@VIVITDN | VIVITDNBOICE

My Fangirling World

WHO’ S THAT BOY ? (CHAPTER 3)


Author : Vivit (@vivit_dwinovita)
Rating : T
Length : Chaptered
Genre : Romance, friendship, family
Cast : 1. Lee Jonghyun CNBLUE
2. Im Yoon-ah (Yoona) SNSD
3. Lee Jungshin CNBLUE
Other cast : – Jung Yonghwa CNBLUE
– Jung Krystal F(X)
– Seo Juhyun (Seohyun) SNSD
– Lee Jinki (Onew) SHINee
– Im Seulong 2AM
Disclaimer : Cerita ini asli karya saya, muncul begitu saja di otakku hehe. Beberapa part sedikit terinspirasi dari teenlit-teenlit yang saya baca. Bukan plagiat, karena saya hanya terinspirasi dan menggunakan imajinasi saya dalam menulis ff ini (bahasaku tinggi ya haha)
Note : Buat yang penasaran sama Krystal, maaf di chap ini, Krystal identitasnya masih saya sembunyikan, ntar akan di jelaskan di chap 4 hehe, oh ya ff ini akan saya buat terakhir sampai chap 5. Happy reading, jangan lupa tinggalkan uangnya, maksudnya komennya (author matre’)
prolog chapter 1 chapter 2


******************************************************************************

AUTHOR POV
Yoona merasa bahagia sekali saat tau bahwa namja yang ingin dikenalkan oleh orangtuanya adalah Lee Jonghyun, cinta pertamanya. CINTA PERTAMA? Tentu Jonghyun adalah cinta pertama bagi Yoona. Walau dia sudah kelas 3 SMA dia belum pernah pacaran, dia belum pernah merasakan apa itu JATUH CINTA. Banyak sekali pria yang mengatakan cinta padanya, tapi entah mengapa tidak ada satupun yang memikat hatinya. Paling-paling Yoona hanya sebatas ngefans sama kakak tingkatnya, tidak lebih dan tidak pernah mengharap kakak tingkatnya itu untuk menjadi namja chingunya. Berbeda dengan yang ia rasakan pada Lee Jonghyun. Yang ia rasakan pada Lee Jonghyun adalah jantungnya mampu berdetak lebih cepat saat melihatnya, apa lagi saat namja itu tersenyum, jantung Yoona seakan berhenti berdetak (lebay.com). Jonghyun juga mampu membuat Yoona merasakan CEMBURU, Yoona begitu cemburu ketika melihat Jonghyun dekat Krystal, sangat cemburu melihat Jonghyun dan Krystal bergandengan tangan bahkan berpelukan, bahkan Yoona cemburu melihat Jonghyun tersenyum manis pada Krystal.
“Jonghyun, mulai besok kau menjemput dan mengantar Yoona ke sekolah ya, kalian kan satu kelas, jadi biar kalian semakin dekat” kata tuan Lee pada putranya.
“Tidak usah repot-repot ahjussi, aku biasa diantar oleh Seulong oppa kok” kata Yoona berusaha menolak, padahal hatinya sudah sangat bahagia sekali, tapi dia tetap merasa sungkan saja, karena dia dan Jonghyun masih canggung dan malu-malu.
“nde, mulai besok aku akan berangkat sekolah dan pulang sekolah bersama Yoona” kata Jonghyun, lalu dia menunduk dan menekuni makanannya lagi.
******************************************************************************
Sesudah selesai makan malam orang tua mereka menyuruh mereka untuk ngobrol berdua agar mereka lebih dekat katanya. Yoona mengajak Jonghyun duduk diayunan yang ada di sebelah rumahnya. Mereka berdua masi canggung satu sama lain.
“Jonghyun-ah, apa kau sebelumnya sudah tahu bahwa aku akan dikenalkan padamu”
“tidak tau” Jawab Jonghyun singkat.
Yoona menarik nafas panjang, dia benar-benar bingung harus bicara apa agar mereka lebih akrab, Jonghyun masih dingin, dia tidak pernah berusaha untuk memulai pembicaraan terlebih dulu.
“Jonghyun-ah beberapa hari yang lalu kaulah yang menyelamatkanku saat aku mau ditabrak, dan kau jugalah yang mengantarku pulang malam itu, apakah kau ingat kalau yeoja yang kau tolong itu adalah aku?” Yoona bertanya sedikit ragu, dia takut Jonghyun masih akan menjawabnya dengan dingin.
“ne, aku ingat, aku menyadarinya saat pertama kali aku mengenalkan diriku di depan kelas”
“oh ternyata kau ingat, aku piker kau lupa. Ngomong-ngomong, sedang apa kau malam itu, apakah kau juga menghadiri pesta sekolahku?”
“Aku belum pikun, tentu aku ingat hehe. Oh malam itu aku sedang mengantarkan Krystal ke pesta sekolah”
“oh hanya mengantarkan saja, kenapa kau tidak ikut pestanya?” Yoona sebenarnya sedikit cemburu saat Jonghyun menyebut nama Krystal, tetapi Yoona berusaha menutupi rasa cemburunya agar Jonghyun tidak menyadarinya.
“Krystal sebenarnya mengajakku, tetapi aku tidak mau karena aku merasa aku masih belum resmi menjadi siswa di sekolah itu.”
“Krystal tau kalau kau akan pindah ke sekolah kami” tanyanya ragu, Yoona sebenarnya tidak mau bertanya banyak tentang Krystal, tetapi dia penasaran, dia ingin tau seberapa jauh hubungan Jonghyun dan Krystal.
“Tentu dia tau, alasan kenapa aku memilih pindah ke Seoul High School adalah karena dia juga” Jonghyun menjawab penuh senyum.
Hati Yoona rasanya sakit saat Jonghyun bilang kalau alasannya pindah ke Seoul High School adalah karena Krystal. Dia sudah tidak ingin lagi menanyakan tentang Krystal lagi, dia takut kalau ternyata ada hubungan special antara Jonghyun dan Krystal.
******************************************************************************
YOONA POV
Aku mulai sarapan dengan rasa lemas tidak bersemangat, ini karena tadi malam, karena Jonghyun bilang kalau dia pindah ke sekolahku karena Krystal.
TING TONG
“Jonghyun kau ternyata benar-benar menjemput Yoona. Silahkan masuk” kata umma ku.
Umma menghampiriku di ruang makan dan menyuruhku untuk segera menyelesaikan makananku, dan segera berangkat ke sekolah bersama Jonghyun. Aku segera menghabiskan makananku dan segera menghampiri Jonghyun.
“ahjumma kami berangkat dulu, anyeyong”
“hati-hati dijalan”
“ne umma” aku mencium pipi ummaku dan segera menyusul jonghyun.
******************************************************************************
Sepanjang perjalanan kami hanya diam saja, tidak ada hal yang dibicarakan. Jonghyun begitu konsen mengemudi. Aku merasa, kami seperti sopir dan penumpang saja. Sama seperti tadi malam, tidak ada yang dibicarakan, bahkan sekarang lebih parah, karena sepanjang perjalanan memang tidak ada pembicaraan sama sekali.
Sesudah sampai di sekolah, Jungshin memandangku heran saat melihat aku berangkat sekolah ternyata bersama Jonghyun.
“ehmm, aku ke kelas dulu” kata jonghyun meninggalkanku diparkiran saat melihat Jungshin datang menghampiriku.
“ne, aku akan ke kelas bersama Jungshin”
Jungshin menghampiriku, dan seperti biasa kita ke kelas bersama-sama.
“noona, pria itu yang beberapa hari lalu berpelukan dengan Krystal kan, kenapa tiba-tiba hari ini noona berangkat ke sekolah bersamanya?” Tanya Jungshin penuh selidik padaku.
“Dia kan teman sekelasku, apa salah dia mengantarku?”
“Tidak ada yang salah sih noona, tapi aneh saja melihat noona diantar oleh namja lain selain seulong hyung dan satu lagi pria yang mengataiku autis itu”
“hahaha maksudmu Yonghwa oppa?”
“ne, Yonghwa hyung dan Seulong hyung. Noona tampak dekat dengan mereka, dan tentunya noona juga dekat denganku” kata Jungshin sambil mengalungkan lengannya dipundakku.
“dan juga dekat denganku” kata Seohyun yang tiba-tiba datang ikut mengalungkan lengannya di pundakku.
Aku tidak merasa risih mereka memelukku seperti itu, aku justru sangat senang, mereka berdua adalah sahabat yang pengertian dan bisa menghiburku.
“Seohyun-ah ada gossip baru tentang Yoona noona loh” goda Jungshin
“jinja? Apa-apa?” Seohyun bertanya penuh semangat.
“Yoona noona berangkat dengan anak baru itu”
“jinja? Eonnie ada hubungan apa kau dengan namja itu, aneh sekali melihatmu mau diantar oleh namja. Selama ini banyak yang mau mengantarmu tapi kau selalu menolaknya”
“aish kalian ini berlebihan sekali, jangan gossip yang aneh-aneh, dia itu anaknya teman umma ku, arraseo? Jadi tidak usah berlebihan” Aku segera masuk kelas ku dan mengabaikan mereka berdua yang berdiri di depan kelasku, aku tidak mau mereka menyadari, wajahku yang sudah memerah.
******************************************************************************
Istirahat pertama aku sudah melihat 2 sahabatku berdiri di depan pintu kelasku. Iya aku sudah paham, sepertinya mereka masih penasaran kenapa tadi pagi aku berangkat bersama Jonghyun. Aku berjalan menuju ke arah mereka dan berjalan bersama mereka menuju kantin, seperti biasanya.
Seohyun dan Jungshin masih memandangku yang sibuk menekuni makananku.
“ya! jangan memandangku seperti itu, kalian membuatku risih” kataku sambil memanyunkan bibirku.
Jungshin dan Seohyun masih menatapku dengan tajam, mereka masih menunggu penjelasan dari ku.
“Ummaku kemarin malam mengenalkanku dengan anak temannya, dan ternyata, namja itu adalah Jonghyun”
“Jadi noona dijodohkan dengan Jonghyun hyung?”
“Tidak juga. Orang tua kita menyuruh kita agar lebih saling mengenal, jika kita tidak saling meyukai maka orang tua kita tidak memaksakan untuk menjodohkan kita.”
“Oh begitu rupanya. Tapi sebenarnya eonnie mencintai namja itu tidak?” Pertanyaan Seohyun sedikit membuatku tersedak dan membuat wajahku sedikit memerah.
“Noona ada apa dengan mu? Ah aku sudah tau, sebenarnya noona menyukai Jonghyun hyung juga kan? Kata Jungshin menggodaku.
Aku pun menceritakan perasaanku yang sebenarnya kepada kedua sahabatku ini, termasuk rasa cemburuku terhadap Krystal.
“Eonnie, kenapa kau tidak tanyakan saja kepada Jonghyun oppa siapa Krystal dan apa hubungan Krystal dengannya”
“Aku setuju dengan Seohyun, noona harusnya tanyakan saja, sekalian juga tanyakan pada Jonghyun hyung perasaan dia terhadap noona. Apa dia menyukai noona, apa dia mau menjalin hubungan yang lebih serius dengan noona”.
“Ya! Kalian ini mau menjerumuskanku? Aku ini yeoja. Masa’ aku harus bertanya seperti itu, nanti dia mengira aku ini agresif” jawabku kesal.
“ckckckc noona, itu bukan agresif namanya, itu namanya meminta P-E-N-J-E-L-A-S-A-N, jadi biar semua jelas. Jika namja itu menyukai noona, kalian bisa pacaran, tapi jika dia tidak menyukai noona, maka kalian bisa berteman saja dan noona bisa berhenti mengharapkan cintanya”.
“Aku Nampak seperti lebih muda dihadapan kalian, aku ini usianya lebih tua dari kalian, tapi sepertinya kalian lebih dewasa dariku.”
“bhuahahaha eonnie ada-ada saja. Jangan melihat kedewasaan seseorang dari usianya eon, tapi lihat dari cara pandangnya. Makanya eonnie rajin-rajinlah membaca buku, apa lagi buku psikolagi gitu, jadi eonnie bisa mengubah cara piker eonnie yang sempit menjadi terbuka”
“buku lagi buku lagi, kau membuatku tidak nafsu makan Seohyun-ah” kataku lemas.
*****************************************************************************
Bel pulang sekolah berbunyi, aku dan Jonghyun akan pulang bersama.
Drrrrrrrrtttttttttttttttttttttttttt
Handphoneku bergetar dan ternyata ada panggilan dari Seohyun
“yeoboseyo, ada apa Seohyun-ah?”
“Eonnie jangan lupa yang tadi kita bicarakan di kantin, kau harus tanyakan padanya”
“noona jangan gengsi, ini demi kebaikan bersama. Orangtua kalian juga pasti menunggu kepastian dari hubungan kalian” Jungshin juga ikut menimpali ucapan Seohyun.
“ne, akan aku coba” kataku lemas
“FIGHTING” teriak mereka bersamaan di telephone
Tut tut tut tut tut tut
Aku tersenyum saat menutup telfonku dan menaruhnya di dalam tas, mereka begitu perhatian padaku.
“kajja, kita pulang” ajak Jonghyun
“ne”
Sebelum melanjutkan langkah kakinya, Jonghyun berbalik ke arahku
“ehmmmm, kita pulang bersama Krystal hari ini. Gwenchanayo? Tanya jonghyun padaku
“gwenchana. Terserah kau saja” kataku memaksakan senyum.
Tubuhku rasanya langsung lemas, tidak bisa aku percaya Jonghyun mengajak aku satu mobil dengan Krystal. Rencanaku untuk bertanya kepada Jonghyun tentang siapa krystal, bagaimana perasaannya kepadaku, musnah sudah.
“anyeyong oppa anyeyong eonnie” sapa Krystal dengan manis saat kami sampai di parkiran.
Aku dan Jonghyun membalasnya dengan senyum.
******************************************************************************
Di dalam mobil aku memang duduk di samping Jonghyun, sedangkan Krystal duduk sendiri di belakang. Tapi aku merasa aku hanya seperti obat nyamuk diantara mereka berdua, Krystal dan Jonghyun asyik mengobrol, yang aku sendiri tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Jonghyun tertawa, begitu juga Krystal, dan aku hanya bisa diam, aku Nampak seperti orang bodoh. Tadi pagi saat berangkat bersamaku Jonghyun hanya diam saja seperti patung, beda sekali dengan saat dia bersama Krystal.
Kami tiba di depan rumah Krystal, Krystal turun dari mobil Jonghyun, dan Jonghyun langsung mengantarku pulang ke rumah, dan saat tidak ada Krystal, Jonghyun kembali seperti patung, dia sama sekali tidak berbicara denganku, dia focus dengan menyetirnya. Aku rasanya ingin menangis, sepertinya Jonghyun tidak mengharapkanku.
*****************************************************************************
Aku memasuki rumahku dengan langkah berat, Jonghyun langsung pulang, jadi dia tidak mampir ke rumahku.
“HI CANTIK?” sapa seorang namja di depan pintu rumahku. Aku mengabaikannya dan terus melewatinya.
“Cantik, kenapa kau cemberut begitu? Nanti cantiknya luntur loh” goda namja itu lagi
“Jinki oppa, berhentilah menggodaku. Kau goda saja yeoja lain” kataku pada namja yang bernama Jinki ini.
“Tapi aku maunya menggodamu” katanya sambil mengedipkan sebelah matanya pada tuhan.
Namja yang bernama Lee Jinki ini adalah teman seangkatan Yonghwa oppa, dia jugasatu club basket dengan Seulong oppa dan Yonghwa oppa, aku heran oppa ku menemukan namja aneh ini dimana, dia adalah teman oppa yang paling playboy.
Aku langsung menuju dapur untuk mengambil minuman, dan Jinki oppa tetap mengikutiku.
“Yoona ya, apakah kau suka main internet?” tanyanya padaku
“ne, wae?”
“pantas saja, karena kau sudah berhasil mendownload hatiku”.
GUBRAK, dasar namja aneh, aku langsung melewatinya dengan muka ditekuk sesudah selesai minum. Dapat aku dengar, suara tertawa Yonghwa dan Seulong oppa di ruang tv setelah mendengar rayuan gombal sahabatnya itu.
“Yoona ya, tunggu”
“apa lagi oppa?” jawabku sambil melotot
“jangan marah dulu jagi, aku hanya ingin memberitaumu, ada sesuatu dimatamu?”
“jinja?” aku segera mengucek-ngucek (?) mataku.
“ada apa? Tidak ada apa-apa kok, jangan ngarang deh” kataku kesal
“aku tidak bohong, memang ada sesuatu dimatamu. Aku melihat ada namaku dimatamu” katanya dengan senyum khas playboy. Mukaku memerah karena marah mendengar rayuan gombalnya.
PLETAK
Seulong oppa menjitak kepala Jinki,
“ya! Jangan jadikan adikku sebagai korbanmu. Silahkan berikan rayuan gombalmu untuk Yonghwa-ssi, bhuahahahaha” kata Seulong oppa sambil tertawa.
“hyung, yang sebenar saja, aku masih normal” jawab Yonghwa
“aku juga masi normal tau” balas Jinki
“oppa, lebih baik kau bawa temanmu ini ke psikiater, pasti adayang tidak beres dengan otaknya” kataku kepada Seulong oppa. Aku langsung memasuki kamarku dengan wajah di tekuk.
******************************************************************************
Aku berangkat sekolah lagi-lagi dijemput Jonghyun dan seperti biasa dalam perjalanan hanya diam saja. Lebih baik aku diantar oleh mereka, pasti suasananya tidak akan sepi dan secanggung ini jika aku bersama mereka.
Aku sampai disekolah dan dari parkiran menuju kelas bersama Jungshin.
“noona, bagaimana apa kau sudah menanyakannya pada Jonghyun hyung?”. Aku hanya bisa menarik nafas panjang.
“Tidak jadi. Kemarin dia pulang mengajak Krystal, jadi aku tidak mungkin menanyakannya pada dia” jawabku lemas.
“Tenang noona, masi ada nanti” katanya penuh senyum.
“Jungshin-ah, apa kau masih menyukaiku?” tanyaku. Jumgshin yang ditanya hanya tersenyum manis.
“Tentu noona, aku masih menyukai noona, selalu menyukai noona. Wae?”
“apa kau tidak marah atau sakit hati saat aku menjelaskan padamu kemarin bahwa orang tuaku ingin aku mempunyai hubungan special dengan Jonghyun. Dan apa kau tidak cemburu, saat kau tau bahwa aku sangat mencintai Jonghyun?”
Jungshin menghentikan langkahnya, lalu menatapku dengan tajam tapi lembut.
“Aku tidak marah, aku tidak berhak marah. Tapi aku berbohong jika aku bilang aku tidak cemburu. Bagaimanapun juga aku masih sangat menyukai noona, tentu sedih rasanya mendengar bahwa noona mencintai namja yang lain.”
“mianhaeyo Jungshin-ah, aku tidak bermaksud membuatmu cemburu”
“Untuk apa noona minta minta maaf, aku memang sedih tapi tidak terlalu juga. Aku senang dengan hubungan persahabatan kita ini, karena itu membuat kita jadi akrab”
Aku langsung memeluk Jungshin.
“Jungshin-ah, aku menyayangimu sebagai sahabat dongsaeng dan sahabat, tetaplah seperti ini”
Aku melepaskan pelukannya dan tersenyum manis padanya.
“noona aku bahagia melihatmu dengan namja lain asalkan itu membuatmu bahagia, mungkin ini terkesan melankolis, tapi memang itulah yang aku rasakan. Aku tidak ingin memaksa noona untuk menjadi kekasihku, untuk apa aku memiliki raga noona, tapi hati noona bukan untukku, itu sama saja bohong.”
Ya Tuhan aku tidak percaya di balik sifatnya yang kadang kekanak-kanakan, ternya Jungshin mempunyai sikap yang dewasa, dia benar-benar membuatku kagum, dan ucapannya yang terakhir ‘untuk apa aku memiliki raga noona, tapi hati noona bukan untukku, itu sama saja bohong’ terus terngiang di otakku. Benar apa yang dikatakannya, memiliki raga orang yang kita sayang tetapi tidak memiliki hatinya itu sama saja bohong, tidak berarti apa-apa.
******************************************************************************
Aku pulang sekolah tidak bersama Jonghyun tapi bersama Jungshin dan Seohyun. Aku dan mereka ingin pergi ke took buku bersama, aku ingin mencari manga untuk bacaan santaiku sebelum tidur, sedangkan Jungshin ingin mencari komik Conan, dan Seohyun, jangan ditanya lagi, gadis itu sedang mencari buku-buku pelajaran.
Pulang dari perpustakaan aku tidak menyangka bertemu Yonghwa oppa di jalan, jadi kita naik mobil Yonghwa oppa dan yonghwa oppa mengantar kami pulang ke rumah masing-masing, Jungshin dan Seohyun duduk di belakang, mereka bergurau selama dalam perjalanan, mereka memang akrab apalagi mereka satu kelas. Aku dapat melihat expresi cemburu dari mata Yonghwa, aku hanya tersenyum melihatnya. Aku menyadari bahwa sepertinya Yonghwa menyukai Seohyun.
******************************************************************************
Malam ini aku mengajak Jonghyun keluar, kami ketemuan di taman, aku ingin menanyakan sesuatu yang selama ini ingin sekali aku tanyakan. Aku berusaha menguatkan hatiku untuk mengatakannya. Ucapan Jungshin tadi terus terngiang di kepalaku dan membuatku semakin mantab untuk menanyakan hal ini.
“Jonghyun-ah aku tau kau tidak menyukaiku aku tau kau mau mengantarku dan menjemputku karena perintah orang tua kita, aku tau kau sebenarnya tidak berharap dapat menjalin hubungan yang lebih denganku”
“maksudmu apa? Aku tidak mengerti?”
“Aku, a-ku sangat mencintaimu Jonghyun ah” Mataku mulai merah, aku ingin menangis saat harus mengatakan perasaanku yang sesungguhnya.
“mwo?” katanya sambil melebarkan matanya.
“Aku sangat mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu, aku sangat senang ternyata orang tua kita ingin kita mengenal lebih dekat. Tapi perasaanku hancur saat aku tau kau dekat dengan Krystal” Air mataku mulai mengalir sudah tidak terbendung.
“Kau selalu tertawa lepas dan tersenyum manis saat bersama Krystal, tetapi kau begitu dingin ketika bersamaku. Aku tau kau tidak nyaman bersamaku. Aku mencintaimu Jonghyun, tapi percuma saja aku memiliki ragamu tapi hatimu untuk Krystal.” Lanjutku
“Besok aku akan menjelaskan pada umma ku kalau kita hanya cukup berteman saja, kita tidak mungkin menjalin hubungan lebih seperti yang mereka inginkan” Lega rasanya mengatakan semuanya, walaupun cukup berat untuk dikatakan. Aku segera bangun dari tempat duduk ku berniat untuk meninggalkan tempat ini. Tapi tiba-tiba tangan Jonghyun menahanku
“Jangan katakana apa-apa dulu kepada orang tua kita. Besok datanglah ke Café depan sekolah kita jam 10 pagi. Aku dan Krystal akan menemuimu disana, ada yang ingin kita bicarakan denganmu, setelah itu baru kita jelaskan bersama-sama pada orang tua kita. Mianhaeyo jika sikapku selama ini membuatmu tidak nyaman, aku tidak bermaksud menyakitimu”. Jelasnya panjang lebar, Jonghyun segera melepaskan genggamannya dari tanganku, lalu dia pergi meninggalkan taman. Aku berjalan lemas menuju rumahku, rasanya aku tidak sanggup menghadapi hari esok. Apa yang ia dan Krystal ingin katakana padaku.

-tbc-

2 Comments

  1. Makin penasaran nih,krystal itu siapanya jonghyun?

Trackbacks

  1. WHO’ S THAT BOY ?( PROLOG – CHAPTER 5 END ) | vivitloveboice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: