malas saat Yonghwa oppa memaksa Seohyun untuk pulang bersama kami. Bukan karena aku tidak suka Seohyun pulang bersamaku, tapi karena saat tiba di rumah Seohyun aku akan melihat pemandangan itu lagi. Dan ternyata benar dugaanku. Aku melihat Krystal dan Jonghyun lagi.
‘Ya Tuhan tolong aku, aku sepertinya akan mati gara-gara cemburu’ gumamku saat mobil Yonghwa melewati mobil Jonghyun.
Aku segera mengambil buku di tas, berpura-pura konsen membaca, agar Yonghwa oppa tidak mengajakku bicara. Aku sudah tidak mood bicara tentang apapun, apa lagi tentang Jonghyun.
*****************************************************************************
Malam ini keluargaku mengundang temannya, aku malas sekali sebenarnya, apa lagi aku akan dikenalkan dengan putra teman appa dan umma, benar-benar malas sekali.
“Yoona-ah cepat turun, teman umma dan appa sudah datang sayang” teriak umma dibalik pintu kamarku.
“Ne umma, sebentar lagi” jawabku.
Aku segera bangkit dari meja riasku, dan berjalan menuju lantai bawah tanpa semangat.
“sayang, sini kenalkan ini keluarga Lee” kata appaku
“Anyeyong haseyo, Yoona imnida” kataku penuh senyum mengenalkan diriku.
“putri kalian cantik sekali” kata tuan Lee memujiku.
“Yoona, kenalkan ini putra ahjumma, namanya Lee Jonghyun”.
’Mwo? Lee Jonghyun? Aku tidak salah dengarkan’ gumamku dalam hati. Lalu namja itu mengangkat kepalanya, yang sedari tadi menunduk.
“Anyeyong Yoona-ah” sapa Jonghyun padaku.
“Anyeyong. Ternyata kau anak teman ummaku” kataku penuh senyum.
Orangtua kami memandang kami heran, melihat kami ternyata saling mengenal
“Kalian saling mengenal rupanya?” Tanya Tuan Lee.
“Ne ahjussi, kita satu kelas” jelasku.
Aku langsung duduk di samping Seulong oppa, dan menyantap makanan yang sudah tersedia.
Ya tuhan, aku benar-benar tidak menyangka bahwa namja yang ingin dikenalkan umma ku adalah Jonghyun. Aku benar-benar bahagia, Ternyata orang yang ingin dikenalkan padaku ternyata orang yang selama ini aku impi-impikan, orang yang aku suka dia adalah cinta pertamaku Lee Jonghyun. Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya karena terlalu bahagia.
‘Kenapa umma hanya mau mengenalkanku saja, aku sudah mengenalnya, segera nikahkan kami umma appa hehe’ gumamku dalam hati.
Seandainya ummaku menyuruhku besok untuk menikah, aku juga sudah siap, asal namja itu adalah Jonghyun. Aku tidak perlu susah-susah mencari restu orang tua, karena mereka mau menjodohkan kami itu berarti mereka sudah merestui kita. Jonghyun-ah apa kau senang saat orang tuamu mau mengenalkanku padamu? Aku berharap kau adalah Jodohku. Tetapi, bagaimana dengan Krystal? Ah sudahlah lupakan dia untuk sementara waktu, aku berharap orangtua kami akan segera memaksa kami menikah atau paling tidak bertunangan, jadi Jonghyun resmi milikku, tidak akan ada lagi yeoja yang bisa dekat-dekat dengan Jonghyun ku, termasuk si Krystal itu.

-tbc-

Gimana ceritanya? Suka nggak? Krystal tu siapa seh? Sabar-sabar, author masih menyembunyikan, identitas siapa Krystal itu, apa hubungannya Krystal dengan Jonghyun? Makanya terus ikutin ff ini (bahasaku g nguwati). Jangan lupa TINGGALKAN KOMEN KALIAN.

2 Comments

  1. Daebak,tapi penasaran,kira-kira krystal itu siapanya jonghyun?

Trackbacks

  1. WHO’ S THAT BOY ?( PROLOG – CHAPTER 5 END ) | vivitloveboice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: