@VIVITDN | VIVITDNBOICE

My Fangirling World

WHO’ S THAT BOY ? (CHAPTER 1)

Author : Vivit (@vivit_dwinovita)

Rating : G

Length : Chaptered

Genre : Romance, friendship, family

Cast : 1. Lee Jonghyun CNBLUE

2. Im Yoon-ah (Yoona) SNSD

3. Jung Yonghwa CNBLUE

4. Lee Jungshin CNBLUE

5. Im Seulong 2AM

Other cast : – Jung Krstal F(X)

– Seo Juhyun (Seohyun) SNSD

Note : Curhat bentar ya, sebenarnya saya sangat suka dengan couple deer-burning. Karena jarang sekali ada ff yang masangin mereka, jadi saya inisiatif untuk buat ff dan masangin mereka deh hehehe. Jangan lupa komen ya… komen kalian sangat membantu inspirasi saya.


prolog


******************************************************************************


AUTHOR POV

Yoona menutup kembali pintu rumahnya dengan sedikit lemas, dan dia melihat TV di ruang keluarga hidup, Yoona berjalan menuju ruang keluarga dan dia sedang mendapati Seulong menutup wajahnya dengan buku, dan ternyata dia sedang tertidur.

“Pantas saja dia tidak menjawab teleponku, ternyata dia sudah memasuki alam tidurnya.” Gumam Yoona. Dengan sedikit kesal dia lalu mengambil buku dari wajah Seulong dan membuangnya sembarangan.

“OPPA!!!! BANGUN, lihat kau lupa mengunci pintu, dan kau tidak menjemputku” teriak Yoona dengan wajah kesalnya

“oh kau sudah pulang rupanya” kata Seulong membuka sedikit matanya

“oppa, aku ini menelfonmu dari tadi, aku meminta kau menjemputku, tapi kau tidak mengangkatnya, apa kau tau tidak ada taksi yang aku jumpai malam ini” kata yoona panjang lebar.

“mianhae Im Yoona” Seulong hanya tersenyum dan mengusap kepala Yoona. Dia lalu bangun dan berniat untuk kembali ke kamarnya. Tetapi dengan wajah sedikit kesal Yoona menghalangi jalan Seulong dan kembali ingin memarahi oppanya.

“apa lagi? Jangan menghalangi jalanku, aku mau tidur. Kalau mau marah besok pagi saja. Ok?” kata Seulong sambil mencubit pipi adiknya.

“Aish, oppa aku ini belum selesai memarahimu. Awas saja besok pagi aku tidak akan melepasmu” dengan sedikit kesal Yoona masuk ke kamarnya, merebahkan tubuhya di atas tempat tidur dan mengoceh sendiri, karena masih kesal dengan oppanya.

“Sial sekali hari ini, tidak dapat taksi, sepatuku patah di tengah jalan, dan saat sampai dirumah, oppaku begitu cueknya dan malah ketiduran tidak menjawab tepon dariku” katanya kembali mengoceh sendiri (seperti burung). Lalu tiba-tiba dia tersenyum saat mengingat namja tadi yang sudah menolongnya, Yoona teringat akan senyum namja itu yang begitu manis.

“Setidaknya hari ini tidak terlalu sial, WHO’S THAT BOY?, aku harap akan bertemu lagi dengan namja itu” gumamnya sambil tersenyum, lalu menarik selimutnya dan pergi tidur.

******************************************************************************

Pagi hari Yoona keluar dari kamarnya dengan senyum cerahnya. Tapi tiba-tiba senyumnya pudar saat melihat Seulong keluar dari dapur, dia kembali menekuk wajahnya dan berjalan menuju ruang makan.

TING TONG

Terdengar suara bel, Yoona pura-pura tidak mendengar, dan malah duduk dan mengambil roti di depannya. Seulong yang tau bahwa adiknya masih marah padanya, akhirnya mengalah dan membuka pintu.

“Anyeyong haseyo hyung, tumben kau yang membuka pintu, biasanya kan dongsaengmu hehe” Tanya orang itu.

“Anyeyong yonghwa-ssi, silahkan masuk” Tuan rumahpun menyuruh tamu yang bernama Yonghwa itu untuk masuk ke dalam rumahnya, dan mengajaknya untuk makan bersama-sama. Yoona hanya menoleh sebentar lalu kembali menekuni makanannya. Dia sudah bisa menebak bahwa tamunya adalah orang yang sama yang selalu datang ke rumahnya tiap pagi. Yonghwa memang hampir tiap pagi datang ke rumah Yoona. Seulong dan Yonghwa sama-sama pemain inti basket di kampusnya dan mereka berdua juga sama-sama menyukai musik, karena itulah walau mereka beda angkatan, mereka berteman baik dan cukup akrab.

“Yoona-ah, ada apa denganmu? Kenapa dari tadi mukamu ditekuk terus. Kau tambah jelek haha” goda Yonghwa.

Yoona memandang tajam Yonghwa, dan membuat Yonghwa takut dan menundukkan kepalanya. Yonghwa menyenggol sikut Seulong dan menatapnya seolah bertanya ‘ada apa dengan dongsaengmu?’. Seulong hanya tersenyum, dan Yonghwa kembali menatap Seulong, karena tidak mengerti maksud dari senyuman Seulong.

“Dongsaengku yang paling cantik ini marah padaku karena tadi malam aku tidak mengangkat telphonnya dan tidak menjemputnya” kata Seulong sembari menahan tawa karena melihat wajah dongsaengnya yang selalu menekuk wajahnya kalau sedang marah.

Yoona tetap cemberut dan sekarang dia menggembungkan kedua pipinya, yang membuat Yonghwa gemas dan mencubit pipinya.

“YA! Oppa, apa yang kau lakukan. Jangan mencubit pipiku sembarangan.” Teriak yoona, dan melepaskan tangan yonghwa yang mencubiti pipinya.

Yonghwa dan Seulong hanya tertawa melihat ekspresi Yoona kalau dia sedang kesal.

“Yoona-ah kau sebentar lagi akan menjadi mahasiswi, ayolah berfikir dewasa jangan kekanak-kanakkan. Kau harus belajar mandiri, buktinya kemarin walau aku tidak menjemputmu, kau dapat pulang dengan selamat kan? Jadi berhentilah marah kepadaku, hanya karena aku tidak bisa menjemputmu tadi malam.” Kata Seulong mencoba menasehati adik kesayangannya.

“Oppa apa kau tidak tau kemarin tidak ada taksi yang lewat, dan aku kedinginan karena tidak membawa jaket-“

“Kau yang babo kalau begitu, malam-malam tidak membawa jaket, kenapa kau menyalahkan oppamu?” Kata yonghwa memotong pembicaraan yoona, dan menjulurkan lidahnya.

“YA! OPPA, KAU INI, jangan memotong pembicaraanku, aku belum selesai berbicara” Yoona menatap Yonghwa benar-benar tajam, dan kali ini Yonghwa pun diam karena dia tidak mau di telan hidup-hidup oleh Yoona.

“Di jalan high heels ku patah, dan saat aku menghubungimu untuk memintamu menjemputku, kau sama sekali tidak mengangkatnya” keluh Yoona

“Mianhae Yoona, aku benar-benar ketiduran, tapi kau kan pulang sampai rumah dengan selamat, aku tau pasti kau diantar Jungshin, jadi jangan marah, oke?” Kata Seulong mencoba meminta maaf pada Yoona.

“Mwo? Jungshin yang mengantarku? Kenapa oppa bisa berfikir aku pulang dengan jungshin?” Tanya Yoona heran.

“Jungshin begitu perhatian pada mu, aku yakin dia dengan senang hati akan menolongmu kalau kau meminta bantuannya.”

“Tetapi tadi malam aku tidak menghubungi Jungshin untuk mengantarku pulang, yang mengantarku pulang tadi malam bukan jungshin tapi orang lain”

“Memang siapa yang mengantarmu selain Jungshin? Hanya orang itu yang aku rasa akrab denganmu”. Tanya Seulong.

Yoona menghembuskan nafasnya lalu menyandarkan dirinya di kursi meja makan, dan berkata “Aku tidak tau siapa dia, namanya, dari mana asalnya aku tidak tau”

“kalau kau tidak tau namanya, lalu bagaimana bisa dia mengantarmu?” Yonghwa yang dari tadi diam karena takut dimarahi Yoona lagi, akhirnya bertanya juga pada Yoona karena penasaran.

Yoona mulai cerita kejadian tadi malam saat dirinya hampir tertabrak sampai dia diselamatkan oleh namja itu dan mengantarkannya ke rumah.

“Apakah kau masih ingat seperti apa dia?” Tanya Yonghwa

“Tentu saja ingat oppa, dia tinggi, masih lebih tinggi Seulong oppa tapi jika dibandingkan dengan yonghwa oppa, namja itu lebih tinggi sedikit. Dia begitu cool dan memiliki senyum yang sangat manis. Omo dia begitu mempesona”. Yoona bercerita sambil tersenyum saat membayangkan wajah namja yang sudah menyelamatkannya itu. Seulong dan Yonghwa saling melempar pandang satu sama lain, mereka heran dengan sikap Yoona. Yoona hampir tidak pernah, bercerita tentang seorang namja yang dikaguminya. Bagi Yoona, cinta atau namja adalah nomer kesekian, makanya Seulong dan Yonghwa begitu heran saat Yoona senyum-senyum sendiri menceritakan namja yang baru dia temui tadi malam. Yoona yang mulai menyadari tatapan aneh dari dua namja yang ada di depannya ini, langsung menghentikan pembicaraan tentang sosok namja itu. Yoona langsung beranjak dari ruang makan menuju kamarnya untuk mengambil tas, karena dia harus segera berangkat ke sekolah.

“Oppa, kajja. Antarkan aku ke Sekolah, aku telat nih”

“Mianhae dongsaengku yang paling cantik, oppa masih sibuk jadi biarkan Yonghwa yang mengantarmu, ok?”

“baiklah, kajja yonghwa oppa, antarkan aku ke sekolah sekarang juga oppa, pali” pinta Yoona sambil menarik tangan Yonghwa dari kursi.

******************************************************************************

Saat di perjalanan Yonghwa mulai bertanya tentang namja yang menyelamatkan Yoona tadi malam.

“Yoona-ya! Apakah kau mencintai namja misterius itu?” Tanya Yonghwa, yang membuat Yoona sedikit kaget.

“Ya! Oppa, kenapa kau bisa berfikir seperti itu, namanya saja aku tidak tau, jadi mana mungkin aku jatuh cinta padanya”

“Tetapi tatapan matamu mengatakan bahwa kau sedang jatuh cinta pada namja misterius itu, sepanjang perjalanan ini kau tersenyum terus menerus.”

“Jadi apakah aku harus cemberut dan marah-marah gitu?” Kata Yoona sambil berbalik menghadap Yonghwa dan melipat kedua tangannya di atas dadanya.

“Andwe. Aku juga takut jika melihat wajahmu selalu ditekuk dan marah-marah seperti ahjumma-ahjumma hehe” ledek Yonghwa sambil tersenyum menunujukkan gigi gingsulnya.

“YA! Bagaimana aku tidak akan marah-marah jika oppa dan Seulong oppa selalu meledekku” Yoona mengembungkan kedua pipinya, dan langsung menutupi pipinya dengan kedua tangannya, mengantisipasi takut pipinya dicubit lagi oleh Yonghwa. Yonghwa hanya tersenyum melihat kelakuan Yoona.

******************************************************************************

“Gomawo oppa, anyeyong”. Yoona turun dari mobil Yonghwa dan mebungkukkan badannya memberi salam pada Yonghwa. Yonghwa mengangguk dan melajukan mobilnya.

“Anyeyong noona” sapa Jungshin dan menggandeng tangan Yoona, mengajaknya masuk ke kelasnya.

Yoona hanya tersenyum, selalu seperti ini, Jungshin akan menunggunya di gerbang dan ketika bel pulang berbunyi maka Jungshin akan menunggu Yoona di depan kelasnya dan pulang bersama walau hanya sampai gerbang depan sekolah.

“Noona, ada apa dengan hari ini, kenapa raut wajahmu berbeda, kau tampak sedang bahagia sekali rupanya.” Tanya jungshin heran, karena tidak biasanya Yoona sebahagia ini.

“Beda apanya Jungshin-ah, aku memang selalu ceria seperti ini, kau ini seperti tidak mengenalku saja.”

“Apa karena namja yang tadi mengantarmu?” Goda Jungshin

“wkwkwkwkwkwk kau ini ada-ada saja, dia teman oppa ku dan temanku juga.” Yoona tertawa keras mendengar ucapan Jungshin.

“Noona, kaja, ceritakan padaku, kenapa kau bahagia seperti ini, apa kau baru bertemu dengan seorang pangeran” Tanya Jungshin masih penasaran. Yoona hanya diam tidak menjawabnya dan hanya tersenyum, membuat Jungshin semakin penasaran.

“Noona, kaja ceritakan padaku, kau tidak mau membuatku mati penasaran kan?” Rengek jungshin, ketika mereka sudah sampai di depan kelas Yoona.

Yoona melepaskan gandengan tangan Jungshin “Ani Jungshin-ah, hari ini aku bahagia karena umma dan appa ku akan kembali dari Jepang, aku begitu bahagia, karena sudah tiga minggu aku tidak berjumpa dengan mereka, aku sangat merindukan mereka makanya aku sangat senang hari ini mendengar kabar bahwa mereka akan pulang.” Jelas Yoona panjang lebar, sedikit berbohong. Jungshin mengangguk paham lalu pergi menuju kelasnya. Yoona sebenarnya tidak terlalu berbohong juga pada Jungshin, orangtuanya hari ini memang akan kembali dari Jepang, Yoona tentu bahagia. Tetapi yang membuatnya benar-benar bahagia adalah tentu karena pria yang menyelamatkannya tadi malam.

******************************************************************************

Sore hari sepulang dari sekolah Yoona memutuskan ingin jalan-jalan di taman dekat rumahnya naik sepeda. Sesudah selesai ganti baju dan makan, Yoona pamitan pada oppanya untuk bersepeda di taman.

Yoona mulai bersepeda mengelilingi taman dengan sepeda mininya, memakai kemeja putih dan rok (bayangin pakaian dan sepeda yoona kayak foto di atas. Oke). Yoona menikmati suasana taman di sore hari yang begitu segar. Yoona memutuskan untuk duduk di kursi taman sambil menikmati pemandangan taman sekitar. Tiba-tiba saja seorang namja dengan memakai headset di telinganya, sedang bersepeda melewati dirinya, Yoona begitu kaget saat menyadari bahwa namja itu adalah namja yang menyelamatkannya tadi malam. Yoona segera berdiri dan ingin berteriak memanggil namja itu, tetapi dia segera mengurungkan niatnya.

“ah… ani..aku tidak mau berteriak memanggilnya, tidak sopan, dan apa yang harus aku katakan nanti saat dia menoleh padaku” Yoona berbicara pada dirinya sendiri dan memutuskan untuk duduk kembali.

Namja misterius tadi tiba-tiba datang lagi dan memarkir sepedanya 6 meter dari tempat Yoona duduk. Namja itu duduk di sepedanya membelakangi Yoona, dia masih memakai headset menikmati alunan music yang dia dengarkan. Dia menikmati pemandangan sekitar sambil meneguk minuman dari botol minuman yang dia bawa. Hati Yoona begitu bahagia bisa bertemu dengan namja itu. Yoona memutuskan untuk menghampiri namja itu berniat untuk mengucapkan terima kasih, berharap namja itu akan mengenalinya, berharap bisa tau namanya dan bisa ngobrol dengan namja itu walau sebentar. Yoona sudah tidak peduli lagi dengan gengsinya, dia benar-benar ingin berkenalan dengan namja itu, dari pada dia menyesal nantinya. Yoona melangkahkan kakinya,

DRRRRRRRRRRRRRRTTTTTTTTTTTTTT

Tiba-tiba handphone Yoona bergetar, dia mengambil handphonenya, ternyata yang menelpon adalah oppanya.

Yeoboseyo” kata yoona tidak semangat

“Yoona-ah, bisakah hari ini kau saja yang menjemput umma dan appa” pintanya memohon

“……….”

“Yoona-ah, kenapa kau diam saja, please!!!. Oppa sekarang sedang di kampus. Oppa sibuk sekali. Aku tadi tidak bawa mobil, kau jemput mereka dengan menggunakan mobilku. Jangan lupa jemput mereka 2 jam lagi. Oke?” jelas Seulong.

“Baiklah aku yang akan menjemputnya. Oppa, kau ini sok sibuk sekali” kata Yoona akhirnya mengalah.

“Gomawo saeng-ku yang paling cantik hehe”

Tut tut tut tut

Seulong menutup sambungan teleponnya.

“aish oppa kau ini tidak sopan, menutup telpon seenaknya” kesal Yoona.

Dia memasukkan handphonenya kembali ke dalam sakunya. Dia berbalik, bermaksud untuk menemui namja tadi. Tetapi ternyata, namja tadi sudah pergi menghilang entah kemana. Yoona melihat sekitar mencari namja itu, tetapi dia tidak menemukannya. Yoona kembali ke tempat tadi dan mengambil botol minuman milik namja itu yang dibuang sembarangan (Si Burning nakal Ya, Buang Sampah Sembarangan).

“Ya! Kenapa kau pergi lagi, aku kan belum tau siapa namamu” ucap Yoona lemas, berbicara pada botol yang sekarang dia pegang.

Yoona meletakkan botol tadi dikeranjang sepedanya. Dia mengayuh sepedanya tidak semangat. Dia harus segera pulang dan segera menjemput orang tuanya di bandara. Mata yoona masih saja melihat-lihat sekitar, berharap dapat menemukan namja itu lagi.

******************************************************************************

Yoona menjemput orang tuanya di bandara seperti perintah oppanya. Dia menunggu sambil memain-mainkan handphonenya dan berjalan mondar-mandir.

“argh lama sekali mereka. Aku sudah bosan menunggu”

Yoona terus saja mondar-mandir. BRUK. Tiba-tiba dia menabrak seseorang yang jalannya sangat terburu-buru, dan mereka berdua jatuh

“Mianhaeyo, aku tidak sengaja. Gwenchana?” tanya Yoona pada orang itu, sambil mencoba berdiri

“gwenchana, aku yang seharusnya minta maaf padamu” jawab orang itu masih belum menatap wajah Yoona.

“Sukurlah kalau kau tidak apa-apa”

“Mianhae aku terburu-buru aku pergi dulu.” Pria itu pergi tanpa melihat wajah Yoona sedikitpun.

Lalu saat Yoona mengangkat wajahnya, Yoona sadar bahwa ternyata dia adalah namja yang sudah menyelamatkannya kemarin, yang dia lihat di Taman hari ini. Yoona lalu berlari mencari namja itu, tapi namja itu sudah menghilang.

“Im Yoona” appa dan umma Yoona memanggilnya.

Yoona langsung menghampiri orang tuanya, lalu memeluk mereka melepas rindu. Merekapun pulang bersama menuju rumah mereka. Ketika sampai rumah dan puas melepas rindu dengan orang tuanya,Yoona langsung masuk ke kamarnya untuk tidur, karena besok dia harus masuk sekolah. Yoona membuka laci dan mengambil botol minuman milik namja tadi, dia memandangi botol itu, dan berbicara sendiri pada botol itu (yoona kayaknya dah gila deh, dari tadi ngomong ma botol sendirian).

“Hari ini sudah dua kali kita bertemu secara tidak sengaja, apakah kita jodoh?”

“Kau tiba-tiba datang dalam hidupku, dan membuat hidupku jadi aneh seperti ini. Kau sudah membuatku menjadi gila. Kau membuatku susah tidur, kau selalu membuatku penasaran. Ya! Siapa namamu? Apakah kau juga seperti aku? Apakah kau selalu memikirkanku sejak kejadian tadi malam?”. Yoona menarik selimutnya dan mulai tidur.

******************************************************************************

YOONA POV

TEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET

Aku meletakkan tasku lalu duduk tanpa semangat, ketika mendengar bel masuk berbunyi.

“Anyeyong haseyo, hari ini kita kedatangan siswa pindahan dari Busan.” Jelas Park songsaenim. Aku tidak peduli siapa anak baru itu, aku tetap saja memainkan bulpoint di atas meja, tanpa memandang kedepan.

“Anyeyong haseyo, naneun Lee Jonghyun imnida, panggil saja Jonghyun”

Aku merasa mengenal suaranya, dan saat aku memandang ke depan, aku menepuk-nepuk kedua pipiku, ternyata ini bukan mimpi. Ini nyata, namja yang bernama Lee Jonghyun itu ternyata dia adalah namja yang telah menyelamatkanku dan mengantarku malam itu. Ingin rasanya aku berteriak karena saking bahagianya. Ya tuhan terimakasih kau mempertemukanku dengan namja ini. Aku membuka tasku dan melihat botol kecil yang aku bawa,

“Sepertinya kita benar-benar jodoh” kataku berbisik.

“Lee Jonghyun, kau duduk di sana” tunjuk Park songsaenim pada bangku yang ada tepat di depanku. Rasanya aku benar-benar bahagia sekarang, namja ini sekarang sekelas denganku, dan dia duduk tepat di depanku.

“Sekarang kita lanjutkan pelajaran kita, buka paket kalian halaman 49” kata songsaenim. Aku membuka halaman seperti yang di suruh Park songsaenim, tetapi aku tidak memperhatikan bukunya dan tidak mendengarkan apa yang diterangkan oleh songsaenim, aku terus senyum-senyum sendiri memperhatikan sosok (?) yang sekarang duduk membelakangiku ini.

******************************************************************************

Bel tanda pulangpun tiba, aku Seohyun dan Jungshin pulang bersama-sama. Seohyun membawa dua tumpuk buku yang begitu tebal. Anak ini memang terlalu rajin, buku setebal itupun dia bawa, ckckck. Kami bercanda sepanjang jalan, kami tertawa bersama-sama.

“LEE JONGHYUN OPPA, TUNGGU AKU” teriak seorang siswi kelas 1, dia adalah Krystal.

Reflek kami bertiga menoleh, karena suara Krystal cukup keras. Krystal berlari menuju kearah parkiran tempat Jonghyun berada. Tanpa aba-aba dia langsung memeluk Jonghyun, Jonghyun hanya diam tapi akhirnya dia membalas pelukan dari Krystal. Jungshin dan Seohyun kembali berjalan dan mengabaikan Krystal dan Jonghyun. Sedangkan aku masih terpaku memandangi mereka dari jauh, hatiku rasanya sakit melihat mereka berpelukan, rasanya air mataku akan jatuh.

“Eonni Kajja, sampai kapan kau akan berdiri disitu” teriak Seohyun membuyarkan lamunanku. Akupun berlari menyusul mereka. Tetapi kejadian barusan, terus terngiang diotakku. Kenapa Krystal dan Jonghyun saling mengenal dan kelihatannya mereka begitu akrab. Kenapa Jonghyun tidak marah saat Krystal memeluknya, padahal Jonghyun orang yang dingin dan pendiam, di kelas saja tadi dia tidak banyak bicara. Ada hubungan apa antara mereka berdua.

-tbc-

##############################################################################

Wuah akhirnya chapter 1 beres. Bagaimana ceritanya? Kepanjangan kah? Terlalu banyak basa basi? Apakah membosankan? SAYA TUNGGU KOMEN KALIAN ^^

2 Comments

  1. bagus kok! ditunggu lanjutannya…

Trackbacks

  1. WHO’ S THAT BOY ?( PROLOG – CHAPTER 5 END ) | vivitloveboice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: